Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Ibu di Semarang Selamat Meski Rumahnya Hancur Tertimpa Alat Berat 70 Ton

Cinta-news.com – Malam itu, Niken (38) sedang terlelap bersama anaknya di kamar belakang rumahnya di Jalan Gotongroyong, Tinjomoyo, Semarang. Tiba-tiba, guncangan dahsyat mengoyang ruangan dan membuatnya kaget. “Aku kira gempa, ternyata…” ujarnya terbata-bata. Sebuah alat berat raksasa seberat 70 ton jatuh dari truk dan menghancurkan rumahnya!

Truk pengangkut alat berat jenis Rotary Drilling Rig oleng dan kehilangan kendali di Tanjakan Gombel yang terkenal curam dengan kemiringan 40 derajat. Ganjalan roda yang terlepas membuat alat berat meluncur mundur bak adegan film laga. Dalam sekejap, benda seberat puluhan ton itu menghancurkan rumah Niken.

Niken terjebak di antara reruntuhan selama 30 menit yang mencekam. Tembok roboh menindih separuh badannya, membuatnya sulit bernapas dan kepala terasa nyeri. “Aku nggak bisa bergerak, cuma bisa berdoa supaya anakku selamat,” ucapnya lirih. Sumardi, ayah Niken, langsung berlari panik mendengar jeritan putrinya. Bersama warga sekitar, mereka bahu-membahu membongkar puing untuk menyelamatkan Niken dan anaknya.

Ajaibnya, Niken dan anaknya berhasil selamat! Tim medis segera membawanya ke RS Hermina Banyumanik meski hanya menderita luka di lutut. Sementara itu, kondisi rumah tampak mengenaskan. Sumardi tak menyangka rumahnya bisa rata dengan tanah secepat itu. “TV, kasur, kipas angin… hancur semua!” katanya sambil menunjuk tumpukan puing. Listrik langsung padam, pipa PDAM pecah, dan air membanjiri rumah sepanjang hari.

Tim evakuasi mengerahkan dua unit crane berkapasitas 50 ton untuk mengangkat alat berat dari reruntuhan. Mereka harus menarik truk yang terperosok terlebih dahulu, kemudian menebang beberapa pohon untuk memperlancar proses evakuasi. Polisi dengan sigap mengatur lalu lintas yang sempat macet. AKBP Yunaldi dari Satlantas Polrestabes Semarang menjelaskan, “Kami berusaha menyelesaikan evakuasi hari ini, tapi semua tergantung kondisi di lapangan.”

Tanjakan Gombel memang terkenal sebagai jalur ekstrem sepanjang 1,3 km dengan kemiringan mencapai 40 derajat. Meski kecelakaan sering terjadi di sini, kasus Niken termasuk yang paling dramatis. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi pengendara untuk selalu memeriksa rem dan ganjal roda sebelum melewati tanjakan curam, terutama saat membawa muatan berat.

“Alhamdulillah, aku dan anakku selamat. Itu yang paling penting,” ujar Niken dengan mata berkaca-kaca. Kisahnya membuktikan bahwa mukjizat bisa datang di saat-saat paling kritis. Saat ini, warga dan aparat masih bekerja sama memulihkan kondisi di lokasi kejadian, berharap tragedi serupa tidak terulang lagi.

Dapatkan Berita Terupdate Lainnya di Exposenews.id

Exit mobile version