Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Aksi Pamer Ular Kobra di Pasar, Pria di Kepahiang Tewas Dipatuk Kobra “Peliharaannya”

Cinta-news.com – Aksi pamer ular kobra di Pasar Kepahiang berakhir tragis. Herianto (37), warga Desa Tebat Monok, tewas usai mempertunjukkan ular berbisa itu pada Jumat (30/1/2026). Awalnya, ia menghebohkan pengunjung pasar dengan aksinya. Dengan santai, ia membawa seekor kobra dan mempermainkannya di tengah keramaian. Beberapa warga pun merekam aksi nekat ini. Mereka lalu mengunggahnya ke media sosial sehingga video itu viral.

Dalam video singkat itu, Herianto terlihat sangat percaya diri. Ia berlalu-lalang di antara orang banyak. Ular mematikan itu melingkar di tangannya seolah ia berhasil menjinakkannya. Namun, keyakinannya itu keliru. Hanya sekitar empat jam kemudian, tepatnya pukul 14.00 WIB, aksinya berakhir fatal. Ular kobra itu mematuknya. Ular tersebut ia dapatkan dari tangkapannya sendiri di sekitar pasar. Alih-alih diamankan, ular malah ia jadikan mainan untuk ia bawa berkeliling.

Herianto segera dilarikan ke RSUD Kepahiang. Sayangnya, tim medis tidak bisa menyelamatkan nyawanya. Direktur Utama RSUD Kepahiang, dr Febi Nursanda, mengonfirmasi penyebab kematian. “Kami menerima pasien dengan dugaan gigitan ular berbisa. Pemeriksaan awal menunjukkan bekas gigitan yang mengarah ke ciri-ciri ular berbisa,” jelasnya. Rumah sakit telah berupaya maksimal memberi penanganan sesuai prosedur. Namun, racun yang terlalu kuat diduga membuat kondisi Herianto terus menurun hingga akhirnya meninggal.

Keterangan warga sekitar mengungkap fakta lain. Sebelum kejadian, Herianto ternyata berniat menjual ular kobra tangkapannya itu. Ia ingin mengubah ular berbisa menjadi komoditas dagang. Sayangnya, ia sama sekali mengabaikan risiko besar di balik niatnya. Akhirnya, niat untuk mencari untung justru berbalik menjadi bencana yang merenggut nyawanya sendiri.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat. Menganggap remeh satwa liar berbisa seperti kobra sangatlah berbahaya. Ular jenis ini memiliki bisa neurotoksik yang dapat melumpuhkan sistem saraf dengan cepat. Masyarakat harus menghindari kontak langsung. Jika menemukan ular berbisa, segera hubungi pihak berwenang seperti BKSDA atau pemadam kebakaran. Jangan sekali-kali meniru aksi nekat Herianto.

Kisah ini mengajarkan kita untuk menghormati alam. Keselamatan jiwa harus selalu menjadi prioritas utama di atas rasa penasaran atau keinginan untuk mencari sensasi. Mari kita jadikan peristiwa memilukan ini sebagai pelajaran agar tragedi serupa tidak terulang.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version