DEPOK, Cinta-news.com – Nah, ini nih cerita yang bikin hati miris. Bayangkan, seorang kernet truk berinisial RM (28) harus meregang nyawa dengan cara yang tragis. Sebuah truk lain menabraknya hingga tewas di ruas Tol Cijago KM 44.850, Sukmajaya, Kota Depok. Kejadian ini sendiri berlangsung pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 15.50 WIB. Sungguh, situasi yang seharusnya bisa kita cegah!
Mari kita urai kronologinya. Pertama-tama, sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel Light bernopol F 8865 UK terpaksa menepi. Ban belakang kirinya pecah di tengah perjalanan. Otomatis, pengemudi dan kernetnya langsung turun untuk segera mengganti ban cadangan. Mereka jelas ingin cepat selesai agar bisa melanjutkan perjalanan.
“Kemudian, baik pengemudi maupun kernetnya turun dari mobil untuk mengganti ban cadangan. Posisi sang pengemudi sendiri saat itu berdiri di sisi kiri mobil,” jelas Kanit Laka Satlantas Polres Metro Depok, Iptu Pujiono, pada hari Sabtu. Sementara itu, korban, RM, bekerja di bagian belakang truk. Di sanalah dia berusaha melepas ban cadangan yang akan mereka gunakan.
Namun, di waktu yang bersamaan, malapetaka mulai mendekat. Sebuah truk lain bernopol D 8306 UE melaju di lajur yang sama. Truk itu perlahan namun pasti mendekati lokasi mereka yang sedang bermasalah. Nah, di sinilah titik kritisnya. Diduga kuat, pengemudi truk yang mendekat ini kurang konsentrasi alias gagal fokus. Alhasil, tanpa mampu menghindar, truk itu pun menghantam korban yang sedang sibuk di belakang truk.
Benturan itu lalu mendorong korban dengan keras ke depan. Akibatnya, tubuh RM membentur bagian belakang truk Mitsubishi Colt Diesel miliknya sendiri. “Benturan keras itulah yang mengakibatkan kernet tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar Pujiono menerangkan kronologi yang memilukan. Jadi, bukan sekadar tertabrak, tapi juga terhantam mobilnya sendiri.
Nah, yang membuat cerita ini semakin pelik, pemeriksaan sementara justru mengungkap fakta mengejutkan. Pengemudi truk yang menabrak korban ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan RM! Ya, kamu baca benar. Pelaku dan korban ternyata saudara. Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan sang pengemudi di Unit Laka Satlantas Polres Metro Depok. Mereka akan memproses hukum lebih lanjut. Bisa kita bayangkan betapa beratnya beban psikologis yang sekarang dia tanggung.
Korban, RM, benar-benar tidak bisa tim medis selamatkan. Luka berat di bagian kepalanya membuatnya dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Pertolongan medis pun sudah tak berarti lagi untuknya. Kondisi ini jelas memicu duka yang mendalam bagi keluarga.
Sementara itu, berbeda dengan kernetnya, pengemudi truk yang bersama korban (berinisial JR) berhasil tim evakuasi larikan ke Rumah Sakit Graha Permata Ibu Depok. Dia beruntung karena hanya membutuhkan perawatan untuk luka-luka yang tidak terlalu parah. “Pengemudi truk inisial JR mengalami luka memar, lecet kaki dan tangan. Sedangkan penumpang inisial RM (28) luka berat dan meninggal di TKP,” tegas Pujiono memaparkan perbedaan nasib kedua orang tersebut.
“Untuk sopir truk yang menabrak, kita sudah bawa ke kantor untuk pemeriksaan. Adapun sopir satunya lagi yang dari truk korban, kini dia mendapat perawatan di RS Graha Permata Ibu,” lanjutnya menutup penjelasan. Dua sopir, dua takdir yang berbeda, dengan satu korban jiwa yang meninggal dalam kesedihan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
