Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

FBR dan FPI Turun ke Jalan, OT Group Didesak Bertanggung Jawab atas Insiden Promosi Miras

JAKARTA, Cinta-news.com – Suasana di kawasan Cengkareng mendadak panas! Puluhan massa dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) berbondong-bondong mendatangi kantor perwakilan PT Orang Tua (OT) Group, tepatnya di OT Building, Jalan Outer Ring Road, pada Jumat (14/8/2026). Aksi demo besar-besaran ini dipicu oleh sebuah insiden yang sontak membuat umat Islam di seluruh Indonesia geram!

Apa yang memicu kemarahan ini? Sebuah challenge atau tantangan menghafal Al-Qur’an yang justru menawarkan hadiah minuman keras (miras) di booth Newport—salah satu produk miras PT OT—dalam festival musik The Sound Project di Ancol, Jakarta Utara, pada Minggu (9/8/2026). Bayangkan, ayat suci yang seharusnya dihormati malah dijadikan bahan permainan dengan iming-iming botol bir! Wajar jika gelombang protes langsung meledak!

FBR Menggebrak Lebih Dulu, Suara Rakyat Bergemuruh!

Pagi itu, Forum Betawi Rempug (FBR) menjadi garda terdepan yang menggelar demo di depan OT Building. Dengan lantang, Ketua Korwil FBR Jakarta Barat, Mudjamil Saleh, menyatakan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar aksi, melainkan tuntutan keras atas pertanggungjawaban pihak OT Group.

Hari ini FBR hadir dengan segenap jiwa raga untuk membela dan menjaga firman-firman Allah yang diturunkan kepada Baginda Rasulullah SAW! ” seru Mudjamil dengan suara bergetar penuh semangat di tengah teriknya matahari. “Tidak ada kata tawar-menawar untuk membela Al-Qur’an!” tegasnya kembali, disambut sorak takbir dari massa yang membanjiri jalanan.

Yang menarik, di tengah kemarahannya, FBR tetap mengapresiasi langkah cepat Polda Metro Jaya yang telah menangkap empat pelaku dan menetapkan mereka sebagai tersangka. “Kami akan terus mengawal proses hukum ini sampai tuntas! Jangan sampai ada yang lolos dari jeratan hukum!” tandas Mudjamil, menegaskan komitmen ormasnya untuk mengawal kasus ini hingga titik darah penghabisan.

Bergabung! FPI dan Jawara Ikut Memanas Suasana!

Tak berselang lama, demo kembali berlanjut pada siang harinya. Kali ini, Front Persaudaraan Islam (FPI) DPD DKI Jakarta turun ke jalan bersama Jawara, para tokoh agama, dan masyarakat yang merasa terpanggil untuk membela kesucian Al-Qur’an. Sungguh pemandangan yang menggugah hati!

Di sepanjang aksi, massa dengan gagah membentangkan bendera serta atribut ormas mereka. Udara pun bergetar oleh lantunan shalawat dan takbir yang menggema, diiringi alunan lagu “Aksi Bela Islam” yang menggelegar dari mobil komando bersuara lantang. Semua elemen bersatu menyuarakan satu suara: tolak penghinaan terhadap Al-Qur’an!

Ketua Tarbiyah FPI Jakarta Barat, Syahrul Ahadi, dengan nada berapi-api menyuarakan kekecewaan yang mendalam. “Sungguh sangat memilukan! Ketika Al-Qur’an dijadikan bahan sayembara untuk mendapatkan minuman keras satu botol bir, itu sama sekali tidak pantas dan tidak layak!” ujarnya dengan ekspresi yang menggambarkan betapa sakitnya hati umat Islam. “Ini bukan hanya melukai perasaan, tetapi menghina nilai-nilai suci yang kita junjung tinggi!”

Direktur OT Group Merendah, Permohonan Maaf Disampaikan!

Di tengah kemarahan massa, akhirnya perwakilan manajemen PT OT Group muncul! Direktur Newport, Handoko Sasongko, dengan sigap menemui massa aksi dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Raut wajahnya terlihat serius dan penuh penyesalan.

“Izinkan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh umat muslim atas kegaduhan yang terjadi saat ini,” ucap Handoko dengan nada rendah hati. Dengan tegas, ia menegaskan bahwa perusahaan sama sekali tidak pernah memberikan instruksi terkait tindakan yang diduga menistakan agama tersebut.

Pihaknya pun menyerahkan seluruh proses penyelesaian masalah kepada kepolisian dan mengapresiasi langkah hukum yang sedang berjalan. “Kejadian di Ancol tersebut sepenuhnya merupakan kesalahan teknis di lapangan, bukan atas instruksi perusahaan, dan saat ini sudah dalam proses hukum di Polda,” jelas Handoko berusaha meyakinkan massa.

Ia juga menyatakan akan mendukung penuh proses hukum yang tengah berjalan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian.

Bukan Sekadar Maaf! FPI Serahkan Lima Tuntutan Resmi!

Meskipun permohonan maaf disampaikan, DPD FPI DKI Jakarta tidak langsung melunak! Mereka tetap menyerahkan dokumen berisi lima tuntutan resmi yang menjadi harga mati. Simak tuntutan mereka yang mengguncang:

Pertama, FPI menyatakan keberatan keras atas pelanggaran kesucian Al-Qur’an. Bagaimana mungkin hafalan ayat suci dijadikan sarana permainan atau gimik promosi berhadiah miras? Hal ini dinilai sangat tidak pantas dan merusak nilai-nilai keagamaan yang telah dijunjung tinggi!

Kedua, FPI dengan lantang menolak penggunaan Al-Qur’an untuk komersialisasi minuman keras! Segala bentuk pemanfaatan kitab suci untuk strategi pemasaran produk yang bertentangan dengan ajaran Islam harus dihentikan total!

Ketiga, FPI mendesak Polda Metro Jaya untuk bertindak tegas dan profesional. Mereka menuntut penyelidikan, penyidikan, penangkapan, dan penetapan tersangka atas dugaan penistaan agama secara transparan. Tidak boleh ada yang diistimewakan!

Keempat, FPI mendesak Kementerian Pariwisata, Pemprov DKI Jakarta, dan pengelola kawasan Ancol untuk memperketat pengawasan peredaran miras sesuai Pergub Nomor 187 Tahun 2014. Sudah saatnya pengawasan diperkuat!

Kelima, FPI menyatakan dukungan penuh pada sikap MUI dan menegaskan akan mengambil langkah hukum lanjutan jika Polda Metro Jaya lambat atau tidak memproses kasus ini. Mereka siap bergerak lebih jauh!

Tuntutan Tambahan: Hentikan Produksi dan Promosi Miras!

Tak berhenti di lima tuntutan, Sekretaris FPI DPD DKI Jakarta, Al Habib Hadziq bin Ali Al Hadad, mendesak OT Group untuk menghentikan total produksi serta promosi minuman beralkohol. Pernyataan ini disampaikan usai beraudiensi dengan direksi perusahaan.

FPI secara gamblang meminta perusahaan menghentikan produksi minuman beralkohol merek Newport maupun jenis lainnya. Selain itu, mereka juga menuntut agar sponsor pada kegiatan konser atau tempat hiburan dihentikan. “Mereka menyepakati dan mungkin nanti akan dipelajari lagi oleh pihak OT Group,” ungkap Hadziq dengan nada penuh harap.

Bahkan, FPI berencana menggelar aksi lanjutan di kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Tujuannya jelas: mengimbau pengelola untuk lebih selektif dalam memilih event dan menjaga kawasan wisata keluarga agar bebas dari praktik penjualan minuman keras yang melanggar norma.

“Kami meminta kepada pihak Ancol untuk lebih selektif dalam memilih event yang tidak ada unsur kemaksiatan di dalamnya. Karena Ancol ini adalah wahana wisata keluarga, bukan tempat ajang penjualan minuman keras,” pungkas Hadziq dengan tegas.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *