MAMUJU, Cinta-news.com – Sungguh sebuah peristiwa yang sangat memilukan! Tepatnya pada Sabtu, 20 September 2025, dunia empat keluarga di Dusun Pancasila, Desa Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), runtuh berantakan. Pasalnya, empat pemuda mereka tewas dengan cara yang sangat mengenaskan setelah nekat menenggak minuman keras (miras) oplosan. Selain itu, dua belas warga lainnya masih harus berjuang melawan maut di rumah sakit. Kapolsek Kalukku, Iptu Makmur, pertama kali mengungkap informasi mengejutkan ini pada siang hari yang sama.
Lantas, siapa saja korban jiwa dalam tragedi mengerikan ini? Keempat korban tewas tersebut adalah Jayadi (17 tahun), Marjiadi (24 tahun), Riadin (19 tahun), dan Aswin (21 tahun). Mereka semua merupakan pemuda yang seharusnya masih memiliki masa depan panjang. Sayangnya, sebuah pilihan keliru harus merenggut nyawa mereka sia-sia.
Tidak berhenti di sana, bencana ini juga masih mengancam dua belas nyawa lainnya. Saat ini, mereka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dengan kondisi yang sangat kritis. “Kami masih merawat dua belas orang lainnya secara intensif di rumah sakit,” tegas Iptu Makmur dengan nada prihatin. Situasi ini tentu saja membuat seluruh masyarakat setempat diliputi duka dan kecemasan mendalam.
Awal Mula Pesta Miras Mematikan
Lalu, bagaimana sebenarnya kronologi kejadiannya? Menurut Kapolsek Kalukku, Iptu Makmur, pesta miras yang berakhir petaka ini sudah terjadi pada Kamis malam, 18 September 2025. Pada malam itu, sekelompok pemuda dengan gegabah mengadakan pesta miras berbahaya. Mereka bukan hanya minum miras biasa, melainkan mencampur miras jenis cap tikus dengan minuman energi hingga menjadi minuman oplosan yang mematikan.
Selanjutnya, siapa yang membawa minuman mematikan itu? Ternyata, dua orang pemuda yang tidak disebutkan namanya sengaja membawa minuman oplosan tersebut ke lokasi pesta. Tanpa pikir panjang, semua orang yang hadir termasuk para korban pun menenggak minuman berbahaya itu bersama-sama. “Para korban menenggak miras jenis cap tikus yang sudah mereka campur dengan minuman energi. Dua orang pemuda sengaja membawa minuman ini dan akhirnya semua orang meminumnya bersama-sama,” papar Iptu Makmur dengan jelas. Hal ini menunjukkan betapa mudahnya akses terhadap miras oplosan dan betapa rendahnya kesadaran akan bahayanya.
Keesokan harinya, yaitu pada hari Jumat, semua pemuda yang ikut serta dalam pesta miras itu mulai merasakan akibatnya. Mereka secara serentak mengalami gejala mual dan muntah-muntah yang sangat parah. Melihat kondisi yang semakin memburuk, keluarga pun panik dan segera melarikan mereka ke Puskesmas Topore untuk mendapatkan pertolongan medis secepat mungkin.
Akan tetapi, pertolongan medis ternyata tidak cukup untuk menyelamatkan nyawa semua korban. Pada Sabtu pagi, tepatnya sekitar pukul 10.10 WITA, kondisi empat korban tiba-tiba drop secara drastis. Mereka mengalami sesak napas sangat berat dan akhirnya tim medis yang berjaga harus menyatakan mereka meninggal dunia. “Benar, pada Sabtu hari ini sekitar pukul 10.10 WITA, empat orang korban mengalami sesak napas berat dan pihak medis di Puskesmas Topore serta Rumah Sakit Mitra Manakarra akhirnya menyatakan mereka meninggal dunia,” jelas Iptu Makmur dengan suara berat. Peristiwa ini tentu menjadi pelajaran pahit bagi banyak pihak.
Penyelidikan Intensif: Polisi Bergerak Cepat Ungkap Fakta
Sampai saat ini, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kalukku masih menyelidiki kasus kematian akibat miras oplosan yang menyedihkan ini secara mendalam. Selain itu, polisi juga telah memeriksa beberapa saksi kunci, mengamankan semua barang bukti yang ada, dan terus berkoordinasi secara intensif dengan tenaga medis. Tujuan mereka hanya satu, yaitu menemukan penyebab pasti di balik kematian para korban sekaligus mengungkap setiap dalang yang bertanggung jawab atas peredaran miras oplosan tersebut.
Sebagai informasi tambahan, miras oplosan telah lama menjadi masalah serius di Indonesia karena sering memakan korban jiwa. Oleh karena itu, masyarakat selalu menghimbau untuk tidak sekali-kali mencoba membuat atau mengonsumsi minuman berbahaya ini. Pihak berwajib juga terus berupaya memberantas peredaran miras ilegal agar tragedi memilukan seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











