Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Kabupaten Brebes Dipilih sebagai Lokasi Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia

Cinta-news.com – Wah, ada kabar besar nih dari tanah Jawa Tengah! Kabupaten Brebes sebentar lagi bakal punya mega farm sapi perah yang katanya paling gede se-Indonesia. Proyek ambisius ini sanggup memproduksi susu sampai 180.000 ton setiap tahunnya. Gila banget, kan? Nah, proyek raksasa ini digarap oleh PT Global Dairy Bersama (GDB) yang tidak lain adalah bagian dari Djarum Group. Jadi, jangan heran kalau nanti kita bisa menikmati susu segar produksi dalam negeri dengan kualitas wah!

Sambutan Hangat dari Bupati Brebes: Ini Peluang Emas!

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, langsung heboh menyambut gembira investasi sebesar ini. Menurutnya, proyek ini membuka peluang lebar untuk menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mengerek kesejahteraan masyarakat setempat. “Kami merasa bangga banget. Investasi berskala nasional ini bisa jadi solusi jitu buat ngentasin kemiskinan di Brebes,” ujar Paramitha dengan penuh semangat dalam rilis pers yang diterima pada Jumat (17/4/2026). Ia pun berharap proyek tersebut secara nyata meningkatkan pendapatan warga sekaligus memperkuat sektor peternakan sebagai tulang punggung ekonomi daerah. “Kami siap mendukung penuh sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku,” tegasnya lagi.

Dukungan Penuh dari Gubernur Jateng: Brebes Harus Berdaya Saing!

Ternyata, proyek strategis ini juga mendapatkan lampu hijau dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, dengan lantang menegaskan komitmennya untuk mengawal realisasi investasi tersebut. “Saya selaku gubernur sangat mendukung. Kita wajib support biar Brebes menjelma jadi kabupaten yang punya daya saing tinggi,” ujar Luthfi ketika menerima audiensi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian bersama jajaran GDB di Kantor Gubernur pada Kamis (16/4/2026). Menurut pandangannya, Jateng saat ini menjelma menjadi magnet investasi berkat kondisi keamanan yang kondusif, kepastian hukum yang terjamin, kemudahan urusan perizinan, serta ketersediaan tenaga kerja yang mumpuni. “RPJM 2026 kita fokuskan pada swasembada pangan, termasuk susu. Makanya, investasi model begini sangat strategis,” tegas Luthfi dengan penuh keyakinan.

Dirjen PKH Kementan: Ini yang Terbesar di Tanah Air!

Dirjen PKH Kementan, Agung Suganda, juga ikut angkat bicara. Ia mengungkapkan bahwa proyek ini berpotensi menjadi mega farm sapi perah nomor wahid di Indonesia. “Kalau proyek ini terwujud, bakal jadi yang terbesar. Soalnya, saat ini peternakan terbesar dalam satu hamparan baru sekitar 20.000 ekor,” jelasnya. Mega farm ini diproyeksikan sanggup menyumbang hingga 18 persen dari total produksi susu nasional. Coba bayangkan, saat ini produksi dalam negeri baru sekitar 1 juta ton per tahun, sementara kebutuhan kita mencapai 4,7 juta ton. Alhasil, sekitar 80 persen kebutuhan susu masih bergantung pada impor. Nah, mega farm ini tidak hanya ditargetkan menjadi yang terbesar di Indonesia, tetapi juga diharapkan mampu memangkas ketergantungan kita terhadap susu impor secara signifikan.

Konsep Heboh: Bukan Sekadar Peternakan, Tapi Ekosistem!

Sementara itu, perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri, memaparkan dengan rinci bahwa proyek tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 710 hektar dengan konsep terintegrasi dari hulu ke hilir. “Ini bukan sekadar kandang sapi biasa, melainkan ekosistem lengkap dari hulu sampai hilir,” ujarnya penuh antusias. Proyek ini mengusung konsep close loop system yang ramah lingkungan. Caranya gimana? Mereka bakal mengolah limbah ternak menjadi biogas sebagai sumber energi, memanfaatkan residu sebagai pupuk organik, serta menerapkan sistem daur ulang air demi efisiensi. Dengan target populasi sekitar 28.000 ekor sapi, produksi susu diperkirakan mencapai 180.000 ton per tahun. Fasilitas pendukung yang dibangun juga meliputi pabrik pengolahan susu, pabrik pakan, hingga kawasan perkebunan jagung. Keren banget, kan?

Dampak Sosial Ekonomi: Ribuan Petani dan Peternak Tersenyum

Dari sisi sosial ekonomi, proyek ini dipastikan membawa dampak yang luar biasa besarnya. Diproyeksikan sekitar 5.000 petani bakal dilibatkan secara aktif dalam penyediaan pakan di lahan seluas 2.000 hektar. Tak berhenti di situ, sekitar 8.000 peternak lokal juga akan digandeng dalam pengembangan sapi perah. “Ini bentuk nyata pemberdayaan masyarakat,” tegas Ihsan dengan penuh keyakinan. Jadi, proyek ini tidak hanya membangun pabrik, tetapi juga membangun kemandirian warga sekitar.

Jadwal Pelaksanaan: Catat Tanggalnya!

Adapun jadwal pelaksanaan proyek sudah disusun dengan matang. Persiapan lahan akan dimulai pada Juni 2026, dilanjutkan dengan proses pembangunan hingga akhir 2027. Target produksi perdana atau first milking sendiri dijadwalkan pada Desember 2027. Artinya, tinggal menghitung hari lagi kita bakal menyaksikan revolusi susu dari Brebes! Siap-siap ya, karena industri susu nasional bakal berguncang hebat!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *