Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Polres Palopo Dirikan Tiga Pos Pengamanan Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2026

PALOPO, Cinta-news.com – Jelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Palopo, Sulawesi Selatan, bergerak cepat mengamankan arus mudik. Operasi Ketupat 2026 resmi mereka gelar dengan persiapan matang. Koordinasi lintas sektor pun mereka gencarkan, bahkan mereka kerahkan ratusan personel demi kenyamanan warga.

Kompol Jon Paerunan, Kepala Bagian Operasi Polres Palopo, menegaskan bahwa pihaknya sudah mematangkan persiapan jauh-jauh hari. Rapat koordinasi lintas sektoral bersama pemda dan instansi terkait menjadi langkah awal yang mereka ambil. “Kami telah melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan dalam rangka persiapan Operasi Ketupat 2026, mulai dari rapat lintas sektoral di Kota Palopo hingga mengikuti latihan pra-operasi di Polda,” ujar Jon, Jumat (13/3/2026). Latihan internal pun mereka gelar untuk memastikan setiap personel siap bertugas di lapangan.

Operasi Ketupat resmi mereka mulai Jumat dini hari pukul 00.00 Wita. Dalam pengamanan ini, Polres Palopo tidak bekerja sendiri. Mereka bersinergi dengan TNI, pemda, dan instansi vertikal lain. “Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” tegasnya. Semua personel, lanjut Jon, sudah siap melayani masyarakat, termasuk unsur dari PLN dan lembaga terkait lainnya.

Tiga Pos Strategis, Siap Siaga 24 Jam

Polres Palopo mendirikan tiga pos pengamanan di titik-titik strategis Kota Palopo. Pos-pos tersebut meliputi Pos Islamic Center, Pos Lagota, dan Pos Hypermart Salobulo. Ketiga pos ini mencakup tiga zona pengamanan: wilayah utara, tengah, dan selatan. “Rekan-rekan yang bertugas di pos-pos tersebut telah diberikan wilayah patroli masing-masing sehingga pengamanan dapat berjalan lebih efektif,” jelas Jon.

Masing-masing pos memiliki fungsi khusus. Pos Lagota misalnya, beroperasi sebagai pos terpadu. Sementara itu, Pos Islamic Center mereka siapkan sebagai pos pelayanan. Di sini, para pemudik bisa beristirahat sejenak jika lelah dalam perjalanan. “Bagi masyarakat yang sedang mudik dan merasa capek, silakan beristirahat di pos yang kami siapkan di Islamic Center,” tuturnya mengundang.

Lalu, bagaimana dengan Pos Hypermart Salobulo? Pos ini mereka fungsikan sebagai pos pengamanan. Kawasan tersebut memang langganan kemacetan setiap tahun. “Lokasi tersebut merupakan persimpangan kendaraan dari arah utara ke selatan maupun sebaliknya yang menuju pusat Kota Palopo,” imbuh Jon. Petugas pun akan siaga mengurai kepadatan di titik ini.

Cek Kendaraan dan Rekayasa Lalu Lintas

Antisipasi lonjakan arus mudik dan balik tidak main-main. Polres Palopo berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, PT Jasa Raharja, dan Balai Jalan. Mereka akan melakukan pengecekan kelayakan kendaraan dan kesiapan awak angkutan umum di Terminal Palopo. “Pengecekan ini bertujuan memastikan kendaraan yang akan melayani pemudik benar-benar layak jalan dan aman,” ungkap Jon.

Lalu, bagaimana jika terjadi kemacetan parah? Jon menjelaskan, rekayasa lalu lintas akan mereka terapkan secara situasional. “Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan dan akan dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan serta Satlantas,” jelasnya. Semua keputusan akan menyesuaikan dinamika di jalan.

Rumah Kosong Aman, Motor Bisa Dititipkan

Polisi tidak hanya fokus pada jalur mudik. Kawasan permukiman yang ditinggal pemudik juga menjadi perhatian serius. Polres Palopo meningkatkan patroli di wilayah-wilayah yang dianggap rawan. “Kami akan melaksanakan patroli di pemukiman yang dianggap rawan, termasuk rumah yang kemungkinan ditinggalkan pemiliknya mudik,” tambahnya. Warga pun diimbau melapor ke RT/RW setempat agar Bhabinkamtibmas ikut memantau.

Fasilitas unik pun mereka sediakan. Masyarakat bisa menitipkan kendaraan bermotor atau mobil di kantor polisi jika khawatir saat mudik. “Jika ada kendaraan roda dua atau roda empat yang tidak dibawa mudik dan masyarakat merasa tidak aman menyimpannya di rumah, bisa dititipkan di kantor kepolisian,” ujar Jon. Pihaknya akan mendata identitas pemilik dan kendaraan demi keamanan selama penitipan.

Layanan Darurat 24 Jam Siap Membantu

Masyarakat yang sedang dalam perjalanan mudik juga bisa mengakses layanan darurat Polri. Cukup hubungi nomor 110 yang aktif selama 24 jam. “Jika masyarakat yang sedang mudik membutuhkan bantuan atau ingin melapor, silakan menghubungi layanan Polri 110. Petugas kami siap menerima laporan selama 24 jam,” katanya. Layanan ini diharapkan memberikan rasa aman ekstra bagi pemudik.

Operasi Ketupat tahun ini melibatkan lebih dari 100 personel kepolisian. Jumlah itu akan diperkuat personel TNI, pemda, dan instansi lain hingga total hampir 200 orang. “Jumlah tersebut masih bisa bertambah sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan,” papar Jon.

Imbauan Penting Sebelum Tinggalkan Rumah

Menjelang keberangkatan, Jon mengimbau masyarakat memastikan rumah dalam keadaan aman. Periksa instalasi listrik, kompor, dan pastikan semua pintu terkunci rapat. “Masyarakat juga diharapkan melapor kepada RT atau RW setempat jika akan meninggalkan rumah untuk mudik,” terangnya. Dengan begitu, keamanan lingkungan tetap terjaga selama ditinggal.

Semua persiapan ini, menurut Jon, adalah bentuk dedikasi Polres Palopo dalam melayani masyarakat. Mereka berharap libur Lebaran tahun ini berjalan lancar, aman, dan penuh sukacita. Masyarakat pun diimbau ikut berperan aktif menjaga keamanan selama mudik dan merayakan Idul Fitri.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *