Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Kehadiran Wisata Paralayang Giri Sembung, Berkah bagi Pelaku Usaha Lokal

KULON PROGO, Cinta-news.com – Siapa sangka, destinasi wisata paralayang yang mengandalkan pemandangan eksotis Perbukitan Menoreh ini ternyata tidak hanya memanjakan mata para pengunjung. Justru di balik sensasi terbang bebas yang mendebarkan, atraksi udara di Giri Sembung, Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, perlahan menjelma menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi bagi penduduk sekitar. Bukan isapan jempol belaka, karena tempat wisata ini sudah mulai mengalirkan berkah finansial ke berbagai sektor usaha warga, mulai dari jasa ojek, rental mobil, penginapan homestay, hingga aneka kuliner khas yang menggugah selera.

Kehadiran Wisata Paralayang Giri Sembung, Berkah bagi Pelaku Usaha Lokal

Gempuran Wisatawan, Rezeki Warga Banjarasri Kini Tak Lagi Pas-pasan

Ketua Desa Wisata Banjarasri, Isfi Sholikhah, mengungkapkan rasa syukurnya karena geliat ekonomi di desanya mulai terasa sejak pintu paralayang Giri Sembung resmi dibuka pada akhir Mei 2026 lalu. Bayangkan, dalam kurun waktu yang relatif singkat, sudah hampir 300 penerbangan tandem berhasil dilayani oleh pengelola. Lonjakan jumlah pengunjung ini rupanya memberikan efek domino yang luar biasa terhadap aktivitas perekonomian masyarakat setempat. “Yang terlibat bukan hanya segelintir pengelola paralayang saja, tetapi hampir seluruh elemen warga ikut menikmati dampaknya. Mulai dari para pengemudi ojek, pemilik rental mobil, homestay, sampai penjual warung makan, semua ikut bergerak,” jelas Isfi dengan penuh antusias saat ditemui di Balai Desa Banjarasri, Minggu (26/7/2026).

Para Pengemudi Ojek hingga Homestay Mewah Siap Menyambut Pengunjung

Salah satu bukti nyata keterlibatan warga adalah dengan hadirnya sekitar 16 pengemudi ojek yang setiap hari setia mengantar wisatawan menuju lokasi lepas landas atau take off. Karena akses kendaraan roda empat belum sepenuhnya mendukung medan menuju titik puncak, maka jasa ojek ini menjadi tulang punggung mobilitas pengunjung. Dengan tarif mulai Rp 25.000 sekali jalan, para pengemudi ojek mengaku pendapatan mereka meningkat signifikan, terutama pada akhir pekan. Tidak hanya ojek, tersedia pula sekitar lima unit mobil rental yang siap melayani antar-jemput wisatawan, baik untuk perjalanan dari Banjarasri menuju Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) maupun ke kawasan ikonik Malioboro dengan tarif mulai Rp 250.000. Semua layanan ini saling bersinergi menciptakan ekosistem wisata yang dinamis.

Terbang Tandem Tak Cukup Sehari, Homestay dan Kuliner Siap Memanjakan

Bagi para pencari adrenalin yang ingin mencicipi sensasi terbang tandem di Giri Sembung, mereka harus merogoh kocek mulai Rp 450.000 per penerbangan. Namun, perlu diingat bahwa harga tersebut belum termasuk tambahan biaya dokumentasi menggunakan kamera GoPro dan kamera 360 derajat untuk mengabadikan momen spektakuler di udara. Menurut Isfi, pengalaman wisata paralayang tidak boleh berhenti hanya pada aktivitas terbang semata. Karena itu, Desa Wisata Banjarasri telah menyiapkan sejumlah homestay yang nyaman bagi wisatawan yang berniat menginap lebih lama. Pilihan akomodasi pun beragam, mulai dari tipe standar hingga kamar VIP yang dilengkapi pendingin udara. “Homestay sudah ada beberapa yang menjalin kerja sama dengan desa wisata. Kami menyediakan pilihan VIP, kamar ber-AC, dan juga kelas biasa agar semua kalangan bisa menikmati,” tambah Isfi.

Lebih Dari Sekadar Terbang, Camping Ground dan Arung Jeram Jadi Incaran

Pengelola tidak mau berpuas diri. Rencana besar tengah digodok untuk mengembangkan kawasan Giri Sembung dengan konsep camping ground yang kekinian. Bahkan, mereka juga berencana mengintegrasikan wisata paralayang dengan aktivitas arung jeram yang menantang. Paket wisata terpadu ini sengaja dirancang agar wisatawan betah berlama-lama di Kulon Progo, sehingga dampak ekonomi terhadap warga bisa semakin terasa dan berkelanjutan.

Turis Asing Mulai Melirik, Akses Jalan Tetap Jadi PR Besar

Daya tarik Giri Sembung ternyata sudah menembus pasar internasional. Hingga saat ini, sedikitnya 11 wisatawan mancanegara dari China, Korea Selatan, dan Malaysia telah mencicipi langsung pengalaman terbang tandem di sini. Meskipun perkembangan ini sangat menggembirakan, Isfi tidak menampik bahwa masih ada pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi. Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah akses jalan menuju lokasi take off yang masih sempit dan memerlukan perbaikan fisik. “Jalur menuju take off memang harus segera diperlebar dan diperbaiki. Kami yakin, jika akses semakin baik, maka pelayanan kepada wisatawan akan semakin maksimal dan jumlah kunjungan pun akan terus melonjak,” tegasnya.

Dengan terus meningkatnya volume kunjungan wisata, Desa Wisata Banjarasri optimistis bahwa paralayang Giri Sembung bukan sekadar destinasi wisata baru yang instagramable, melainkan juga akan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di wilayah Kulon Progo.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *