TASIKMALAYA, Cinta-news.com – Sebuah musibah memilukan menyelimuti keluarga di Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. DK (12), seorang pelajar SD yang masih polos, menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (22/4/2025) setelah bertarung melawan bisa ular weling selama 25 hari lamanya. Padahal, awalnya korban hanya mengira ular itu mainan saat melilit tubuhnya.

Siapa sangka, tidur malam yang seharusnya nyenyak justru berubah menjadi mimpi buruk bagi DK. Bocah malang itu tengah terlelap di lantai tengah rumah bersama orangtuanya pada Minggu (29/3/2026). Tanpa disadari, seekor ular weling berbisa merayap masuk dan melilit tubuh kecilnya. Korban pun terbangun, namun karena mengira lilitan itu hanya mainan, DK dengan polosnya langsung memegang ular tersebut. Akibatnya, ular itu spontan mematuk tangan anak tersebut hingga ia menjerit kesakitan. Tragisnya, pihak keluarga sempat membawa DK ke tabib kampung terlebih dahulu sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Proses Perawatan: Dari RSUD Tasikmalaya hingga Rujukan ke Rumah Sakit Swasta Bandung
Kronologi perawatan korban pun terbilang panjang dan mengharukan. Awalnya, usai kejadian nahas itu, DK dirawat dengan intensif di RSUD KHZ Mustofa, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Tim dokter spesialis toksikologi (racun) langsung bertindak cepat di ruang ICU karena kondisi korban yang mulai kritis. Sayangnya, racun ular weling yang masuk ke tubuh anak itu ternyata sangat agresif. Meski sudah mendapat penanganan pertama, korban kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit swasta ternama di Bandung untuk perawatan lebih lanjut. Selama 25 hari penuh, DK ditemani alat bantu napas atau oksigen di ruang perawatan intensif.
Ayah Syok: Anak Sempat Minta Pulang Sebelum Meninggal
Andis Kuswara, ayah kandung korban yang hatinya hancur, mengungkapkan kesaksian yang memilukan. Menurutnya, beberapa hari sebelum mengembuskan napas terakhir, DK sempat merengek dan meminta dengan lirih untuk segera dipulangkan ke Tasikmalaya. “Saya dan istri hanya bisa menjawab, ‘Nak, kamu bisa pulang kalau sudah sembuh’,” ujar Andis dengan suara bergetar saat ditemui, Kamis (23/4/2026). Namun siapa menyangka, pada Rabu (22/4/2026) pagi, kondisi DK yang sempat menunjukkan tanda-tanda kesembuhan justru mendadak drop. Seluruh tim dokter pun berusaha maksimal, namun nyawa bocah malang itu tidak bisa diselamatkan lagi.
Camat Padakembang: Perawatan Intensif Tak Mampu Selamatkan Nyawa Korban
Camat Padakembang, Dadan Ramdani, juga mengonfirmasi kabar duka ini. Dalam keterangannya yang dihubungi pada Kamis (23/4/2026), Dadan menjelaskan bahwa korban telah berjuang mati-matian melawan bisa ular di tubuhnya selama hampir satu bulan penuh. “Korban menjalani perawatan intensif di Bandung selama 25 hari. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan hingga akhirnya meninggal dunia,” tutur Dadan dengan nada prihatin. Pihak kecamatan pun turut berduka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa warga binaannya tersebut.
Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman
Setelah sempat dirawat di dua rumah sakit berbeda, jenazah DK akhirnya dibawa pulang ke Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir. Proses pemakaman pun dilaksanakan pada Rabu (22/4/2026) malam secara khidmat. Seluruh warga setempat turut hadir melepas kepergian bocah malang yang meregang nyawa akibat gigitan ular weling saat tidur di rumah sendiri. Pihak keluarga besar yang ditinggalkan pun masih dalam kondisi syok dan berduka. “Kami pasrah, ini sudah takdir,” ucap Andis pilu.
Fakta Baru: Sempat Dibawa ke Tabib Kampung
Seperti diwartakan sebelumnya pada Selasa (31/3/2026), ayah korban sempat mengaku bahwa keesokan harinya usai digigit, kondisi tubuh DK masih terlihat normal. Karena tidak terlihat gejala parah, Andis memutuskan untuk membawa anaknya ke tabib kampung terlebih dahulu untuk diobati secara tradisional. “Setelah sampai di tempat tabib, beliau justru bilang tidak sanggup dan menyuruh saya segera membawa anak ke rumah sakit,” kenang Andis. Saat di perjalanan menuju RS itulah, DK mulai mengeluhkan sakit luar biasa di sekujur tubuhnya serta sesak napas. Tidak lama setelah tiba di UGD, korban langsung pingsan dan harus segera mendapatkan bantuan oksigen.
Peringatan untuk Orang Tua: Waspadai Ular Weling Masuk Rumah
Peristiwa tragis ini tentunya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Ular weling (Bungarus candidus) merupakan salah satu jenis ar boreal yang memiliki racun neurotoksik sangat mematikan. Dokter spesialis toksikologi pun mengimbau agar masyarakat lebih waspada, terutama saat musim hujan atau malam hari ketika kerap kali ular masuk ke pemukiman. Jangan pernah menganggap sepele lilitan ular, apalagi menyentuhnya secara langsung. Segera bawa korban ke rumah sakit rujukan tanpa membuang waktu ke pengobatan alternatif.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











