Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

DPR Desak Kurator Sritex Segera Lelang Aset untuk Lunasi Rp 300 M & THR 10.000 Buruh

SEMARANG, Cinta-news.com – Tekanan besar mendera proses kepailitan PT Sritex Tbk! Wakil Ketua Komisi II DPR, Aria Bima, secara tegas mendorong kurator untuk segera menggas lelang aset perusahaan tekstit raksasa itu. Mengapa begitu terburu-buru? Ternyata, dari hasil lelang itulah, utang kredit sebesar Rp 300 miliar kepada Bank Jateng bakal segera dilunasi. Tak hanya itu, langkah ini juga krusial untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Tengah yang selama ini tersendat.

Bukan cuma itu, poin paling menyayat hati dari desakan ini adalah nasib sekitar 10.000 mantan pegawai Sritex. Lewat percepatan lelang, mereka berhak menerima pesangon dan juga Tunjangan Hari Raya (THR) yang sudah lama tertahan. Aria Bima menyampaikan tekanan ini secara gamblang saat rombongan Komisi II DPR RI melaksanakan kunjungan kerja. Agenda utama mereka adalah mengawasi kinerja BUMD dan bank daerah. Pertemuan berlangsung sengit di kompleks Gubernur Jawa Tengah, Semarang, tepat pada Rabu (1/4/2026).

Aliran Dana Macet Setahun! Gubernur Jateng Beri Lampu Hijau: Lelang Dipercepat Demi Rakyat!

Aria Bima langsung membeberkan hasil rapat tertutup di gedung Gradhika Bhakti Praja. “Tadi, Pak Gubernur dengan terus terang menyampaikan kepada saya bagaimana rumitnya proses penyelesaian kasus Sritex. Kami semua sepakat untuk menekankan percepatan lelang,” ujarnya dengan nada mendesak. Ia menjelaskan bahwa penjualan aset ini bukan sekadar formalitas. Tujuannya sangat jelas: mengembalikan utang Bank Jateng yang mencapai Rp 300 miliar sekaligus menjadi solusi pamungkas bagi 10.000 buruh Sritex yang kini terlantar.

Perlu diketahui, PT Sritex telah resmi dinyatakan pailit lebih dari satu tahun yang lalu. Sejak saat itu, perusahaan juga telah memutuskan hubungan kerja dengan ribuan karyawannya. Namun, fakta tragisnya, hingga memasuki Lebaran tahun 2025 yang lalu, para mantan pekerja itu belum juga mengantongi hak mereka. Pesangon dan THR masih menggantung tanpa kejelasan sampai sekarang.

“Banyak Pabrik Siap Nampung, Tapi Pesangon Tak Kunjung Turun!” Curhat Eks Buruh Menggema di DPR

Aria Bima kemudian mengungkapkan ironi yang terjadi di lapangan. “Saya dapat laporan bahwa banyak dari mereka sebenarnya sudah dilirik oleh pabrik-pabrik lain. Banyak perusahaan yang siap menampung mereka untuk bekerja kembali,” jelas politisi tersebut. Namun, ada satu masalah klasik yang menghalangi. “Tapi, para mantan karyawan ini belum juga menerima jatah uang pesangon akibat PHK massal dari Sritex. Hal ini tentu menjadi beban psikologis dan ekonomi yang berat bagi mereka,” bebernya dengan nada prihatin.

Kurator Lamban, DPR Kecewa Berat! Target Utang dan THR Buruh Terus Tertunda

Yang paling disayangkan oleh Aria Bima adalah proses lelang yang belum juga menunjukkan titik terang. Ia secara terang-terangan melontarkan kekecewaannya. Menurutnya, kelambatan ini hanya akan terus membebani banyak pihak. Utang Sritex terus menjadi beban berat bagi Bank Jateng, sementara di sisi lain, harapan 10.000 buruh untuk mendapatkan hak pesangon dan THR semakin menipis ditelan waktu.

Karena itu, Aria Bima berharap semua pihak bisa bergerak sinergis. Ia menekankan bahwa aset-aset bekas pabrik tekstit tersebut harus segera dilepas melalui lelang. Prosesnya jangan sampai berlarut-larut lagi. “Alhamdulillah, tadi Pak Gubernur sudah menunjukkan komitmen yang kuat. Beliau berjanji akan ikut mengawal tuntas persoalan Sritex ini,” tegas Aria. Komitmen itu tidak hanya terbatas pada pengembalian utang Bank Jateng. “Lebih dari itu, persoalan hak-hak buruh juga harus segera menemukan jalan keluar. Saya akan pastikan ini selesai,” pungkasnya dengan penuh determinasi.

BUMD Jateng Bisa Jadi Percontohan Nasional? Aria Bima Beri Syarat: Kelola Risiko dan Jaga Dividen!

Setelah membahas urgensi lelang Sritex, Aria Bima mengalihkan fokusnya ke potensi besar BUMD di Jawa Tengah. Ia secara optimistis menilai bahwa BUMD Jateng memiliki peluang emas untuk menjadi percontohan di tingkat nasional. Namun, Aria Bima memberi syarat mutlak: BUMD harus mampu menjaga kinerja tetap sehat, transparan, dan akuntabel. Ia mengingatkan bahwa bank daerah mengemban mandat yang jauh lebih luas daripada institusi perbankan komersial biasa.

Aria Bima kemudian menjabarkan ukuran keberhasilan Bank Daerah. Menurutnya, Bank Jateng tidak boleh hanya fokus mengejar keuntungan semata. Keberhasilan mereka harus diukur dari dampak nyata terhadap pemerataan ekonomi di masyarakat. Selain itu, penguatan kapasitas fiskal daerah melalui tata kelola yang baik serta manajemen risiko yang kuat juga menjadi indikator vital. Ia berpesan agar Bank Jateng serius menggarap ini semua.

Mimpi Besar “Joglo Semar” dan Infrastruktur Mewah! Aria Bima: Bank Jateng Jadi Instrumen Kunci!

Di akhir pernyataannya, Aria Bima menyampaikan harapan besarnya untuk ke depan. “Semoga Bank Jateng akan lebih mampu lagi meningkatkan kinerja bisnisnya. Tentunya juga mampu meningkatkan dividen yang disetorkan ke kas daerah,” ungkapnya dengan penuh semangat. Ia membayangkan Bank Jateng menjelma menjadi instrumen pembangunan ekonomi yang sangat interkoneksi di Jawa Tengah.

Aria Bima dengan gamblang menyebut proyek-proyek raksasa yang bakal terhubung. Mulai dari tol, terutama proyeksi “Joglo Semar” yang jika sudah beroperasi, kemudian kereta api, bandara, pelabuhan, hingga pembenahan jalan tras. “Bank Jateng harus siap menjadi lokomotif di tengah semua koneksitas itu. Semua infrastruktur itu harus ditunjang dengan lembaga keuangan daerah yang sehat dan kuat,” pungkas Aria Bima, mengakhiri paparannya yang penuh tekanan dan harapan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *