MEDAN, Cinta-news.com – Sebanyak 15 anggota geng motor secara brutal meneror warga di Jalan Lintas Umum Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada Minggu (14/9/2025) malam. Kelompok beringas ini menghancurkan sepeda motor warga menggunakan bom molotov dan senjata tajam tanpa alasan jelas. Aksi mereka memicu kepanikan massal di lokasi kejadian.
Kemudian, aparat kepolisian merespons dengan cepat. Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvaleni, mengonfirmasi bahwa jajarannya berhasil meringkus lima pelaku yang ternyata masih berstatus remaja. Kelima pelaku berinisial S (18), I (17), FA (16), MA (17), dan F (17) ini langsung menjalani proses pemeriksaan intensif.
Selain itu, Revi memaparkan kronologi kejadian yang berawal pukul 22.00 WIB. Kelompok geng motor SDB dan Pekong sedang konvoi dengan membawa senjata tajam. “Mereka berkonvoi sekitar 15 orang sambil membawa arit, parang, dan satu bom molotov dalam botol kaca, lalu menyerang warga secara brutal,” tegas Revi dalam keterangan persnya, Kamis (18/9/2025).
Tak lama kemudian, teror pun dimulai. Para pelaku melemparkan molotov dan menyerang warga yang sedang berkumpul. “Tersangka SS dengan sengaja melemparkan bom molotov ke arah kerumunan warga,” tegas Revi. Beruntung, bahan peledak improvisasi itu tidak melukai korban.
Di sisi lain, para pelaku juga menghancurkan sepeda motor Yamaha Nmax milik warga. Mereka mencacah bodi kendaraan dengan senjata tajam. “Kendaraan itu mengalami kerusakan parah pada bodi kap, jok, serta lampu depan dan belakang yang pecah total,” ungkap Revi.
Meski demikian, Revi menyampaikan kabar baik bahwa tidak ada korban luka dalam insiden ini. Selanjutnya, polisi mengembangkan penyidikan dan berhasil menangkap semua pelaku. Mereka kini mendekam di sel tahanan untuk menjalani proses hukum. “Kami menjerat mereka dengan Pasal 170 ayat (2) ke-1e KUHP yang ancamannya mencapai 7 tahun penjara,” tegas Revi.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak main hakim sendiri. Selain itu, polisi berkomitmen terus memberantas aksi geng motor yang mengganggu ketertiban. Akhirnya, kasus ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi remaja agar tidak terlibat aksi brutal.
Sebagai informasi, kejadian ini bukan pertama kali terjadi di Asahan. Sebelumnya, beberapa aksi geng motor juga sempat terjadi namun selalu berhasil ditangani polisi. Dengan demikian, kapasitas Polres Asahan dalam menangani kekerasan massal terbukti efektif. Masyarakat pun dapat terus melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib.
Berdasarkan data yang terkumpul, aksi geng motor sering melibatkan remaja di bawah umur. Untuk itu, peran orang tua dan lingkungan sangat penting dalam mencegah pergaulan menyimpang. Akhir kata, mari bersama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
