Jakarta, Cinta-news.com – Warga di Jalan Marunda Empang RT 07 RW 07, Cilincing, Jakarta Utara, kini hidup dalam ketakutan yang luar biasa. Sebab, selama hampir sepekan terakhir, seekor monyet liar seenaknya berkeliaran di tengah permukiman mereka. Akibatnya, aktivitas warga pun jadi terganggu total.
Yang lebih mengerikan lagi, seorang bocah perempuan berinisial M (9 tahun) menjadi korban keganasan monyet tersebut pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Serangan itu terjadi secara tiba-tiba dan membuat korban mengalami luka yang sangat parah.
Menurut sang nenek, Badriah (57), cucu kesayangannya harus menerima 30 jahitan di puskesmas akibat luka yang dideritanya. “Di puskesmas tuh dijahit sampai 30 jahitan,” ucap Badriah dengan suara bergetar saat ditemui pada Kamis (21/5/2026).
Bocah Hanya Mau Memberi Makan Monyet Peliharaan, Malah Diserang dari Belakang
Badriah pun menceritakan secara detail bagaimana peristiwa mengerikan itu terjadi. Menurutnya, saat itu sang cucu sedang setia menjaga adiknya di sekitar rumah. Kemudian, si bocah berniat memberi makan pisang kepada monyet peliharaan milik keluarganya yang sudah jinak.
Namun, tanpa diduga sama sekali, seekor monyet liar melompat dari arah belakang dan langsung menerkam korban. “Pas dia lagi kasih, tahu-tahunya tuh dari belakang udah ditubruk aja sama dia (monyet liar),” kenang Badriah.
Sontak, bocah malang itu berteriak histeris memanggil neneknya. “Dia jerit-jeritan, ‘Nek, Nek, Nek, tolongin!'” tambah Badriah menirukan teriakan cucunya.
Mendengar teriakan memilukan itu, Badriah pun langsung berlari sekencang mungkin untuk memberikan pertolongan. Tetapi, monyet ganas itu juga sempat menyerang Badriah sebelum akhirnya kabur dan melompat ke area pepohonan di sekitar rumah.
Saat itulah Badriah baru menyadari bahwa luka cucunya sangat parah. Darah mengucur deras dari tubuh si kecil. “Pas ngelihat, ‘Ya Allah, darah mulu!’ Jadi saya dekap lagi dia, itu darah ngalir aja,” ujar Badriah dengan mata berkaca-kaca.
Tanpa menunggu lama, korban segera dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Hasilnya, luka di tubuh bocah malang itu harus ditutup dengan 30 jahitan.
Monyet Gila Sudah Seminggu Berkuasa di Pemukiman, Warga Makin Resah
Badriah mengaku pertama kali melihat monyet liar tersebut berkeliaran di lingkungan mereka pada Senin (18/5/2026). Sejak saat itu, ketakutan warga pun terus meningkat setiap harinya.
“Udah seminggu dia di sini keliaran. Pertama kali muncul hari Senin (18/5/2026),” ungkap Badriah dengan nada kesal.
Menurut pengamatan warga, monyet nakal itu kerap terlihat duduk santai di atas rumah warga, memanjat pepohonan, hingga mondar-mandir di area sekitar permukiman. Bahkan, Badriah mengaku masih melihat monyet itu muncul lagi pada Kamis siang.
“Tadi aja ada di situ di mesin cuci,” ujar Badriah sambil menunjuk ke arah mesin cuci di teras rumahnya.
Kondisi ini jelas membuat warga, terutama anak-anak, menjadi sangat ketakutan untuk beraktivitas di luar rumah. Padahal, biasanya area permukiman ramai dengan anak-anak yang bermain sore hari.
“Anak-anak yang biasa pada main di luar, nggak berani,” ujar Badriah menggambarkan situasi terkini.
Bahkan Badriah sendiri mengaku kini selalu waspada setiap kali hendak keluar rumah. Ia benar-benar trauma karena takut kembali diserang.
“Saya enggak berani keluar. Saya kalau mau naik motor buru-buru dari dalam naik langsung ngacir, soalnya takut dia lari di situ,” tuturnya menggambarkan kewaspadaannya.
Aparat Sudah Bergerak, Tapi Monyet Masih Berkeliaran
Badriah menjelaskan bahwa pihak kepolisian, petugas pemadam kebakaran, dan warga sebenarnya sudah sempat melakukan pencarian besar-besaran usai insiden penyerangan terjadi. Mereka menyisir setiap sudut permukiman untuk menangkap monyet biang kerok tersebut.
Namun sayangnya, hingga hari Kamis kemarin, monyet liar itu disebut belum berhasil ditangkap. Alhasil, warga masih harus hidup dalam ketakutan yang sama.
Warga Mendesak Penjagaan Diperketat, Anak-anak Terancam Setiap Saat
Warga lain yang turut merasakan keresahan mendalam adalah Neneng Nur Aeni (40). Ia pun menyampaikan harapannya agar aparat meningkatkan penjagaan di lingkungan sekitar hingga monyet liar itu berhasil diamankan.
“Harusnya ada penjagaan yang lebih ekstra lah gitu. Supaya jangan terjadi sama anak-anak lain lagi,” tutur Neneng dengan tegas pada Kamis.
Neneng menambahkan bahwa kekhawatiran warga semakin besar karena kawasan Marunda dihuni oleh sangat banyak anak kecil dan balita. Jika monyet itu tidak segera ditangkap, bisa jadi korban berikutnya akan lebih parah.
“Di Marunda sini banyak-banyak banget anak kecil. Balita aja banyak,” kata Neneng mengingatkan.
Monyet Diduga Kabur dari Bekasi, 7 Ekor Berkeliaran Hanya 3 yang Tertembak
Sejumlah warga meyakini bahwa monyet liar tersebut bukan berasal dari kawasan Marunda. Pasalnya, sejak dulu kawasan ini tergolong aman dan tidak pernah ada kejadian serupa.
“Dari dulu tuh aman, nggak pernah ada rusuh monyet gini, baru-baru tahun inilah,” ujar Neneng menguatkan dugaan tersebut.
Alih-alih, warga menduga monyet itu kabur dari wilayah Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Dugaan ini muncul setelah mereka mendengar kabar tentang adanya penyerangan monyet liar di kawasan Bojong, Tarumajaya.
Neneng mengaku mendapat informasi bahwa ada tujuh ekor monyet liar yang berkeliaran di kawasan tersebut. Namun, dari jumlah itu, hanya tiga ekor yang berhasil ditembak mati oleh petugas.
“Nggak tahu itu katanya monyet ada tujuh, tapi kan larinya ke mana kita nggak tahu. Pas kemari-mari itu, jangan-jangan monyet dari sana,” pungkas Neneng dengan nada was-was.
Kini, warga Marunda Empang hanya bisa berharap agar monyet ganas itu segera ditangkap sebelum memakan korban lagi. Sebab, setiap detik yang berlalu, teror itu masih mengintai di balik pepohonan dan atap rumah mereka.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
