Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Usulan Tarif Masuk Ragunan Naik Jadi Rp10.000, Pramono Anung Tegaskan Segera Putuskan

JAKARTA, Cinta-news.com — Kabar mengejutkan datang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang saat ini sedang menggodok rencana penyesuaian harga tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, hingga menyentuh angka Rp10.000 per orang. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pemerintah bakal langsung mengambil keputusan final terkait lonjakan tarif tersebut dalam kurun waktu yang sangat singkat.

“Lantaran harga tiket Ragunan ini tercatat paling murah jika kita membandingkannya dengan kebun binatang mana pun di kota-kota besar dunia, maka kami sangat perlu mempertimbangkan penyesuaian harga ini, meskipun sampai detik ini keputusan resminya belum saya tandatangani,” ungkap Pramono saat memberikan keterangan pers di Gedung PMI DKI Jakarta, Jakarta Pusat, pada Kamis (17/9/2026).

Oleh karena itu, Pramono lantas menekankan bahwa penyesuaian tarif tersebut sejatinya menjadi langkah teramat krusial sebab biaya operasional untuk merawat ribuan flora dan fauna di dalam kawasan konservasi megah itu memakan anggaran yang sangat membengkak.

“Memang benar kami mengusulkan hal ini lantaran harga lama terlampau murah, padahal di sisi lain biaya perawatan harian untuk menjamin kehidupan hewan, flora, serta ekosistem di dalamnya menuntut dana yang tidak sedikit,” tutur Pramono dengan tegas.

Selain faktor biaya operasional yang sangat mahal, Pramono juga menyoroti lonjakan dramatis dari angka kunjungan masyarakat yang justru makin melimpah, terlebih sejak pengelola secara resmi meluncurkan program sensasional berupa wisata malam hari di Ragunan.

Meskipun demikian, sang gubernur sejauh ini memang masih enggan membocorkan angka pasti mengenai tarif akhir yang bakal berlaku untuk seluruh pengunjung nantinya.

Usulan Tarif Dewasa dan Anak-anak

Sebelum wacana ini memanas di publik, Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya ternyata sudah lebih dulu menggebu-gebu mendorong percepatan penyesuaian tiket masuk destinasi wisata favorit warga Jakarta tersebut.

Lewat usulan resmi yang disodorkan sejak awal September 2026 lalu, pihak legislatif menginginkan tarif pengunjung dewasa berubah dari yang tadinya cuma Rp4.000 menjadi Rp10.000, sedangkan untuk tiket anak-anak bakal terkerek naik dari Rp3.000 menjadi Rp7.500 per orang.

“Sesungguhnya wacana kenaikan ini sudah mengendap sejak tahun lalu tanpa ada kejelasan, alhasil kami di DPRD merasa perlu mengawal isu ini agar prosesnya bisa langsung dipacu lebih cepat,” tegas Dimaz sewaktu memberikan pernyataan resminya pada Jumat (4/9/2026).

Di samping memburu penyesuaian angka, Dimaz turut menegaskan bahwa kenaikan harga tiket ini secara mutlak wajib dibarengi oleh lonjakan mutu pelayanan publik sekaligus peningkatan perawatan kualitas hidup para satwa.

“Oleh sebab itu, kami terus mendesak agar kenaikan tarif tiket ini nantinya secara langsung mengerek tingkat kenyamanan warga, sehingga masyarakat pun benar-benar bisa merasakan manfaat spektakuler saat bertamasya ke Ragunan,” tambahnya.

Pengunjung Dukung Kenaikan dengan Catatan

Menariknya, isu panas mengenai rencana penggelembutan tiket masuk Ragunan menjadi Rp10.000 ini rupanya langsung memantik respons positif dari rombongan pengunjung yang sedang berwisata di sana.

Namun demikian, deretan dukungan manis dari warga tersebut tidak datang begitu saja, melainkan diiringi oleh tumpukan syarat tegas agar pihak pengelola segera membenahi fasilitas umum, meningkatkan kenyamanan lokasi, serta menjamin kesehatan seluruh satwa.

Salah satu pengunjung setia, Mawadah Putri (29), secara terbuka mengungkapkan bahwa dompetnya sama sekali tidak bakal terbeban oleh nominal baru senilai Rp10.000 tersebut lantaran harganya masih tergolong amat merakyat.

Kendati tidak keberatan bayar lebih mahal, Mawadah lantas meminta pengelola untuk gencar menanam pohon-pohon baru supaya kawasan outdoor Ragunan bisa terasa jauh lebih rindang dan tidak menyiksa fisik pengunjung.

“Jujur saja saya sama sekali tidak masalah membayar Rp10.000 karena angkanya masih terjangkau, tetapi pengelola tolong banget bikin tempat ini makin rimbun dan adem sebab cuaca di sini panasnya luar biasa,” cetus Mawadah di tengah cuaca terik Ragunan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (5/9/2026).

Bukan hanya urusan pepohonan yang gersang, Mawadah juga mendesak pembenahan total pada papan petunjuk arah agar tidak membingungkan, penjaminan kebersihan toilet serta mushala, hingga penyediaan ruang laktasi dan fasilitas ganti popok bayi yang layak.

Pengunjung Minta Transparansi Penggunaan Dana

Senada dengan pendapat tersebut, pengunjung lain yang memboyong keluarganya jauh-jauh dari Depok, Nanat (36), turut menyatakan persetujuannya jika tiket Ragunan kelak naik jadi Rp10.000.

Sebab menurut penilaiannya, Ragunan tidak sekadar berfungsi sebagai wahana rekreasi yang murah meriah, melainkan memikul misi mulia sebagai arena edukasi anak sekaligus benteng konservasi satwa langka.

“Apalagi kalau kita cermati bersama, Ragunan ini bukan sekadar tempat piknik keluarga, melainkan sarana belajar anak dan tempat konservasi hewan yang membutuhkan anggaran perawatan luar biasa mahal,” lugas Nanat.

Meskipun begitu, Nanat tetap menyisipkan peringatan keras supaya harga baru nanti tidak melonjak terlalu liar demi menjaga keterjangkauan masyarakat bawah, serta menuntut alokasi dana hasil penjualan tiket disalurkan secara tepat sasaran.

Sementara itu, pengunjung lainnya, Achmad Bayhak, secara lantang memohon kepada jajaran Pemprov DKI Jakarta agar tidak ugal-ugalan menetapkan harga tiket di atas nominal Rp10.000.

“Tentu saya sangat setuju dengan penyesuaian ini, tetapi tolong batas maksimalnya jangan sampai menjebol angka Rp10.000, kalau bisa malah di bawah itu lantaran Ragunan merupakan destinasi rekreasi utama bagi kalangan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah,” harap Achmad.

Lantas, Achmad juga menekankan bahwa publik siap menerima lonjakan tarif tersebut asalkan dampak positifnya bisa langsung dinikmati oleh para pengunjung maupun satwa penghuni kebun binatang, yang dibuktikan lewat keterbukaan laporan keuangan.

“Oleh karena itu, pengelola harus benar-benar membeberkan secara transparan kemana aliran uang tambahan tersebut diputar, sebab jika alokasinya murni untuk perawatan hewan, kebersihan lingkungan, serta fasilitas pengunjung, masyarakat pasti menganggap kenaikan itu wajar,” tegasnya.

Sebagai penutup sarannya, Achmad pun mendorong agar proses penyesuaian harga dilaksanakan secara bertahap, sembari meminta pemda mempertahankan tiket murah atau gratis bagi anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

Ketua DPRD DKI Minta Layanan Dibenahi

Di sisi lain benteng kebijakan, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin secara terang-terangan justru memasang sikap menolak keras wacana kenaikan tarif tiket Ragunan menjadi Rp10.000 jika tidak diimbangi oleh reformasi total pada standar pelayanan.

Langkah tegas ini diambil Suhud lantaran dirinya meyakini bahwa masyarakat pembayar pajak berhak mendapatkan lonjakan manfaat yang nyata dan sepadan saat membeli tiket yang harganya sudah dinaikkan.

“Sebaliknya, saya secara pribadi sangat tidak setuju apabila tata kelolanya hanya berjalan monoton seperti sekarang tanpa menghadirkan kebaruan wahana yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh pengunjung,” cerceh Suhud saat dijumpai di Gedung DPRD DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu (9/9/2026).

Lebih jauh lagi, Suhud menilai bahwa manajemen Ragunan sejatinya dilarang keras terus-menerus menggantungkan pundi-pundi pendapatannya hanya dari hasil penjualan tiket masuk, melainkan harus berani melakukan terobosan bisnis kreatif seperti menggelar acara akbar, mendirikan pujasera modern, hingga menjual merchandise resmi.

“Maka dari itu, jangan cuma mengandalkan jualan tiket semata; padahal kalau kita amati kondisi fisiknya, Ragunan memang butuh tambahan dana, namun di sisi lain masyarakat kecil juga sangat haus akan hiburan yang terjangkau,” tandas Suhud.

Bahkan untuk menyelesaikan dilema anggaran ini, Suhud secara terbuka mendorong pemerintah agar berani menggandeng investor swasta guna menyulap lahan-lahan tidur di dalam Ragunan yang selama ini terabaikan.

Alhasil, lewat gebrakan pembangunan fasilitas baru dan inovasi daya tarik yang modern tersebut, Ragunan diproyeksikan sanggup mendongkrak pemasukan daerah sekaligus memicu gelombang pengunjung untuk terus datang kembali di masa depan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *