SANAA, Cinta-news.com – Gejolak di Laut Merah kian memuncak! Kelompok Houthi yang mendapat dukungan penuh dari Iran dengan lantang mengklaim telah melancarkan serangan dahsyat terhadap dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi di perairan strategis tersebut. Dengan mengerahkan rudal dan drone canggih, serangan ini diklaim sebagai bagian dari blokade laut yang mereka terapkan terhadap kerajaan minyak itu.
Situasi ini jelas meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak dunia dari jalur Laut Merah secara signifikan. Apalagi, di sisi lain, Iran juga tengah berupaya mati-matian mengendalikan Selat Hormuz. Serangan tersebut lantas memicu kekhawatiran global akan munculnya titik penyumbatan baru bagi perdagangan minyak dunia, tepatnya di Selat Bab El-Mandeb yang merupakan penghubung vital antara Laut Merah dan Teluk Aden.
KLAIM HOUTHI SERANG DUA TANKER SAUDI
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Kamis (23/7/2026), seperti yang dikutip dari Reuters, Houthi dengan tegas menyatakan bahwa pasukannya sukses melancarkan serangan rudal dan drone terhadap dua kapal tanker minyak Saudi, yakni Encelia dan Layla, di perairan Laut Merah yang tengah bergolak.
Sementara itu, seorang sumber keamanan maritim mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Encelia ternyata telah mengirimkan sinyal darurat setelah dilaporkan terkena rudal di dekat Pelabuhan Jizan, Arab Saudi, pada Rabu (22/7/2026) malam. Di sisi lain, perusahaan manajemen risiko maritim asal Inggris, Vanguard, menyebutkan bahwa kapal berbendera Saudi tersebut dihantam proyektil misterius yang hingga kini belum diketahui jenisnya, sekitar 70 mil laut di barat daya Al Shuqaiq.
Adapun klaim serangan terhadap tanker Layla masih menjadi misteri karena hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi kebenarannya. Kelompok yang telah menguasai sebagian wilayah Yaman di sekitar Selat Bab El-Mandeb ini sebelumnya telah mengumumkan pemberlakuan blokade laut terhadap Arab Saudi dengan tujuan yang jelas. Sejumlah analis pun menilai langkah berani ini merupakan bagian dari strategi jitu Iran untuk meningkatkan posisi tawar mereka dalam konflik yang sedang berkecamuk di kawasan.
JALUR MINYAK DUNIA TERANCAM SERIUS!
Ketegangan di Laut Merah muncul di saat yang sangat krusial, ketika jalur ekspor minyak melalui Selat Hormuz juga sedang terganggu parah akibat konflik Iran yang memanas. Jutaan barel minyak Saudi setiap harinya dialihkan menuju Pelabuhan Yanbu yang terletak di pesisir Laut Merah untuk menghindari jebakan di Selat Hormuz yang berbahaya.
Namun, keadaan akan semakin genting apabila pelayaran melalui Selat Bab El-Mandeb ikut terganggu. Kapal-kapal hanya memiliki satu-satunya alternatif untuk melewati Terusan Suez dari arah utara. Konsekuensinya, waktu pelayaran akan menjadi lebih lama dan biaya distribusi pun melonjak drastis, yang tentu saja akan membebani harga minyak global.
Dampak ancaman ini sudah mulai terlihat jelas di lapangan. Lima kapal tanker terpaksa mengubah rute untuk menghindari Selat Bab El-Mandeb pada Rabu kemarin, sementara tiga kapal tanker bermuatan minyak Saudi yang tujuan China dan India berbalik arah sehari sebelumnya. Para pejabat Amerika Serikat baik yang masih menjabat maupun mantan pejabat menyatakan bahwa ancaman blokade laut oleh Houthi terhadap Arab Saudi berpotensi memperluas perang sekaligus menambah beban berat operasi militer AS di kawasan yang sudah rumit.
AS DAN IRAN SALING ANAM!
Di tengah meningkatnya ketegangan di Laut Merah yang memicu kepanikan global, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (22/7/2026) dengan tegas mengancam akan menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik Iran setiap kali Teheran berani menyerang kapal di Selat Hormuz. Ancaman keras ini sontak memicu reaksi balik yang tak kalah sengit.
Sebagai balasan, komando militer gabungan Iran dengan sigap memperingatkan bahwa jika ancaman tersebut direalisasikan, mereka tidak akan tinggal diam. Iran mengancam akan menyerang infrastruktur minyak, gas, listrik, dan ekonomi di kawasan serta mencegah ekspor minyak dengan segala cara. Beberapa jam kemudian, Garda Revolusi Iran melaporkan terjadi ledakan dahsyat di jalur yang dipasangi ranjau di selatan Selat Hormuz. Menurut laporan mereka, satu dari tiga kapal tanker terbakar hebat, sementara dua lainnya terpaksa berbalik arah untuk menyelamatkan diri.
Garda Revolusi dengan percaya diri juga mengklaim bahwa Selat Hormuz berada sepenuhnya di bawah kendali Iran dan tidak ada kapal tanker yang diizinkan masuk maupun keluar tanpa koordinasi ketat dengan Teheran. Pernyataan ini tentu saja membuat pasar minyak dunia semakin panik dan tidak menentu.
SERANGAN AS BERLANJUT!
Militer AS menyatakan telah melancarkan gelombang baru serangan mematikan ke Iran atas perintah langsung Trump. Ini menandai malam ke-12 berturut-turut operasi militer sejak gencatan senjata pada bulan Juni lalu runtuh total. Komando Pusat AS (CENTCOM) dengan jelas mengatakan bahwa operasi tersebut akan terus dilakukan untuk semakin melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam lalu lintas pelayaran yang aman di kawasan.
Media Iran melaporkan bahwa AS dua kali menyerang target militer di Bushehr pada Kamis, yang terletak dekat satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir komersial Iran yang masih beroperasi. Serangan ini menjadi yang ketiga kalinya dalam dua hari terakhir di wilayah tersebut, menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan. Televisi pemerintah Iran juga melaporkan dua orang tewas dan 11 lainnya terluka dalam serangan rudal AS di perlintasan perbatasan Shalamcheh yang berbatasan dengan Irak.
Meski Washington dengan yakin menyatakan telah melemahkan kemampuan militer Iran secara signifikan, namun Teheran dinilai masih memiliki persenjataan rudal dan drone yang mampu mengancam kepentingan AS dan sekutunya di kawasan. Menurut pejabat Kementerian Kesehatan Iran, sedikitnya 53 warga sipil tewas dan 592 lainnya terluka sejak akhir bulan lalu. Di sisi lain, perang yang berkepanjangan ini juga telah menewaskan 18 personel militer AS dan melukai lebih dari 450 tentara, menunjukkan betapa mahalnya harga yang harus dibayar dalam konflik berkepanjangan ini.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











