Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Pemulihan Ekonomi Sumut dan Aceh Dipercepat, Kemnaker Kirim Bantuan Rp32 Miliar

Cinta-news.com – Wah, ada kabar super segar nih buat masyarakat Sumatera Utara dan Aceh! Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) baru saja mengucurkan dana segar fantastis mencapai Rp32.252.643.000 melalui program Kemnaker Peduli. Lalu, buat apa saja uang sebesar itu? Tentu saja untuk mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di kedua provinsi tersebut.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli secara langsung menyerahkan bantuan ini di BBPVP Medan pada Selasa (21/4/2026). Penyerahan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masa sulit. Program ini juga mendorong masyarakat agar segera bangkit, kembali bekerja, dan menjadi lebih berdaya dari sebelumnya.

Menaker Yassierli pun menyampaikan rasa duka serta empati yang mendalam atas musibah yang melanda masyarakat di kedua provinsi tersebut. Beliau dengan tegas menegaskan bahwa dampak bencana tidak hanya meruntuhkan rumah dan harta benda, tetapi juga ikut mengganggu tatanan sosial dan perekonomian warga.

“Namun, saya benar-benar yakin, semangat gotong royong serta ketangguhan luar biasa dari masyarakat Sumatera Utara dan Aceh akan membawa kita semua bangkit dan pulih bersama,” ujar Yassierli dalam rilis pers yang diterima pada Rabu (22/4/2026).

Baca Juga: AS Sita Kapal Kargo Milik Iran, Teheran Ancam Balas dan Tolak Berunding Lagi

Beliau pun menambahkan bahwa bantuan ini tidak sekadar bersifat simbolis. Pemerintah merancangnya secara khusus agar mampu memberikan dampak nyata, baik untuk pemulihan ekonomi maupun penguatan keterampilan masyarakat yang terdampak.

Rincian Bantuan: Ada Pelatihan, Padat Karya, hingga Santunan!

Nah, jangan penasaran ya, Moms and Dads! Total bantuan Rp32.252.643.000 tersebut langsung dialokasikan ke berbagai program keren berikut ini:

Pertama, program pelatihan vokasi. Kemnaker menggelontorkan dana Rp16.531.704.000 untuk mencetak 4.516 orang di Sumut agar semakin terampil. Sementara untuk Aceh, sebanyak 2.438 orang kebagian pelatihan senilai Rp8.918.439.000. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan kerja sehingga masyarakat bisa kembali mengais rezeki atau bahkan membuka usaha sendiri. Mantap, kan?

Baca Juga: Tentara Perancis Tewas Diserang, Macron Telepon Presiden-PM Lebanon

Kedua, kegiatan padat karya. Kemnaker menyediakan 40 paket kegiatan senilai Rp4 miliar. Program ini secara langsung menciptakan lapangan kerja sementara sekaligus menggerakkan ekonomi lokal di wilayah-wilayah yang terdampak bencana.

Ketiga, bantuan Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Pemerintah menyalurkan 400 paket bantuan senilai Rp2 miliar. Bantuan ini secara agresif mendorong tumbuhnya usaha-usaha kecil baru di tengah masyarakat. Keren banget, kan?

Keempat, santunan untuk pekerja terdampak. Kemnaker memberikan bantuan kepada 28 pekerja yang terdampak kategori berat dan sedang. Mereka mendapatkan paket sembako plus tali asih senilai Rp52.500.000. Ini bentuk kepedulian sosial yang sangat menyentuh hati.

Kelima, dukungan wirausaha MPSI. Kemnaker mengucurkan dana pelatihan dan modal usaha senilai Rp750 juta. Program ini secara khusus memperkuat kapasitas para wirausaha agar mereka semakin mandiri secara ekonomi.

Bukan Sekali Doang! Pemulihan Jangka Panjang Juga Disiapkan

Menaker Yassierli juga menegaskan bahwa Kemnaker tidak berhenti sampai di situ. Melalui BBPVP Medan dan Aceh, pemerintah menyiapkan dukungan pemulihan jangka menengah hingga panjang. Dukungan tersebut di antaranya berupa pelatihan vokasi berbasis kebutuhan pascabencana. Pemerintah juga fokus pada peningkatan keterampilan kerja serta kewirausahaan. Tak ketinggalan, penguatan produktivitas menjadi prioritas agar masyarakat benar-benar mandiri secara ekonomi.

Baca Juga: TNI dan PLN Bersinergi Membersihkan 8,5 Hektare Eceng Gondok di Waduk Saguling

Beliau dengan lantang menekankan bahwa pemulihan tidak boleh berhenti pada bantuan awal. Program ini harus berlanjut terus hingga masyarakat benar-benar pulih dan berdaya. Luar biasa, komitmennya!

“Bencana boleh meruntuhkan bangunan, tetapi jangan sampai meruntuhkan semangat kita. Mari kita jadikan musibah ini sebagai titik balik untuk bangkit lebih kuat dan lebih siap menyambut masa depan,” tegas Yassierli dengan penuh optimisme.

Terakhir, beliau mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah daerah (pemda), dunia usaha, lembaga pelatihan, hingga masyarakat—untuk terus bersinergi. Kolaborasi ini penting demi mempercepat pemulihan dan penguatan sumber daya manusia (SDM) di Sumut dan Aceh. Ayo, kita dukung bersama!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *