Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Pemprov DKI Jajaki Kolaborasi Pengelolaan JIS dengan Markas AC Milan dan Inter Milan

JAKARTA, Cinta-news.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya bergerak cepat dan mulai menjajaki kerja sama serius dengan Stadion San Siro di Milan, Italia. Targetnya jelas: mempelajari secara mendalam rahasia pengelolaan stadion modern yang tetap hidup dan bernapas, bukan cuma ramai saat ada bola saja. Dengan langkah berani ini, Jakarta bertekad mengubah Jakarta International Stadium (JIS) menjadi mesin ekonomi dan destinasi kelas dunia.

Maka, pada Selasa (12/5/2026), Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama delegasi Pemprov DKI terbang langsung ke Italia dan melakukan kunjungan strategis ke San Siro Stadium. Delegasi Jakarta ini tidak datang sekadar menjadi turis, melainkan membawa misi besar untuk menggali ilmu pengelolaan stadion terbaik dari kiblat sepak bola Eropa.

Sesampainya di sana, Rano Karno langsung memimpin pertemuan penting dengan jajaran puncak manajemen San Siro. Mereka bertatap muka dengan General Manager San Siro Stadium, Fabrizio Caruso, serta Business Development San Siro Stadium, Michele Finucci. Dalam diskusi panas tersebut, kedua belah pihak langsung membuka peluang kerja sama dan pertukaran pengetahuan yang sangat komprehensif.

Apa saja yang mereka bahas? Mulai dari strategi pengelolaan stadion berstandar internasional, penyelenggaraan acara-acara raksasa yang mampu menarik ribuan penonton, pengembangan museum stadion yang jadi magnet wisata, teknologi pembibitan rumput lapisan dunia, hingga jurus jitu membangun fan engagement alias keterlibatan suporter agar stadion selalu bergema. Jadi, ini bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan transfer teknologi dan manajemen secara total!

San Siro yang Abadi: Usia 100 Tahun Tetap Muda, JIS Juga Bisa!

Rano Karno dengan tegas mengungkapkan bahwa Jakarta harus segera belajar dari pengalaman emas San Siro. Bagaimana tidak, San Siro telah sukses menjelma menjadi ikon sepak bola dunia dan sekaligus destinasi wisata olahraga nomor satu di Italia. “San Siro adalah salah satu ikon sepak bola dunia yang sudah berusia 100 tahun sejak 1925 dan terus berkembang hingga memiliki kapasitas 75.000 penonton,” ujar Rano dengan penuh semangat.

Lalu, apa poin penting yang ditekankan Rano? “Kita datang bukan sekadar berkunjung, tetapi belajar bagaimana sebuah stadion bisa hidup sebagai ruang sejarah, bisnis, hiburan, dan menjadi kebanggaan warga,” tegasnya. Menurutnya, JIS memiliki potensi super besar untuk berkembang ke arah yang sama. Namun, semua itu tidak akan terjadi tanpa perubahan paradigma.

Rano pun langsung memberi perintah tegas kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola JIS. Ia meminta Jakpro untuk segera menindaklanjuti komunikasi dengan pihak San Siro dan tidak boleh tidur setelah pulang dari Italia. “JIS punya potensi besar untuk berkembang ke arah sana,” tambahnya lagi.

Menurut pandangan Rano yang cukup blak-blakan, sebuah stadion modern saat ini tidak cukup hanya difungsikan sebagai arena pertandingan olahraga semata. Kalau hanya begitu, stadion bakal mati kutu di luar jadwal laga. Justru, stadion harus dikembangkan menjadi ruang hiburan rakyat, pusat ekonomi kreatif yang menghasilkan uang, hingga destinasi publik yang ramai setiap hari. Ia berharap kerja sama ini nantinya mencakup pengelolaan stadion, manajemen event internasional, optimalisasi kegiatan nonpertandingan, serta peningkatan pengalaman pengunjung agar JIS tetap aktif sepanjang tahun.

Gak Cuma Omong Kosong! Delegasi Langsung Jalan-Jalan ke Museum San Siro

Setelah diskusi panjang dan melelahkan, delegasi Pemprov DKI diajak berkeliling oleh pihak San Siro. Mereka tidak hanya duduk manis di ruang rapat, tetapi juga langsung menyusuri museum dan area stadion untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan sejarah dua klub raksasa, AC Milan dan Inter Milan, dijadikan sebagai bagian integral dari pengalaman pengunjung.

Apa yang mereka pelajari di sana? Cukup detail! Delegasi Jakarta mempelajari pengelolaan museum kelas dunia, manajemen tur stadion yang selalu laris, cara menyusun narasi sejarah klub yang membius pengunjung, hingga strategi jitu San Siro dalam menjaga hubungan emosional antara stadion dengan para pendukung fanatik sepak bola. Semua pengetahuan ini nantinya akan diterapkan di JIS.

Sementara itu, Michele Finucci dari pihak San Siro menyambut hangat inisiatif dari Jakarta. Ia menyatakan bahwa pihak San Siro terbuka lebar untuk berbagi pengalaman dengan Jakarta dalam mengelola stadion modern. “San Siro adalah stadion yang sangat bersejarah. Kami memiliki pengalaman panjang dalam mengelola pertandingan, tur stadion, museum, dan berbagai kegiatan yang melibatkan para penggemar,” ungkap Michele.

Dengan nada ramah, Michele menambahkan, “Kami senang dapat berbagi pengalaman dan berdiskusi dengan delegasi dari Jakarta mengenai bagaimana stadion dapat dikelola sebagai tempat pertandingan, destinasi wisata, sekaligus ruang interaksi publik.” Kerja sama ini pun disambut sebagai babak baru bagi pengelolaan infrastruktur olahraga di Indonesia.

Sinyal Kuat: AC Milan Bakal Mampir ke Jakarta! Dunia Mulai Melirik!

Rano Karno kembali memberikan kabar menggembirakan lainnya. Ternyata, penjajakan kerja sama dengan San Siro ini juga berkaitan langsung dengan rencana kedatangan tim raksasa Italia, AC Milan, ke Jakarta. Jadwalnya sudah ditentukan: pada 8 Agustus 2026, AC Milan akan menghadapi Chelsea FC dalam laga pramusim bertajuk besar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Ini bukan sekadar pertandingan uji coba biasa, melainkan ajang pembuktian.

“Kedatangan AC Milan ke Jakarta adalah sinyal penting,” tegas Rano dengan penuh keyakinan. Menurutnya, agenda ini menunjukkan bahwa Jakarta mulai dilihat sebagai pasar sepak bola internasional yang menggiurkan sekaligus kota penyelenggara event olahraga dunia yang serius. “Dunia melihat Jakarta sebagai pasar, sebagai panggung, dan sebagai kota yang punya gairah besar terhadap sepak bola,” tambahnya.

Maka, tugas besar kita semua saat ini adalah memastikan Jakarta siap. Tidak hanya siap sebagai tuan rumah pertandingan, tetapi juga sebagai kota yang mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia bagi para pemain, ofisial, dan suporter. Kerja sama dengan San Siro ini adalah langkah awal yang sangat konkret. Dengan mengadopsi pengelolaan ala San Siro, JIS diharapkan tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga hidup dan menguntungkan secara ekonomi. Semua mata kini tertuju pada Jakpro dan Pemprov DKI: akankah mereka berhasil mentransformasi JIS menjadi ikon global berikutnya? Kita tunggu aksinya!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version