Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Harga Beras di Indonesia Timur Melambung Tinggi

Cinta-news.com – Jeritan pilu datang dari pelosok timur Indonesia. Harga beras melambung tinggi, memaksa warga yang penghasilannya pas-pasan harus mengeluarkan ratusan ribu rupiah hanya untuk sesuap nasi. Keadaan ini membuat rakyat kecil semakin terdesak.

Tangisan Ibu-Ibu di Ternate Selatan

Sridina (36), seorang ibu rumah tangga dari Ternate Selatan, menuturkan pahitnya keadaan. “Kami sekarang tidak bisa pilih-pilih lagi. Yang penting dapat beras murah, meski kualitasnya dipertanyakan,” ujarnya dengan suara lirih. Ia mengaku masyarakat sudah tidak mempersoalkan rasa, asal perut keluarga bisa terisi.

Beras termurah di minimarket seperti Alfamart dan Indomaret pun harganya mencapai Rp 158.000 per 10 kg. Itupun seringkali langka. “Begitu datang, langsung ludes. Kalau pun ada, pembelian dibatasi hanya 10 kg per orang,” keluh Sridina.

Drama Kelangkaan di Halmahera Utara

Nasib serupa dialami Neli (40), warga Halmahera Utara. “Toko-toko beras sering tutup karena tidak ada stok. Kalau pun ada, harganya selangit,” tuturnya sambil menghela napas. Beras merek Bola Mas kini meroket jadi Rp 200.000 untuk 10 kg, sedangkan ukuran 5 kg dijual Rp 100.000.

Merek-merek populer lainnya seperti Nanas, Putri, dan Bunga Tulip menunjukkan tren kenaikan yang sama. Kenaikan harga ini memicu kekhawatiran akan krisis pangan di wilayah tersebut.

Pilihan Pahit: Kelaparan atau Makan Nasi Tak Enak?

Erni Yanti (38), warga Halmahera Utara lain, mengenang saat masih bisa membeli beras premium dengan harga Rp 90.000 untuk 5 kg. Kini, untuk karung 25 kg, ia harus merogoh kocek Rp 450.000. “Ini seperti mimpi buruk,” ujarnya.

Masalahnya tidak hanya pada harga. Sumiyati (39) dari Ternate Selatan mengeluhkan kualitas beras murah. “Anak-anak saya protes, katanya nasi tidak enak. Tapi apa daya, harga beras premium sudah di luar jangkauan,” ceritanya dengan wajah getir.

Upaya Darurat Pemerintah

Merespon krisis ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggelar operasi pasar besar-besaran. “Kami telah menurunkan harga di 13 provinsi dan akan terus berlanjut hingga Desember,” tegasnya dalam rapat dengan Komisi IV DPR.

Operasi pasar kini mendistribusikan 6.000 ton beras per hari. Cadangan beras pemerintah mencapai 1,3 juta ton, yang disebut sebagai stok tertinggi dalam sejarah. “Kami prioritaskan distribusi beras impor lama agar tidak menumpuk. Target kami, akhir tahun semua stok sudah beras produksi dalam negeri yang masih segar,” papar Amran.

Meski demikian, warga masih menunggu bukti nyata.

Exit mobile version