Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Tramadol Dinyatakan Musuh Bersama, Pemkot Jakpus dan Polres Gelar Operasi Terpadu

JAKARTA, Cinta-news.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat resmi mengumumkan peperangan terbuka melawan peredaran gelap obat keras Tramadol. Langkah berani itu mereka wujudkan dalam sebuah deklarasi massal yang digelar di kawasan Jalan Petamburan, Tanah Abang, pada Jumat (7/8/2026). Bertajuk “Deklarasi Bersama Warga Tanah Abang Pemberantasan Peredaran Tramadol”, acara tersebut bukan sekadar seremoni belaka, melainkan menjadi titik kunci kolaborasi antara Pemkot, Polres Metro Jakarta Pusat, dan sejumlah elemen organisasi masyarakat (ormas) untuk menghentikan bisnis mematikan ini di akar rumput.

Wali Kota: Ini Bukan Seremonial, Tapi Pernyataan Perang!

Momentum itu segera direspon tegas oleh Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin. Di hadapan warga yang memadati lokasi, ia menegaskan bahwa pertemuan besar ini bukanlah ajang kumpul-kumpul atau kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, deklarasi ini merupakan pernyataan sikap bulat dan deklarasi perang sesungguhnya terhadap peredaran Tramadol ilegal yang kian meresahkan. “Ini adalah bentuk komitmen mati-matian kita untuk membersihkan Tanah Abang dari barang haram ini,” seru Arifin dengan penuh semangat.

Arifin lantas menyoroti sisi mencemaskan dari penyalahgunaan obat tanpa resep ini. Menurutnya, mengonsumsi Tramadol secara sembarangan sama saja dengan memainkan bom waktu yang bisa mematikan. Pasalnya, zat kimia di dalamnya merusak sistem saraf pusat dan otak secara perlahan, bahkan tak jarang memicu peningkatan tindak kriminalitas di jalanan. “Ini bukan soal kesehatan semata, tapi menyangkut nyawa dan masa depan generasi muda kita,” imbuhnya.

Tak berhenti di situ, Arifin mengaitkan langsung tingginya angka tawuran pelajar serta aksi kejahatan jalanan di Jakarta Pusat dengan mudahnya akses mendapatkan Tramadol. Harga yang relatif murah dan penjualan yang terang-terangan membuat obat ini menjadi “senjata makan tuan” bagi anak-anak muda. “Laporan tawuran antar pelajar, pencurian, hingga kekerasan jalanan seringkali berakar dari obat ini. Mereka dengan sengaja membidik anak-anak kita, mulai dari usia SMP, SMA, hingga pemuda produktif. Ini penghancuran fondasi bangsa dari tingkat paling dasar,” ucapnya dengan nada prihatin.

Untuk memutus rantai setan itu, Arifin menyatakan pemerintah akan menggulirkan operasi penertiban secara dadakan. Ia bertekad untuk tidak memberikan celah bagi para bandar dan pengecer yang kerap kebocoran informasi. “Operasi akan kita laksanakan secara rutin, tetapi tanpa jadwal tertentu yang bisa diketahui publik. Semua harus berjalan mendadak dan terkoordinasi penuh oleh jajaran Forkopimko,” tegasnya.

Jual Beli Terang-terangan, Lokasi Rawan Dipasang CCTV

Yang lebih mencengangkan, Wali Kota membenarkan bahwa saat ini transaksi jual beli Tramadol terjadi dengan sangat terbuka. Para pengedar berani berjualan di tempat umum seolah-olah mereka pedagang asongan biasa. “Anda bisa lihat langsung, mereka seperti orang jualan tisu di pinggir jalan. Ini sangat meresahkan dan jelas bukan rahasia lagi,” keluhnya. Salah satu titik hitam yang paling rawan adalah kawasan Jembatan Tinggi, Tanah Abang, yang selama ini dikenal sebagai surga bagi pemburu obat-obatan keras.

Arifin pun membuka suara mengenai curhatan pilu dari para orangtua yang anaknya terjerat candu Tramadol. Banyak di antara mereka yang mengadu bahwa anak-anaknya kini malas sekolah, selalu mengantuk, dan ketergantungan secara fisik dan psikis. “Keluhan itu terus berdatangan. Anak-anak tidak mau sekolah, badannya lemas, dan terus-terusan ketagihan. Ini adalah tangisan para orangtua yang harus kita jawab dengan tindakan nyata,” tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot berjanji untuk memasang kamera pengawas atau CCTV di lokasi-lokasi yang terindikasi sebagai sarang peredaran gelap. Namun, dengan tegas ia mewanti-wanti warga agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, seperti sweeping atau penggerebekan liar. Menurutnya, peran warga cukup sampai batas pelaporan, sedangkan eksekusi di lapangan harus diserahkan sepenuhnya kepada polisi. “Tetaplah junjung hukum, jangan ada kekerasan. Semua kegiatan harus terkoordinasi, karena penindakan adalah wewenang kepolisian,” pesannya.

Polisi Beri Jaminan: Bandar Diburu, Oknum Aparat Juga Tak Akan Diampuni!

Mendengar tuntutan tegas dari warga yang menginginkan efek jera, pihak kepolisian pun buka suara. Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Mirza Maulana, menyatakan bahwa polisi tidak akan setengah-setengah dalam memberantas peredaran narkotika ini. Ia menegaskan bahwa penangkapan bandar besar adalah target utama, bukan sekadar mengamankan pengecer kecil di pinggir jalan. “Kita tidak akan pernah selesai jika hanya menangkap penjual eceran. Dari hilir ke hulu, dari hulu ke hilir, semua akan kita kejar!” janjinya.

Ia mengungkapkan bahwa Satresnarkoba selaku leading sector telah diberikan perintah khusus untuk membentuk tim intensif dalam memberantas Tramadol, khususnya di wilayah Tanah Abang. “Tim ini sudah bergerak dan kami instruksikan untuk tidak berhenti sampai jaringan besarnya tumbang,” tambah Mirza dengan penuh keyakinan.

Menjawab keresahan warga soal penangkapan mandiri yang sering terjadi, Mirza kembali mengingatkan bahwa masyarakat sebaiknya hanya berperan sebagai informan. Ia meminta seluruh lapisan masyarakat untuk aktif melapor melalui saluran resmi seperti nomor 110 atau kontak langsung yang telah dibagikan ke perwakilan warga. “Kami sarankan untuk memberikan informasi saja agar tidak terjadi kerancuan di masyarakat. Nanti penindakan langsung kami yang lakukan karena kewenangan ada di Polres,” jelasnya.

Tak lupa, isu panas mengenai oknum aparat yang disebut-sebut melindungi bisnis haram ini juga mendapat respons. Tanpa ragu, Mirza berjanji akan mengawasi dan menindak tegas anggota polisi yang terbukti memback-up peredaran Tramadol. “Kami tidak pandang bulu, jika ada anggota yang terbukti, kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya. Langkah ini sekaligus menjadi angin segar bagi warga yang selama ini meragukan komitmen aparat dalam memberantas bandar narkoba di wilayah mereka.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *