BANDUNG, Cinta-news.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tak sekadar memberi instruksi dari balik meja. Ia benar-benar menginjakkan kaki di lokasi gempa! Jumat malam (21/8/2026), pria yang dikenal blak-blakan itu menelusuri gang-gang sempit di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, untuk memastikan sendiri nasib warga yang rumahnya porak-poranda.
Bukan sekadar foto-foto, Dedi dengan sigap memeriksa satu per satu rumah yang terdampak. Ia mengamati dinding yang retak-retak parah, bahkan sampai memeriksa tiang penyangga yang mulai terlepas dari pondasinya. Yang lebih mencengangkan, proses peninjauan ini berlangsung hingga larut malam! Penerangan yang pas-pasan sama sekali tak menyurutkan langkahnya. Ia terus bergerak, memastikan data bantuan yang diterima warga benar-benar tepat sasaran.
“Jika kerusakannya termasuk berat, langsung kami bantu Rp20 juta!” tegas Dedi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/8/2026). Ucapan ini tentu disambut haru oleh para korban yang sejak hari pertama hanya bisa pasrah melihat rumahnya hancur.
Bantuan Cair Langsung, Tak Perlu Antri Panjang!
Setelah kondisi rumah dipastikan, Dedi tak berlama-lama. Ia langsung menyalurkan bantuan tunai sesuai tingkat kerusakan. Transparansi menjadi kata kunci utama! Di Kelurahan Bangka Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Manggarai Timur, sebanyak 23 kepala keluarga yang rumahnya rusak berat langsung menerima Rp20 juta masing-masing. Sementara itu, 83 rumah lain dengan kerusakan ringan tetap mendapatkan perhatian, yakni bantuan Rp5 juta per rumah.
Tak berhenti di situ, giliran Kelurahan Nggalakleleng, Kecamatan Pocoranaka, yang juga menerima kucuran serupa. Di sana, 20 rumah rusak berat disuntik dana Rp20 juta per unit, dan 18 rumah rusak ringan menerima Rp5 juta masing-masing.
“Kami pastikan data rumah yang retak, roboh, atau nyaris ambruk benar-benar terdata dengan akurat. Dengan penyaluran secara tunai dan langsung di lokasi, warga tak perlu menunggu birokrasi panjang. Mereka bisa segera memesan material dan memulai perbaikan rumahnya!” ujar Dedi dengan penuh keyakinan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, juga mengonfirmasi bahwa jumlah penerima bantuan bertambah setelah tim melakukan pengecekan ulang. Proses verifikasi ini dilakukan secara maraton agar tak ada satupun warga yang terlewat. Bantuan pun disalurkan langsung di titik-titik terdampak sehingga warga bisa bergerak cepat tanpa harus bolak-balik ke kantor.
“Penyaluran ini kami sinergikan dengan Tim Aju BPBD Jabar, BPBD setempat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak lainnya. Semua bergerak bersama!” tambah Adi.
Total Bantuan Mencapai Rp4,5 Miliar! Dari Zakat Hingga Donasi Pribadi
Sebelumnya, berbagai pihak di Jawa Barat telah menggalang dana yang totalnya menembus angka fantastis, yaitu Rp4,5 miliar! Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang luar biasa. Baznas Jawa Barat, misalnya, mengucurkan Rp1 miliar dari zakat ASN dan BUMD Jabar. Bank BJB melalui program BJB Peduli juga tak kalah dermawan, menyumbang Rp1 miliar lagi.
Dedi Mulyadi, yang dikenal dekat dengan rakyat, tak hanya memberi perintah. Ia menggelontorkan dana pribadi sebesar Rp600 juta! Wali Kota Depok, Supian Suri, juga ikut ambil bagian dengan sumbangan Rp500 juta. Pengusaha yang tergabung dalam Apindo Jawa Barat menyetor Rp500 juta, sementara ASN Pemprov Jabar mengumpulkan Rp400 juta melalui donasi sukarela.
Kadin Jawa Barat turut serta dengan Rp200 juta, dan Kwarda Gerakan Pramuka Jabar tak mau kalah dengan sumbangan Rp100 juta. Masih ada tambahan dari PT Buana Kasiti dan hasil rapat sebesar Rp200 juta. Semua dana ini dikelola dengan transparansi tinggi dan langsung disalurkan tanpa potongan sedikit pun.
Aksi Nyata Pemimpin, Bukan Sekadar Omongan Kosong!
Kehadiran Dedi Mulyadi di tengah kepungan malam dan keterbatasan listrik membuktikan bahwa kepemimpinan itu soal keteladanan. Ia berbincang santai dengan warga di tenda pengungsian, mendengar keluh kesah mereka secara langsung. Tak ada jarak antara gubernur dan rakyatnya! Dengan gaya bicaranya yang khas dan mudah dicerna, ia memastikan semua pertanyaan warga dijawab tuntas.
Proses verifikasi yang menyeluruh pun diapresiasi. Tim gabungan tak kenal lelah mendata rumah yang rusak ringan hingga berat. “Jangan sampai ada warga yang belum menerima bantuan. Kami turun langsung agar semua jelas dan terang-benderang,” tegas Dedi lagi.
Dengan dana segar yang sudah di tangan, warga kini bernapas lega. Mereka tak lagi kebingungan mencari biaya perbaikan. Rencana membangun kembali rumah mereka pun mulai disusun. Dedi Mulyadi dan seluruh pihak terkait berhasil menghadirkan harapan di tengah duka.
Semangat gotong royong dan solidaritas dari Jawa Barat untuk NTT ini patut diacungi jempol. Semoga bantuan ini dapat mempercepat pemulihan dan membuat warga Manggarai Timur segera bangkit dari keterpurukan!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











