Cinta-news.com – Dunia hiburan dan teknologi langsung gempar! Sang megabintang pop, Dua Lipa, kini resmi melayangkan gugatan bom waktu senilai 15 juta dolar AS, atau setara dengan fantastisnya Rp 245 miliar, ke raksasa elektronik asal Korea Selatan, Samsung Electronics. Wah, saga panas ini baru saja dimulai!
Lantas, apa sih yang memicu amarah pelantun Levitating tersebut? Ternyata, Samsung duduk di kursi pesakitan karena diduga nekat memanfaatkan wajah sang diva untuk menggoreng penjualan televisi mereka, namun tanpa seizin dan sepengetahuan dirinya. Sungguh tindakan yang berani, bahkan cenderung lancang!
Baru Sadar Setelah Setahun: Wajah Dua Lipa Ditempel di Kardus TV
Berdasarkan dokumen gugatan yang mereka daftarkan pada Jumat (8/5/2026) di Pengadilan Distrik Pusat California, pihak penggugat mengungkap fakta mengejutkan. Samsung sejak tahun lalu secara diam-diam telah memajang foto Dua Lipa pada kemasan kardus TV berbagai seri. Bayangkan, paras sang artis menghiasi produk konsumen massal tanpa sepengetahuannya!
Pihak Dua Lipa mengaku dengan terus terang bahwa penyanyi berusia 30 tahun tersebut baru menyadari adanya penggunaan ilegal ini belakangan ini. Begitu mengetahui fakta mencengangkan itu, tim kuasa hukum Dua Lipa langsung bergerak cepat. Mereka segera melayangkan peringatan keras dan meminta Samsung untuk segera menghentikan semua bentuk penggunaan gambar tersebut. Namun, apa respons raksasa teknologi itu?
Samsung Malah Bersikap Acuh? Kuasa Hukum Artis Murka!
Sikap Samsung selanjutnya sungguh membuat tim hukum Dua Lipa geram. Alih-alih merespons dengan baik dan menarik produk bermasalah itu, perusahaan asal Negeri Ginseng tersebut justru dituding tidak menggubris sepaket pun permintaan penghentian distribusi. Sungguh tindakan yang tidak terpuji!
Dalam gugatan yang menggelegar itu, Samsung bahkan dicap memiliki sikap “dismissive and callous”—atau jika diterjemahkan secara gamblang: acuh tak acuh dan tidak berperasaan terhadap keberatan yang diajukan sang bintang pop. Tim kuasa hukum Dua Lipa tidak main-main dalam merangkai tuntutan mereka.
Isi gugatan tersebut dengan tegas menyatakan: “Wajah Ms. Lipa digunakan secara mencolok dalam kampanye pemasaran massal sebuah produk konsumen tanpa sepengetahuannya, tanpa kompensasi, serta tanpa persetujuan maupun kendali apa pun dari dirinya,” bunyi kutipan dokumen yang dirilis pada Senin (11/5/2026). Kalimat ini langsung menjadi pembicaraan hangat di jagat maya.
Lebih lanjut, tim Dua Lipa menegaskan dengan nada tegas bahwa klien mereka tidak pernah memberikan izin, dan dengan pasti mereka menyebut sang diva tidak akan pernah menyetujui penggunaan tersebut sekali pun dimintai persetujuan sebelumnya. Artinya, ada pelanggaran fundamental di sini.
Gak Pernah Ada Kontrak! Jangan Kira Dua Lipa Jadi Bintang Iklan
Salah satu poin paling krusial dalam gugatan ini adalah penegasan bahwa tidak pernah ada kerja sama endorsement alias promosi berbayar antara Dua Lipa dan Samsung. Tim kuasa hukum dengan lantang menyatakan Samsung secara ilegal telah menunggangi popularitas sang artis untuk meraup keuntungan besar.
Gugatan itu menuding Samsung secara licik memperoleh keuntungan finansial dari kesan seolah-olah Dua Lipa mendukung atau secara resmi mengiklankan produk TV mereka. Padahal, kenyataannya hampa! Tidak ada kontrak, tidak ada nota kesepahaman, tidak ada jabat tangan kerja sama. Samsung bermain di area abu-abu, dan kini mereka harus membayar mahal.
Lalu, foto apa yang jadi biang kerok ini? Ternyata, foto yang dipermasalahkan tersebut merupakan potret backstage Dua Lipa saat ia tampil memukau di festival musik Austin City Limits Music Festival pada tahun 2024. Dalam dokumen gugatan yang bombastis itu, Dua Lipa dengan penuh percaya diri mengklaim bahwa dirinya memegang hak cipta penuh atas foto tersebut. Bukan fotografer nakal, bukan agensi, melainkan dirinya sendiri selaku subjek dan pemilik karya.
Bukti Mencengangkan: Netizen Ngaku Beli TV Cuma Karena Ada Dua Lipa!
Nah, ini dia bagian yang paling menarik dan menjadi amunisi panas di pengadilan! Sebagai bukti nyata akan dampak promosi yang luar biasa, pihak penggugat dengan cerdik mencantumkan sejumlah komentar pengguna media sosial X (dulu Twitter). Komentar-komentar ini secara gamblang mengakui bahwa kehadiran wajah Dua Lipa pada kardus TV mempengaruhi keputusan pembelian mereka.
“Saya sebenarnya tidak berniat membeli TV, tapi setelah melihat kardusnya… saya jadi membelinya,” tulis salah satu pengguna X yang kini secara resmi dikutip dalam dokumen gugatan sebagai barang bukti nomor wahid. Komentar lain bahkan lebih ekstrem: “Saya bakal beli TV itu hanya karena ada Dua Lipa di kotaknya,” ungkap akun lain dengan polosnya. Sungguh pernyataan yang menjadi senjata makan tuan bagi Samsung!
Tim hukum Dua Lipa segera memanfaatkan bukti ini untuk menunjukkan bahwa pelanggaran yang dilakukan Samsung bukan sekadar teknis, melainkan telah menghasilkan keuntungan ekonomi nyata di pasar konsumen. Mereka dengan lihai menghubungkan titik antara promosi ilegal dan lonjakan ketertarikan pembeli.
Citra Eksklusif Artis Tercemar, Tim Hukum Geram!
Tidak berhenti di situ, tim kuasa hukum Dua Lipa juga menyoroti dampak serius lainnya, yaitu rusaknya citra eksklusif sang penyanyi. Mereka menilai kasus ini sangat merugikan karena Dua Lipa selama ini dikenal publik sebagai artis yang super selektif dalam memilih kerja sama promosi dan endorsement produk.
Dengan seenaknya Samsung memajang wajah Dua Lipa pada kardus TV murahan—maaf, produk massal—kesan eksklusivitas dan kurasi ketat yang dibangun susah payah selama bertahun-tahun jadi tercemar. Masyarakat awam bisa mengira Dua Lipa mau-mau saja diajak kerja sama oleh produk elektronik mana pun, padahal jelas-jelas tidak demikian. Sungguh sebuah pukulan telak bagi reputasi sang diva.
Oleh karena itu, dalam gugatan setebal berkas perkara ini, Samsung dituding melanggar sederet pasal penting: hak cipta (copyright), hak publisitas berdasarkan hukum California (California right of publicity), ketentuan federal Lanham Act (aturan anti persaingan tidak sehat dan merek dagak), serta berbagai aturan merek dagang lainnya. Daftar panjang ini menunjukkan betapa seriusnya kasus hukum yang kini membayangi Samsung.
Samsung Bungkam Seribu Bahasa, Publik Menanti Kejutan
Hingga berita ini diturunkan, pihak Samsung Electronics sama sekali belum memberikan tanggapan resmi sedikit pun. Raksasa teknologi yang biasa percaya diri dengan inovasi produknya itu kini memilih bungkam. Apakah mereka akan mengakui kesalahan dan menarik produk? Atau justru melawan balik dengan pengacara kelas berat? Publik saat ini sedang duduk di kursi terdepan untuk menyaksikan drama pengadilan berikutnya.
Jelaslah, kasus Dua Lipa melawan Samsung ini bukan sekadar gugatan biasa. Nilainya yang mencapai setengah triliun rupiah, bukti publik yang memalukan dari media sosial, serta sikap Samsung yang disebut “acuh tak acuh” membuat kasus ini menjadi momok menakutkan bagi perusahaan yang semena-mena menggunakan wajah selebritas tanpa izin. Satu hal yang pasti: pertempuran hukum ini baru akan memasuki babak pertama yang paling seru.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











