Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Kemarau Panjang Bikin Sungai Mahakam Asin, PDAM Samarinda Kurangi Jam Operasional 5 IPA

SAMARINDA, Cinta-news.com – Kualitas air Sungai Mahakam menurun drastis akibat meningkatnya kadar klorida di tengah kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino. Kondisi tersebut mulai mengganggu layanan air bersih di sejumlah wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.

Intrusi air laut yang bergerak naik ke aliran Sungai Mahakam membuat air baku yang digunakan untuk kebutuhan pengolahan air bersih mengalami peningkatan kadar garam. Akibatnya, warga di kawasan terdampak mulai merasakan dampak langsung dari memburuknya kualitas air sungai terbesar di Kalimantan Timur tersebut.

Di Samarinda, Perumda Tirta Kencana menetapkan status “Kondisi Waspada” dan melakukan pengurangan jam operasional pada lima Instalasi Pengolahan Air (IPA). Kelima IPA tersebut yakni IPA Bantuas, IPA Palaran, IPA Pulau Atas, IPA Kalhol, dan IPA Sungai Kapih.

Pengurangan jam operasional itu berdampak pada tekanan dan durasi pengaliran air bersih ke rumah-rumah warga di wilayah sekitar IPA terdampak. Tentunya, hal ini membuat masyarakat harus lebih bersabar dan bijak dalam menggunakan air bersih yang masih tersedia.

Kadar Klorida Sungai Mahakam Meningkat

Perumda Tirta Kencana menyebut hasil pemantauan berkala menunjukkan kadar klorida air Sungai Mahakam telah bergeser dari kondisi normal menuju “Kondisi Waspada”. Kondisi tersebut membuat perusahaan daerah perlu menyesuaikan operasional pengolahan air untuk menjaga kualitas air hasil olahan sekaligus melindungi infrastruktur pengolahan.

Selain mengurangi jam operasional lima IPA, Perumda Tirta Kencana juga mengimbau pelanggan di kawasan terdampak yang masih menerima aliran air untuk segera menampung air cadangan. Warga juga diminta menghemat penggunaan air bersih selama kondisi tersebut berlangsung. Dengan demikian, masyarakat dapat membantu menjaga ketersediaan air bersih bagi semua orang.

Kukar Hentikan Operasional di Dua Kecamatan

Gangguan akibat meningkatnya kadar klorida juga terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Perumda Tirta Mahakam sebelumnya menghentikan sementara operasional pelayanan air bersih di Kecamatan Anggana dan Sangasanga karena kadar klorida air baku Sungai Mahakam terlalu tinggi.

Kadar klorida di sumber air baku tersebut mencapai 3.600 PPM. Angka itu jauh di atas ambang batas 250 PPM yang menjadi acuan PDAM untuk melakukan operasional. Penghentian layanan tersebut berdampak terhadap sekitar 7.500 pelanggan di Kecamatan Anggana dan Sangasanga. Tentu saja, ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan layanan PDAM untuk kebutuhan sehari-hari.

PDAM Kukar Datangkan Air dari Samarinda

Untuk mengurangi dampak penghentian operasional, Perumda Tirta Mahakam menyiapkan pasokan air dari Samarinda. Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Perumda Tirta Kencana Samarinda untuk mendapatkan sumber air yang dapat digunakan sebagai suplai bagi masyarakat.

“PDAM tentunya tidak berdiam diri. Ini juga lagi berupaya, salah satunya adalah kami mengambil air dari Loa Janan, dari Samarinda, dengan PDAM Samarinda untuk memberikan suplai, terutama untuk kebutuhan masyarakat,” jelas Suparno yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) PERPAMSI Kalimantan Timur periode 2026-2030, Jumat (28/8/2026).

Air dari sumber alternatif tersebut akan dibawa menggunakan mobil tangki dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di Anggana dan Sangasanga. Loa Janan dipilih sebagai salah satu sumber alternatif karena lokasinya relatif dekat dengan wilayah terdampak. Dengan demikian, proses distribusi air bersih dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Warga Diminta Tampung dan Hemat Air

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat di wilayah terdampak diminta menggunakan air bersih secara bijak. Perumda Tirta Kencana Samarinda meminta pelanggan yang masih menerima aliran air untuk menampung air cadangan. Sementara itu, Perumda Tirta Mahakam juga mengimbau masyarakat di Anggana dan Sangasanga melakukan hal serupa selama pasokan masih tersedia.

“Maka terkait dengan ini, kami imbau kepada masyarakat untuk pertama menampung air bersih selama itu masih bisa mengalir. Kemudian yang kedua juga dengan cara menghemat. Artinya, bijaklah dalam menggunakan air bersih ini,” pungkas Suparno.

Selain distribusi menggunakan mobil tangki, masyarakat di Anggana juga mulai mengambil air di instalasi PDAM setempat. Perumda Tirta Mahakam mempersilakan masyarakat memanfaatkan sumber air yang memenuhi syarat sambil menyiapkan distribusi air tangki. Tentunya, langkah ini menjadi solusi sementara yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah krisis air bersih yang melanda.

Kondisi ini menunjukkan dampak kemarau terhadap ketersediaan air bersih tidak hanya dirasakan di satu wilayah. Meningkatnya kadar klorida pada Sungai Mahakam membuat sejumlah layanan pengolahan dan distribusi air bersih di Samarinda dan Kukar harus menyesuaikan operasional. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tetap waspada dan bijak dalam menghadapi situasi ini, sambil terus berharap agar kondisi cuaca segera membaik dan kualitas air Sungai Mahakam kembali normal.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version