Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Tinjau Proyek, Menteri PU Ungkap Sekolah Rakyat Sukoharjo Tinggal Sentuhan Akhir

SUKOHARJO, Cinta-news.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo baru saja melakukan inspeksi mendadak ke proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Minggu (14/6/2026) malam. Wah, gerak cepat sekali!

Peninjauan kilat ini ternyata punya misi penting. Dody ingin memastikan proyek infrastruktur strategis SR Sukoharjo tetap on the track sesuai target waktu. Targetnya? Gedung ini harus segera dipakai buat Tahun Ajaran Baru 2026/2027 yang tinggal menghitung hari, tepatnya Juli mendatang. Deg-degan, nih!

Begitu tiba, Dody langsung tancap gas!

Pantauan di lapangan menunjukkan, setibanya di lokasi proyek, Dody tidak buang-buang waktu. Ia langsung berjalan cepat menuju area belakang bangunan. Tujuannya jelas: meninjau titik-titik krusial yang butuh penanganan intensif dari tim lapangan. Keren, kan, langsung ke sumber masalah?

“Saya sengaja ke belakang, biar tahu masalah yang sebenarnya,” tegas Dody.

Setelah rampung inspeksi, Dody pun menemui awak media dan membeberkan data terbaru. Katanya, hingga pertengahan Juni ini, progres fisik pembangunan SR Sukoharjo sudah melesat ke angka 82 persen. Luar biasa! Saat ini, yang tersisa di lapangan tinggal menuntaskan pekerjaan detail arsitektural.

“(Progres) 82 persen hari ini. Yang di sini tinggal arsitek, makanya saya tadi langsung ke belakang, saya enggak mau di depan. Karena saya biasanya di belakang itu paling terakhir kan. Jadi justru pengen lihat yang masalah di mana gitu,” ujar Dody dengan santai kepada awak media, Minggu (14/6/2026). Nah, ini baru pemimpin yang mengerti akar masalah!

Jalanan rusak jadi kendala klasik, tapi bukan alasan!

Lebih lanjut, Dody menjelaskan bahwa proyek SR Sukoharjo sebenarnya mengalami kendala teknis yang mirip dengan pembangunan sekolah rakyat di daerah lain. Apa itu? Ternyata soal akses jalan.

“Ya sebenarnya kan hampir di semua tempat yang menggunakan akses publik selalu kendalanya itu kan. Yang dipakai itu adalah jalan masyarakat, embuh (entah) jalan desa, jalan kabupaten. Dan itu biasanya jalannya memang bukan jalan yang layak dilewati truk-truk besar,” paparnya sambil merinci hambatan logistik yang kerap muncul. Meski begitu, semangat pantang menyerah terus digaungkan.

Tenaga kerja dan finishing arsitektur: Dua tantangan utama!

Dody juga mengakui bahwa proses penyelesaian fisik SR Sukoharjo punya tantangan tersendiri. Pertama, ketersediaan jumlah tenaga kerja aktif. Kedua, fase finishing yang memang terkenal paling memakan waktu secara arsitektural. Siapa sih yang nggak tahu kalau bagian akhir itu paling rumit?

“Tantangannya satu ya pekerja. Ini tadi kan disampaikan oleh penyedia jasanya dari Adhi Karya kan pekerja, gitu kan. Pekerjanya ya kalau sudah sampai tahap arsitektural itu kan biasanya kan memang butuh waktu paling lama ya,” jelas Dody dengan lugas.

Hari Minggu? Pekerja Libur, Progres Agak Melambat

Selain itu, Dody menyoroti faktor hari libur. Menurutnya, pengerjaan proyek Sekolah Rakyat di area perkotaan saat hari Minggu memang tidak bisa berjalan maksimal. Wajar, karena sebagian besar tenaga kerja mengambil jatah libur.

“Tapi ini kan mungkin juga karena hari Minggu ya, jadi enggak semua pekerja masuk ya. Mungkin sebagian memilih untuk istirahat. Ya itulah, Sekolah Rakyat di kota itu ya itu, ada masa istirahat bagi pekerja ya. Tapi kalau Anda datang ke Sumatera, Sulawesi, Maluku, gitu enggak ada begitu,” ungkapnya sambil tersenyum.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Dody tetap optimis. Ia memprediksi proyek SR Sukoharjo yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA ini akan siap dipakai dengan capaian di atas 90 persen saat batas target fungsional sekolah ditetapkan. Mantap!

“Yang ini mestinya sudah bisa, paling enggak 90 persen plus lah ya, minimum ya,” kata Dody dengan nada optimis yang menular.

Target Akhir Juni: Siswa Sudah Bisa Pindah ke Sekolah Baru di Juli!

Dody juga membeberkan data nasional. Rata-rata progres pembangunan Sekolah Rakyat di seluruh penjuru Indonesia saat ini sudah menyentuh angka 78 persen. Pemerintah pusat pun memasang target ambisius: pemanfaatan fungsional gedung sekolah harus bisa diserahkan pada akhir Juni 2026. Dengan demikian, infrastruktur tersebut bisa langsung dipakai pada pertengahan Juli mendatang.

“Minimum itu kita bisa selesaikan dulu agar adik-adik bisa masuk ke tempat sekolahnya yang baru di tahun ajaran baru di pertengahan Juli 2026.”

“Kalau memang harus kita kejar fungsional, ya paling enggak fungsional dulu. Tapi kalau memang selesai, kita selesaikan. Ada beberapa tempat yang memang mungkin baru bisa fungsional dulu sampai dengan akhir Juni 2026 ya,” paparnya lebih rinci.

Ini Arahan Presiden Prabowo: Sekolah Gratis untuk Putus Kemiskinan Ekstrem!

Dody menegaskan bahwa semua ini sesuai dengan arahan tegas Presiden Prabowo. Jalan utama untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di Indonesia adalah dengan menyekolahkan putra-putri bangsa. Oleh karena itu, Sekolah Rakyat sengaja dibangun agar keluarga prasejahtera tidak perlu lagi memikirkan beban biaya.

“Okelah bapak ibunya mungkin petani atau buruh, tapi putra-putrinya kan bisa menjadi sarjana, bisa menjadi orang yang jauh lebih sukses daripada kedua orang tuanya. Jadi paling gampang ya sekolah,” kata Dody penuh semangat.

Konsep Boarding School: Semua Serba Gratis, Tinggal Belajar!

Yang lebih menarik lagi, konsep Sekolah Rakyat ini adalah boarding school alias sekolah berasrama. Semua kebutuhan hidup dan belajar para siswa akan disediakan secara cuma-cuma. Mantap, kan?

“Dan itu kemudian diberikan sekolah yang bersifat boarding school kan. Ya asramanya, ya makannya, ya bajunya, ya alat tulisnya, laptopnya, semuanya dikasih. Pokoknya mereka hanya datang, pergi dengan keinginan untuk belajar ya. Yang lain-lain enggak usah memikirkan yang lain,” terang Dody panjang lebar. Bayangkan, anak-anak tinggal fokus belajar, sisanya diurus pemerintah!

Kementerian PU Fokus Infrastruktur, Dinsos yang Urus Kurikulum

Dody juga memperjelas pembagian tugas. Jajarannya di Kementerian PU hanya fokus pada percepatan penyediaan infrastruktur fisik bangunan. Sementara itu, urusan pengelolaan operasional serta kurikulum pendidikan akan dikoordinasikan penuh oleh Dinas Sosial (Dinsos) terkait. Pembagian tugas yang rapi, deh!

Untuk mengejar target penyelesaian di akhir Juni, pengerjaan proyek fisik di Sukoharjo ini akan kembali dipacu dengan kecepatan penuh (full speed) mulai Senin esok. Kenapa? Karena para tenaga kerja telah selesai mengambil waktu istirahat akhir pekan. Jadi, siap-siap aja melihat percepatan yang lebih dahsyat!

“Besok kita akan full speed lagi, insyaallah,” ucap Dody menutup pembicaraan dengan penuh keyakinan. Kita tunggu aksi nyata selanjutnya!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version