Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Dua Jet Tempur AS Terlibat Tabrakan Saat Latihan Udara, Keempat Pilot Berhasil Selamat

IDAHO, Cinta-news.com – Sebuah insiden dramatis mengguncang acara demonstrasi militer Amerika Serikat. Dua jet tempur AS bertabrakan di udara di negara bagian Idaho pada Minggu (17/5/2026). Namun, kabar baiknya, empat pilot berhasil selamat setelah dengan cepat melontarkan diri dari pesawat mereka sebelum nahas.

Detik-detik Tabrakan yang Menegangkan

US Jet

Menurut laporan yang kami kutip dari Newsweek pada Minggu, peristiwa mengerikan ini terjadi saat pertunjukan udara bertajuk Gunfighter Skies tengah berlangsung meriah di Pangkalan Angkatan Udara Mountain Home. Tiba-tiba, suasana berubah mencekam.

Dalam video yang dengan cepat menyebar luas di media sosial, kedua jet yang diidentifikasi sebagai Navy Super Growler itu tampak terbang beriringan dengan mulus. Namun, secara mengejutkan, salah satu pesawat tiba-tiba kehilangan ketinggian. Akibatnya, jet tersebut menabrak pesawat yang berada lebih rendah di bawahnya. Tabrakan keras itu kemudian menyebabkan kedua pesawat berputar-putar tak terkendali sebelum akhirnya jatuh ke bawah.

Situs resmi pertunjukan tersebut sebelumnya memang mencantumkan Tim Demonstrasi Growler “Vikings” sebagai salah satu peserta unggulan yang dijadwalkan tampil. Karena itu, penonton yang hadir tentu sangat terkejut ketika atraksi berubah menjadi musibah.

Lokasi Jatuh dan Saksi Mata

Kim Sykes, direktur pemasaran Silver Wings of Idaho, memberikan keterangan kepada Associated Press. Ia menjelaskan bahwa tabrakan mengerikan itu terjadi sekitar dua mil di barat laut pangkalan. Meskipun dirinya tidak secara langsung menyaksikan insiden tersebut karena posisinya, Kim mengaku melihat kepulan asap hitam mengepul dari lokasi kejadian tak lama setelah tabrakan terjadi. Pemandangan itu tentu membuat hati siapa pun berdesir ngeri.

Pangkalan Udara Langsung “Lockdown”!

Begitu insiden ini terjadi, otoritas pangkalan tidak mau mengambil risiko. Pangkalan Angkatan Udara Mountain Home langsung memberlakukan penguncian atau lockdown secara total. Pejabat pangkalan dengan tegas mengonfirmasi bahwa petugas tanggap darurat dengan cepat dikerahkan ke lokasi kejadian. Selain itu, investigasi resmi pun segera dimulai untuk mengungkap penyebab pasti tabrakan udara tersebut.

“Detail lebih lanjut akan kami rilis seiring tersedianya informasi,” demikian pernyataan resmi pihak pangkalan dalam unggahan media sosial mereka. Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh tamu dan penonton atas kesabaran mereka. Kerja sama dari publik memungkinkan petugas tanggap darurat untuk bekerja dengan cepat dan efektif di lokasi yang kritis.

Acara Dibatalkan, Masyarakat Diminta Menjauh

Situasi semakin serius. Sekitar pukul 13.20 waktu setempat, Departemen Kepolisian Mountain Home mengumumkan sebuah keputusan penting. Seluruh sisa acara pertunjukan udara pada hari itu resmi dibatalkan. Pihak berwenang terus mendesak masyarakat luas untuk menghindari area sekitar pangkalan. Mereka juga meminta warga agar tidak mencoba mendekati pangkalan demi alasan keamanan dan kelancaran proses evakuasi serta investigasi.

Mengenal EA-18G Growler: Jet Super Mahal yang Tabrakan

Lantas, pesawat macam apa yang terlibat dalam kecelakaan ini? Mari kita bedah spesifikasinya. EA-18G Growler sejatinya adalah pesawat tempur standar yang berbasis pada F/A-18F Super Hornet. Namun, pabrikan mendesain ulang jet ini untuk peperangan elektronik alih-alih persenjataan konvensional. Karena itu, Growler sangat berbeda dari pesawat tempur serang biasa. Jet ini dirancang lebih untuk mengacaukan radar dan komunikasi musuh daripada menjatuhkan bom atau memenangkan pertempuran udara jarak dekat.

Yang membuat insiden ini semakin menghebohkan adalah nilai ekonomisnya. Biaya pengadaan per unit pesawat Growler umumnya berkisar antara sekitar 60–70 juta dolar AS. Jika dirupiahkan, jumlahnya mencapai sekitar Rp 1 triliun per pesawat! Tentu saja, angka ini sangat tergantung pada tahun pembuatan, konfigurasi, dan sistem canggih yang disertakan di dalamnya.

Biasanya, angka fantastis ini sudah mencakup kerangka pesawat dasar dan sistem peperangan elektronik inti. Namun, nilainya dapat bervariasi secara signifikan berdasarkan berbagai peningkatan, paket avionik mutakhir, dan peralatan khusus misi. Kemampuan serangan elektroniknya, seperti pod pengacau sinyal dan rangkaian sensor canggih, juga mewakili bagian utama dari keseluruhan biaya selangit tersebut.

Keunggulan dan Sejarah Pengembangan Growler

Menariknya, pesawat Growler diuntungkan karena dikembangkan dari Super Hornet yang sudah terbukti andal. Kondisi ini memungkinkan transisi dari tahap pengembangan ke layanan operasional berjalan relatif cepat. Pengembangan awal disetujui pada tahun 2003. Kemudian, pesawat uji mulai memasuki produksi pada tahun 2004. Penerbangan perdana dilakukan pada Agustus 2006. Akhirnya, pesawat produksi pertama dikirimkan pada tahun 2008.

Produksi skala penuh segera menyusul setelah kemampuan operasional awal tercapai pada tahun 2009. Proses ini menunjukkan siklus pengembangan hingga penerapan sekitar enam tahun dari produksi awal hingga penggunaan operasional. Yang tak kalah penting, produksi pesawat canggih ini terus berlanjut sejak pertengahan tahun 2000-an. Bahkan, pesawat tersebut tetap berada dalam siklus pembuatan dan peningkatan hingga tahun 2020-an.

Satu hal yang patut disyukuri dalam musibah ini: keempat pilot dilaporkan selamat berkat sistem ejeksi yang bekerja sempurna. Namun, kerugian materiil dipastikan sangat besar mengingat harga dua pesawat yang mencapai sekitar Rp 2 triliun. Investigasi masih berlangsung, dan dunia kini menanti apa hasil akhir dari penyelidikan insiden dramatis ini.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *