Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Peningkatan Karhutla di Kalimantan Selatan, BNPB Mulai Modifikasi Cuaca Selama 7 Hari

BANJARBARU, Cinta-news.com – Kabar mengejutkan datang dari Kalimantan Selatan! Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan sigap menggelar operasi modifikasi cuaca alias hujan buatan di wilayah Kalsel hingga 21 Juli 2026. Langkah berani ini terpaksa diambil menyusul meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian mengkhawatirkan di sejumlah wilayah selama musim kemarau yang tengah melanda.

Operasi modifikasi cuaca (OMC) ini mulai dilaksanakan setelah eskalasi karhutla dalam beberapa hari terakhir terus bertambah secara signifikan. Sebelumnya, usulan pelaksanaan hujan buatan sempat belum mendapat kepastian dari pihak terkait, namun kini akhirnya direalisasikan setelah situasi di lapangan semakin memprihatinkan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, Ronny Eka Putra, menegaskan bahwa peningkatan jumlah kejadian karhutla menjadi pertimbangan utama dilaksanakannya operasi mendesak tersebut.

“Beberapa hari terakhir memang terjadi peningkatan eskalasi kebakaran hutan dan lahan yang sangat signifikan. Sejak rapat koordinasi terakhir, sudah beberapa kali terjadi karhutla di berbagai titik yang cukup mengkhawatirkan,” ujar Ronny dengan nada serius, dikutip dari Banjarmasin Post, Kamis (16/7/2026). Kondisi ini tentunya membuat semua pihak waspada dan segera bergerak cepat untuk mengatasi ancaman besar yang membayangi masyarakat Kalsel.

Karhutla Terus Bertambah, Angka Mengejutkan!

Data yang dirilis Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalimantan Selatan hingga 14 Juli 2026 menunjukkan fakta yang sungguh memprihatinkan. Tercatat telah terjadi 81 kejadian karhutla dengan total luas lahan terdampak mencapai angka fantastis 221,39 hektare! Bayangkan, area seluas itu setara dengan puluhan lapangan sepak bola yang hangus terbakar! Selain itu, terpantau sebanyak 2.481 titik panas (hotspot) di berbagai wilayah Kalimantan Selatan yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota.

Dari seluruh daerah yang terdampak, Kota Banjarbaru menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni mencapai 118,4 hektare dari 48 kejadian yang tercatat. Sementara Kabupaten Tanah Laut berada di posisi kedua dengan luas lahan terbakar mencapai 45,72 hektare dari delapan kejadian, disusul Kabupaten Banjar seluas 43,1 hektare dari tujuh kejadian yang cukup merusak. Angka-angka ini tentunya membuat kita semua bertanya-tanya, akankah upaya hujan buatan ini mampu memadamkan si jago merah yang terus merajalela?

Operasi Berlangsung Hingga 21 Juli, Inilah Targetnya!

Ronny menjelaskan secara rinci bahwa operasi modifikasi cuaca direncanakan berlangsung selama tujuh hari penuh, mulai 15 hingga 21 Juli 2026 mendatang. Sasarannya mencakup seluruh wilayah Kalimantan Selatan, meskipun lokasi penyemaian awan akan disesuaikan dengan kondisi meteorologi yang dinamis dan berubah-ubah setiap saat. Tim teknis terus memantau pergerakan angin dan ketersediaan awan untuk memaksimalkan hasil operasi ini.

“Harapannya apabila dilakukan modifikasi cuaca akan terjadi hujan buatan yang dapat mengurangi suhu permukaan sekaligus membasahi lahan, sehingga potensi kebakaran bisa ditekan secara maksimal,” jelas Ronny dengan penuh harap. Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan operasi sangat bergantung pada ketersediaan awan serta arah angin saat proses penyemaian dilakukan. “Keberhasilan penyemaian sangat bergantung pada keberadaan awan dan arah angin. Kalau tepat sasaran hujan akan turun di wilayah yang diharapkan, tetapi kalau ada perubahan angin tentu tidak bisa dijamin,” ujarnya sambil menghela napas.

Pesawat Sudah Disiapkan, Tim Siaga Penuh!

Untuk mendukung operasi besar ini, pesawat Cessna Caravan 208B telah tiba di Bandara Internasional Syamsuddin Noor, Banjarbaru, sejak Selasa (14/7/2026) lalu. Sebelum pelaksanaan operasi, tim melakukan pengecekan kesiapan pesawat, material semai, serta mengevaluasi kondisi cuaca dan potensi pembentukan awan secara menyeluruh.

BNPB berharap operasi hujan buatan dapat membantu menekan perkembangan titik api dan mengurangi risiko meluasnya karhutla di Kalimantan Selatan selama musim kemarau yang masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan. Semua pihak berdoa semoga upaya ini berhasil menyelamatkan hutan dan lahan dari ancaman kebakaran yang semakin mengkhawatirkan.

Karhutla di Kalsel Capai 221,39 Hektare, Fakta Mengejutkan!

Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalimantan Selatan hingga 14 Juli 2026 mencatat sebanyak 81 kejadian karhutla dengan total luas lahan terdampak mencapai 221,39 hektare yang sungguh memprihatinkan. Selain itu, terpantau 2.481 titik panas (hotspot) di berbagai wilayah Kalimantan Selatan yang tersebar hampir merata di seluruh daerah. Dari seluruh daerah, Kota Banjarbaru menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni 118,4 hektare dari 48 kejadian yang cukup menghancurkan.

Sementara itu, Kabupaten Tanah Laut menempati posisi kedua dengan luas lahan terbakar mencapai 45,72 hektare dari delapan kejadian, disusul Kabupaten Banjar seluas 43,1 hektare dari tujuh kejadian yang tak kalah merusak. Melihat tren peningkatan yang terus terjadi, BNPB bersama BPBD Kalimantan Selatan berharap operasi modifikasi cuaca yang berlangsung hingga 21 Juli 2026 dapat membantu menekan perkembangan titik api dan mengurangi risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau yang masih akan berlangsung.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *