Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

9 WNI Akhirnya Dibebaskan Israel Setelah Ditahan dan Disiksa saat Misi Kemanusiaan

JAKARTA, Cinta-news.com – Kabar menggembirakan datang dari Timur Tengah! Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang dengan berani tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 akhirnya berhasil membebaskan diri dari cengkeraman tentara zionis yang kejam. Bayangkan, para aktivis dan jurnalis pemberani ini hanya ingin membantu warga Gaza Palestina, namun mereka malah ditangkap secara paksa oleh tentara Israel langsung dari kapal-kapal yang mereka tumpangi. Setelah penangkapan brutal itu, aparat Israel langsung menggiring mereka ke tahanan dan menyiksa mereka tanpa peri kemanusiaan.

Lebih mengerikannya lagi, Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, mengungkapkan dengan lantang dalam video yang dibagikan Menlu RI Sugiono di Instagram, Jumat (22/5/2026), “Ada yang ditendang dengan kasar, ada yang dipukul sampai babak belur, atau bahkan disetrum!” Sungguh perlakuan biadab yang membuat seluruh rakyat Indonesia geram.

Detik-Detik Kebebasan: Para Relawan Akhirnya Lepas dari Penjara Ktziot!

Lalu, tibalah hari bersejarah bagi sembilan WNI tersebut! Pada Kamis (21/5/2026), setelah tiga hingga empat hari merasakan pahitnya penahanan Israel, mereka menikmati indahnya kebebasan. Siapa yang pertama mengonfirmasi kabar bahagia ini? Tepat sekali! Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menjadi sumber pertama yang membawa kabar menggembirakan ini ke publik.

Koordinator Media GPCI, Harvin Naqsyabandi, menyatakan dengan penuh rasa syukur, “Seluruh delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang sebelumnya ditahan di Penjara Ktziot telah kami bebaskan dari fasilitas penahanan Israel yang mengerikan itu.” Setelah konfirmasi resmi datang dari tim hukum dan sumber internasional, semua orang langsung bernapas lega.

Proses selanjutnya tidak kalah menegangkan. Para relawan tersebut masih menjalani proses deportasi dan segera memulangkan mereka keluar dari wilayah Israel. Rute yang mereka tempuh melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul, Turkiye. GPCI pun terus memantau dengan ketat proses pemulangan ini, melibatkan tim hukum, jalur diplomatik, serta jaringan internasional pendukung Flotilla. “Mohon doa terbaik dari seluruh rakyat Indonesia agar para delegasi termasuk WNI, dapat segera tiba dengan selamat di tanah air,” pinta Harvin dengan haru.

Pemerintah Bergerak Cepat: Turkiye Jadi Garda Terdepan Evakuasi!

Tidak hanya GPCI, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pun langsung turun tangan. Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan kabar gembira ini ke publik tidak lama setelah GPCI mengonfirmasi hal tersebut. Pemerintah Indonesia mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Turkiye yang telah mendukung penuh proses pemulangan sembilan WNI tersebut. Tanpa bantuan mereka, proses ini pasti akan jauh lebih sulit.

Singkat cerita, tak lama setelah itu, Menlu Sugiono kembali mengabarkan kabar yang lebih membahagiakan lagi! Kesembilan WNI tersebut sudah mendarat dengan selamat di Istanbul, Turkiye, dan bersiap pulang ke Indonesia. “Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa sembilan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 yang ditahan oleh militer Israel telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turkiye,” ungkap Sugiono melalui akun X resminya, Jumat (22/5/2026) malam waktu Indonesia. Mereka tiba di Istanbul pada Kamis (21/5/2026) waktu setempat.

Potret Haru di Istanbul: Kefiyeh, Bendera Turkiye, dan Video Call dengan Menlu!

Coba bayangkan suasana haru yang terjadi di Istanbul! Dari video dan gambar yang dibagikan Menlu Sugiono di akun Instagram-nya, tampak sembilan WNI itu mengenakan kefiyeh melingkar di pundak dengan bangga. Mereka menghadap ke kamera dengan senyum lega, sementara di belakang mereka berkibar bendera-bendera Turkiye. Kemudian, mereka didampingi oleh Kepala Perwakilan Konjen RI di Istanbul, Darianto Harsono. Pada momen yang sama, mereka mengadakan panggilan video atau video call dengan Sugiono langsung lewat ponsel yang dipegang Darianto. Betapa mengharukannya saat suara-suara mereka terdengar kembali di telinga Menlu!

Diplomasi Kilat: Indonesia Kerahkan 5 KBRI Sekaligus!

Jangan lupakan peran besar diplomasi Indonesia di balik kebebasan ini! Kemlu RI telah mengoptimalkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia. Mereka mengerahkan KBRI Ankara di Turki, KBRI Kairo di Mesir, KBRI Roma di Italia, KBRI Amman di Yordania, KJRI Istanbul, serta berbagai otoritas internasional. Semua bergerak serentak untuk membebaskan sembilan WNI tersebut. Hasilnya? Luar biasa! Meskipun sempat mengalami penyiksaan mengerikan oleh tentara Israel, sembilan WNI itu secara umum masih berada dalam kondisi sehat. Syukurlah!

Darianto Harsono pun menambahkan, “Kami Konsul Jenderal bagian Indonesia di Istanbul, alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara kita yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla. Mereka telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat, walaupun selama tiga-empat hari mereka alami kekerasan fisik yang sangat berat.” Kini, mereka akan segera pulang ke Indonesia untuk menemui sanak famili yang sudah menunggu dengan cemas di rumah.

Kecaman Keras Menlu: Israel Harus Bertanggung Jawab!

Indonesia tidak tinggal diam! Menlu Sugiono dengan tegas mengecam keras perlakuan biadab Israel terhadap aktivis dan jurnalis Indonesia tersebut. “Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh Israel terhadap WNI pada saat penahanan,” tegas Sugiono dengan nada marah. Menurutnya, tindakan tidak manusiawi terhadap para relawan Global Sumud Flotilla 2.0 itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan jelis bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan. Israel harus segera bertanggung jawab atas aksi biadab ini!

Siapa Saja Mereka? Inilah 9 WNI yang Berhasil Selamat!

Penasaran siapa saja sembilan WNI yang sempat ditahan Israel? Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia, Rabu (20/5/2026), mereka telah mengirimkan pesan darurat (SOS) berupa video pernyataan saat mereka tangkap. Inilah nama-nama pahlawan kemanusiaan tersebut:

  1. Andi Angga Prasadewa di Kapal Josef
  2. Rahendro Herubowo di Kapal Ozgurluk
  3. Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk
  4. Thoudy Badai di Kapal Ozgurluk
  5. Bambang Noroyono (Abeng) di Kapal BoraLize
  6. Herman Budianto Sudarsono di Kapal Zapyro
  7. Ronggo Wirasanu di Kapal Zapyro
  8. Asad Aras Muhammad di Kapal Kasr-1
  9. Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version