JAKARTA, Cinta-news.com – Minggu pagi yang seharusnya tenang di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, mendadak berubah mencekam. Sebuah kobaran api dengan cepat melahap bagian depan Hotel Pullman Central Park pada Sabtu (1/8/2026) pagi, sontak membuat para penghuni hotel dan warga sekitar panik. Kabar baiknya, petugas pemadam kebakaran berhasil menjinakkan si jago merah, namun misteri di balik penyebab kebakaran ini masih menyisakan tanda tanya besar dan menjadi fokus utama penyelidikan.
Awal Mula Kepanikan: Bau Asap yang Menggugah Kecurigaan
Kepanikan mulai terasa ketika seorang petugas keamanan hotel yang tengah melakukan inspeksi rutin di area tangga darurat mencium aroma tidak biasa. Saat itu, waktu menunjukkan sekitar pukul 07.54 WIB. Petugas yang berada di lantai P5 itu mengendus bau asap yang sangat menyengat. Tanpa membuang waktu, ia segera menyusuri sumber bau dan terkejut bukan kepalang ketika mendapati lidah api sudah mulai muncul dan merayap di lantai P4. “Petugas keamanan itu langsung mencium bau gosong. Setelah diperiksa, ternyata benar ada api di lantai P4,” jelas Suroto, Kepala Sektor Pemadam Kebakaran Kebon Jeruk, saat dihubungi awak media, Sabtu.
Dengan sigap, petugas keamanan berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia. Namun, bara api ternyata membesar dengan cepat dan sulit dikendalikan. Menyadari upaya awal gagal, pihak manajemen hotel langsung menghubungi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat. Laporan resmi masuk ke pusat panggilan darurat pada pukul 07.59 WIB. Respons cepat pun diberikan dengan mengerahkan kekuatan besar-besaran; sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran dan puluhan personel terbaik langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api.
Saksi Mata: Percikan Api dari Atas Menyambar Kanopi Lobi
Kesaksian warga pun menguatkan kronologi kejadian. Seorang warga bernama Audi yang melintas di sekitar lokasi mengaku melihat kobaran api pertama kali sekitar pukul 07.50 WIB. Ia menyaksikan api menjilat bagian atas bangunan dengan dahsyat. Yang lebih mengerikan, percikan api besar tiba-tiba berhamburan ke bawah dan menyambar kanopi di area lobi hotel. “Saya lihat pas jam segitu, api sudah mulai membakar bagian atas. Percikannya jatuh mengenai kanopi lobi,” ungkap Audi kepada petugas. Ia juga menjelaskan asal usul percikan api, “Saya lihat percikan api itu berasal dari panel jendela di bagian atas. Dari atas menjalar ke bawah, makanya kanopi ini ikut terbakar.”
Saat tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 08.45 WIB, kerja keras petugas membuahkan hasil. Kobaran api yang sempat mengancam bangunan utama akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan total. Meskipun sudah padam, kejadian ini meninggalkan kerusakan yang sangat terlihat. Kanopi di sisi lobi yang megah kini hanya tersisa rangka besi yang menghitam dan melengkung akibat sengatan panas. Panel fasad bangunan bagian atas juga tampak rusak dengan sisa-sisa bekas jilatan api yang menghitam. Di akses masuk lobi, puing-puing material kanopi masih berserakan dan aroma gosong yang khas masih sangat menyengat di udara pagi itu.
Situasi Mulai Terkendali, Aktivitas Hotel Berangsur Normal
Meskipun api sudah padam, kewaspadaan tetap dijaga. Empat unit mobil pemadam kebakaran terlihat masih bersiaga di depan hotel, dengan petugas yang terus memeriksa setiap sudut untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersembunyi. Pihak berwenang tidak mau mengambil risiko terhadap kemungkinan munculnya percikan api kembali.
Aktivitas di hotel yang sempat lumpuh total mulai berangsur pulih. Sekitar pukul 09.39 WIB, sejumlah pegawai hotel dan tamu yang sebelumnya dievakuasi dengan tertib mulai diperbolehkan kembali memasuki area hotel. Para petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat kepolisian, dan tim manajemen hotel terlihat masih sibuk melakukan pemantauan ketat di sekitar lokasi kejadian. Suasana pun perlahan kembali normal, meskipun sebagian besar armada Gulkarmat telah meninggalkan lokasi. Untuk antisipasi, satu unit mobil light rescue masih tetap disiagakan di depan hotel.
Dugaan Sementara Mengarah ke Korsleting, Namun Penyebab Pasti Masih Misterius
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, Kepala Sektor Suroto mengungkapkan bahwa titik api diduga kuat berasal dari shaft atau saluran utilitas yang berada di area parkir gedung. “Kami menduga objek yang terbakar adalah shaft yang posisinya di pinggir, tepatnya dugaan sementara di area P2 gedung parkir,” terangnya. Akibat insiden ini, diperkirakan area seluas sekitar 200 meter persegi mengalami kerusakan material yang tidak sedikit.
Namun, satu pertanyaan besar masih menggantung di benak publik: apa sebenarnya penyebab pasti kebakaran ini? Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfie, memastikan bahwa tim penyelidik saat ini masih bekerja keras mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih menjadi misteri. “Kami masih dalam proses penyelidikan mendalam,” ujar Syaiful singkat.
Meskipun belum ada kepastian, Syaiful membocorkan adanya dugaan awal yang mengerucut. “Ya, untuk sementara kami kuatkan pada dugaan adanya fenomena korsleting listrik atau hubungan arus pendek,” ungkapnya. Namun, dengan tegas ia menekankan bahwa semua ini masih bersifat spekulasi awal dan bukanlah kesimpulan akhir. “Kalau untuk penyebab pastinya, tentu belum bisa kami sampaikan karena masih dalam penyelidikan,” pungkasnya. Masyarakat dan pengelola hotel kini menunggu hasil resmi dari tim laboratorium forensik untuk mengungkap tabir dibalik peristiwa kebakaran yang mengguncang Hotel Pullman Central Park pagi itu.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











