SINTANG, Cinta-news.com – Polda Kalbar bersama Polres Sintang kini memburu satu nama yang menjadi kunci utama dalam kasus penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 57 kilogram dari Malaysia. Sosok tersebut adalah Yusuf alias Andi, yang langsung berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Kapolres Sintang, AKBP Sanny Handityo, mengumumkan hal ini pada Selasa (10/3/2026) dan meminta warga ikut membantu pencarian.

“Dalam kasus besar ini, masih ada satu pelaku utama yang lolos dari jerat kami. Kami sangat membutuhkan bantuan masyarakat untuk menangkapnya. Identitasnya sudah kami sebar luas. Informasi terakhir, dia masih berkeliaran di sekitar kita,” ujar Sanny dengan nada tegas. Tersangka Yusuf alias Andi diketahui merupakan warga Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar.
Tim kepolisian tidak tinggal diam. Mereka sudah menyebarkan foto dan ciri-ciri lengkap buronan melalui selebaran ke seluruh polsek jajaran. Tak hanya itu, media sosial juga mereka manfaatkan untuk mempercepat proses pengejaran. Mereka berharap informasi cepat menyebar dan Yusuf segera terlihat.
Sosok Penting di Balik Jaringan Narkoba
Kapolres menjelaskan, Yusuf bukanlah pemain kecil. Pihaknya meyakini sosok ini memegang peranan vital dan mengetahui seluk-beluk jaringan peredaran narkotika yang sedang mereka selidiki. Tanpa menangkapnya, kata Sanny, pengembangan kasus akan terhambat.
Sementara itu, seorang pria lain berinisial WS (20), juga warga Badau, sudah lebih dulu mereka amankan. Kini, WS resmi menyandang status tersangka. Namun, dari hasil interogasi sementara, WS diduga hanya menjalankan peran kecil.
“WS ini kami periksa secara intensif. Berdasarkan pengakuannya, dia hanya bertugas sebagai sopir yang mengangkut barang haram tersebut. Dia tidak tahu banyak tentang struktur jaringan atau siapa penerima akhirnya. Yang mengetahui detail operasi dan koneksi jaringan adalah DPO kita, Yusuf. Untuk mengurai kasus ini sampai ke akar, kami harus menangkap dia,” tegas Sanny.
Polisi masih terus mendalami keterangan dari WS. Mereka mencium gelagat bahwa pemuda itu masih menyembunyikan fakta-fakta penting. “Kami curiga dia masih menutupi beberapa hal. Mungkin karena takut, atau mungkin ada tekanan dari jaringan di luar. Informasinya masih kami dalami terus,” tambah Sanny.
Peringatan Keras untuk Pelindung Pelaku
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres menyampaikan peringatan keras. Ia tidak main-main dengan siapa pun yang coba-coba melindungi atau menyembunyikan Yusuf. Pihak kepolisian, ungkap Sanny, sudah mengantongi sejumlah nama yang diduga kuat membantu pelarian buronan tersebut.
“Dengar baik-baik. Jika nanti Yusuf berhasil kami tangkap dan penyelidikan mengungkap siapa saja yang menyembunyikannya, kami tidak akan segan. Kami akan proses hukum mereka tanpa pandang bulu. Siapa pun yang melindungi pelaku kejahatan narkoba ini, kami pastikan akan merasakan akibatnya. Ini kejahatan luar biasa, dan kami akan tindak tegas,” ujarnya dengan nada mengancam.
Kronologi pengungkapan kasus ini cukup dramatis. Semuanya bermula saat petugas melakukan pengejaran terhadap sebuah mobil mencurigakan di Jalan Dara Juanti, Kelurahan Ulak Jaya, Kecamatan Sintang. Ketika dikejar, mobil justru memacu kecepatan dan akhirnya menabrak jembatan.
Di saat kacau itulah Yusuf diduga langsung melarikan diri. Ia kabur ke arah hutan dan berhasil menghilang dari kejaran polisi. Warga sekitar yang melihat kejadian itu kemudian bertindak cepat. Mereka mengamankan pengemudi mobil yang ternyata WS. Belakangan diketahui, mobil yang mereka gunakan adalah kendaraan sewaan.
Saat petugas menggeledah bagasi mobil, mereka dikejutkan dengan temuan tiga karung besar. Di dalam setiap karung, terdapat tas ransel berwarna hijau yang berisi paket-paket mencurigakan. Total, dari tiga tas ransel tersebut, mereka menemukan 57 paket sabu. Proses penimbangan di pengadilan kemudian mengungkap berat bersih sabu mencapai 57,55 kilogram, dengan berat kotor 59,85 kilogram.
Modus Baru: Sabu Dikemas Mirip Teh China
Yang menarik perhatian publik adalah cara penyelundup mengemas barang bukti tersebut. Sabu-sabu itu tidak dibungkus dengan plastik biasa. Mereka mengemasnya dalam plastik yang didesain sangat mirip dengan kemasan teh merek Guan Yin Wang. Sekilas, tidak ada yang curiga karena tampilannya persis seperti produk teh impor asal China.
Polisi menduga, modus operandi ini sengaja mereka pilih untuk mengelabui petugas. Dengan menyamar sebagai komoditas legal seperti teh, mereka berharap proses pengiriman berjalan mulus tanpa kecurigaan. Ini menunjukkan jaringan ini cukup profesional dan terorganisir.
Kini, Polres Sintang terus bergerak. Mereka tidak hanya fokus mengejar Yusuf, tetapi juga mengembangkan penyelidikan untuk membongkar seluruh jaringan yang diduga kuat tidak hanya melibatkan pelaku lokal, tetapi juga koneksi antarnegara. Pengejaran terhadap DPO terus mereka lakukan siang dan malam. Satu sosok kunci ini menjadi incaran utama, karena polisi yakin, dengan menangkap Yusuf, mereka bisa membuka tabir gelap peredaran narkoba di Kalbar dan mungkin juga jaringan yang lebih luas lagi.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











