Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Lebih Jauh dari PL-15, Rudal Baru China PL-16 Disebut Targetkan AIM-260 AS

BEIJING, Cinta-news.com – Dunia pertahanan internasional kembali dibuat gempar oleh kabar terbaru dari China. Negara Tirai Bambu itu diduga tengah serius mengembangkan rudal udara-ke-udara generasi teranyar dengan kode PL-16. Rudal ini digadang-gadang memiliki kemampuan yang jauh lebih superior dibandingkan pendahulunya, PL-15, yang sudah terkenal menakutkan.

Seperti terlihat dalam sebuah gambar materi presentasi yang beredar luas, rudal canggih ini diklaim sanggup menjangkau target sejauh lebih dari 300 kilometer, atau sekitar 186 mil. Pencapaian jarak sejauh itu berkat penggunaan mesin roket mutakhir dengan sistem daya dorong variabel. Teknologi ini memungkinkan rudal mengatur kecepatan secara fleksibel sepanjang lintasan terbangnya.

Informasi menggemparkan tentang PL-16 ini muncul hanya beberapa pekan setelah gambar pertama rudal udara-ke-udara terbaru milik Angkatan Udara Amerika Serikat, AIM-260, ikut beredar di publik. Banyak pihak meyakini bahwa rudal bikinan China tersebut menjadi salah satu alasan utama Washington bergegas mengembangkan AIM-260 sebagai tandingan. Meski begitu, keaslian gambar yang memuat detail teknis PL-16 ini belum bisa dikonfirmasi secara independen oleh pihak mana pun.

PL-16: Lebih Ekstrem dari AIM-260 yang Canggih Sekalipun

Menukil laporan South China Morning Post pada Rabu (3/6/2026), rudal PL-15 saat ini masih menjadi tulang punggung utama persenjataan udara-ke-udara Angkatan Udara China. Rudal ini sudah terbukti mematikan di berbagai latihan maupun operasi nyata.

Namun, sang penerus yakni PL-16, rupanya telah dikembangkan secara diam-diam dalam beberapa tahun terakhir. Wajar saja informasinya sangat terbatas dan minim bocoran. Sebuah gambar yang beredar di internet disebut-sebut sebagai materi presentasi internal yang memetakan perkembangan rudal udara-ke-udara China, mulai dari PL-11, PL-12, PL-15, hingga akhirnya PL-16.

Berdasarkan klaim di dalam gambar tersebut, PL-16 bakal memiliki jangkauan lebih dari 50 persen lebih jauh dibandingkan AIM-260 milik AS. Jika klaim ini akurat, artinya rudal Amerika itu hanya sebanding dengan PL-15 yang memiliki jarak jangkau sekitar 200 kilometer. Mengerikan, bukan?

Materi tersebut juga dengan gamblang menyebutkan bahwa PL-16 akan membawa loncatan performa luar biasa dibandingkan PL-15. Mulai dari jangkauan serangan yang lebih panjang, kemampuan anti-gangguan yang lebih kuat, peningkatan kemampuan menembus pertahanan musuh, serta kemampuan adaptasi operasional yang lebih luas. Semua ini membuat PL-16 pantas disebut sebagai mimpi buruk bagi lawan-lawannya.

Teknologi Baru: Mesin Variabel hingga Radar AESA Canggih

Apa yang membuat PL-16 begitu spesial? Dalam materi yang beredar, kita bisa menemukan penjelasan menarik. Rudal ini disebut akan menggunakan mesin roket padat dengan daya dorong variabel. Teknologi ini memungkinkan sistem mengatur dorongan secara terus-menerus dan waktu nyata (realtime) untuk mengoptimalkan penggunaan energi. Hasilnya, rudal bisa terbang lebih hemat bahan bakar dan berpotensi memberikan jangkauan maksimal yang jauh lebih besar.

Tak berhenti di situ, rudal PL-16 juga diklaim dibekali sistem komunikasi data dua arah. Artinya, rudal bisa menerima sekaligus mengirimkan informasi selama penerbangan. Ini meningkatkan akurasi dan fleksibilitas dalam pertempuran. Selain itu, radar Active Electronically Scanned Array (AESA) juga turut disematkan. Radar AESA ini terkenal sulit diacak dan mampu membidik target dengan presisi tinggi.

Sebagai perbandingan, rudal PL-15 menggunakan mesin roket padat dual-pulse yang memang sudah memberikan jangkauan lebih jauh. PL-15 juga telah dilengkapi radar AESA, namun sistem komunikasi datanya masih satu arah, hanya untuk menerima pembaruan posisi target. Sementara AIM-260 milik Amerika Serikat dilaporkan juga menggunakan mesin roket padat dual-pulse dan pencari target berbasis radar AESA. Namun, dengan teknologi mesin variabel, PL-16 jelas unggul di sektor jangkauan.

PL-15 Sudah Buktikan Gigi, PL-16 Pasti Lebih Ganas!

Nama PL-15 sendiri mulai melambung tinggi di kancah internasional setelah varian ekspornya, PL-15E, digunakan Angkatan Udara Pakistan untuk menembak jatuh beberapa jet tempur India dalam konflik tahun lalu. Peristiwa dramatis itu menjadi kali pertama rudal buatan China diuji dalam situasi pertempuran nyata, dan hasilnya sungguh mencengangkan.

Salah satu insiden paling mengejutkan melibatkan jet tempur siluman Rafale milik India, buatan perusahaan Dassault Prancis yang terkenal canggih. Pesawat kebanggaan India tersebut dilaporkan dihancurkan oleh rudal PL-15E yang diluncurkan dari jarak lebih dari 180 kilometer. Siapa peluncurnya? Jet tempur J-10CE buatan China yang dioperasikan Pakistan. Bayangkan, jarak sejauh itu namun tembakan tetap akurat dan mematikan.

Keberhasilan luar biasa tersebut secara dramatis meningkatkan perhatian global terhadap kemampuan rudal udara-ke-udara China, terutama dalam skenario pertempuran jarak jauh (beyond visual range). Kini, dengan adanya PL-16 yang lebih canggih, para analis militer pasti akan semakin gelisah.

Di sisi lain, AIM-260 yang sedang dikembangkan Amerika Serikat memang dirancang sebagai rudal udara-ke-udara generasi baru. Ukurannya disebut mirip dengan AIM-120, rudal udara-ke-udara paling canggih Amerika saat ini. Berkat desain kompak itu, AIM-260 diperkirakan mudah ditempatkan di ruang senjata internal pesawat siluman seperti Lockheed Martin F-22 Raptor dan Lockheed Martin F-35 Lightning II. Namun, semua kehebatan itu seolah masih kalah jauh jika dibandingkan dengan jangkauan PL-16 yang fantastis. Rudal Amerika tersebut juga disebut menggunakan konfigurasi badan tanpa sayap dan hanya mengandalkan empat sirip ekor untuk kendali. Sementara China sudah melangkah lebih jauh dengan mesin dorong variabel. Siapa yang sebenarnya tertinggal? Anda bisa menebaknya sendiri.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version