LONDON, Cinta-news.com – Pemerintah Inggris melarang semua pejabat Israel hadir di pameran senjata London bulan depan. Langkah ini menunjukkan memburuknya hubungan kedua negara akibat perang Gaza.
Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi kebijakan ini pada Jumat (29/8/2025). Mereka secara tegas menyatakan tidak mengundang delegasi pemerintah Israel. Namun, mereka tetap mengizinkan perusahaan pertahanan Israel untuk berpartisipasi. Israel langsung menentang keputusan ini dan menyatakannya sebagai tindakan diskriminatif.Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi kebijakan ini Jumat (29/8/2025). Mereka menegaskan tidak akan mengundang delegasi pemerintah Israel. Meski begitu, perusahaan pertahanan Israel masih boleh ikut. Keputusan ini langsung ditentang Israel yang menyebutnya diskriminatif.
Pemerintahan PM Starmer mengambil sikap tegas. Mereka telah menangguhkan izin ekspor senjata ke Israel. Mereka juga menghentikan perundingan perdagangan bebas. Selain itu, mereka menjatuhkan sanksi kepada dua menteri Israel. Langkah-langkah ini merupakan protes atas operasi militer Israel di Gaza.
Pernyataan Inggris menegaskan, “Keputusan Israel salah.” London mendesak solusi diplomatik segera. Mereka menuntut gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan untuk Gaza.
Israel membalas dengan keras. Mereka menyebut pembatasan ini diskriminatif. Sebagai protes, Israel tidak akan dirikan paviliun nasional. Mereka memutuskan menarik diri dari pameran.
Sebulan sebelumnya, Starmer sudah mengancam. Dia akan akui Palestina jika Israel tidak lakukan gencatan senjata. Konflik ini dipicu serangan Hamas Oktober 2023.
Perancis juga tunjukkan sikap serupa. Pada Juni, Paris blokir produsen senjata Israel di Paris Air Show. Alasannya, mereka pamerkan persenjataan ofensif.
Menteri luar negeri UE akan bertemu di Kopenhagen Sabtu (30/8/2025). Mereka akan bahas sanksi baru untuk Israel dan Hamas. Swedia dan Belanda sudah serukan tindakan terhadap kedua pihak.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
