Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Tim SAR Gabungan Temukan Banyak Korban Terjebak di Bangkai KM Virgo Transport 8

Cinta-news.com – Tim penyelam gabungan berhasil menembus kedalaman air dan mendapati kenyataan yang sangat menyayat hati. Pasalnya, para penyelamat menemukan tumpukan jasad penumpang KM Virgo Transport 8 yang membeku tak bernyawa di dalam lorong-lorong bangkai kapal karam tersebut.

Meskipun para petugas telah berjuang keras mengikatkan tali ke tubuh beberapa korban demi mengangkat mereka ke permukaan, namun upaya heroik tersebut nyatanya menemui jalan buntu yang sangat menguji kesabaran. Alhasil, proses evakuasi dramatis ini terpaksa tertahan karena jasad para korban tetap tidak bergeming sedikit pun dari posisinya.

Di samping itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, yang menjabat secara resmi sebagai SAR Mission Coordinator, menegaskan bahwa seluruh armada pencari kini langsung memfokuskan pergerakan mereka menuju bagian utama badan kapal. Lebih lanjut, beliau menyampaikan kalau perhatian utama tim saat ini memang tertuju penuh pada area kamar tidur para penumpang.

Begitu para penyelam handal berhasil menembus kegelapan dasar laut hingga menyentuh fisik bangkai kapal, mereka mendapati pemandangan yang sangat memilukan di mana barisan penumpang masih tertahan di dalam bilik-bilik kamar. Oleh sebab itu, suasana di bawah air terasa kian mencekam lantaran para korban tidak sempat menyelamatkan diri saat air masuk menenggelamkan bahtera.

“Kami memang sengaja memusatkan seluruh daya di area tersebut, sebab anggota kami di bawah sana sudah menyaksikan banyak sekali penumpang yang terperangkap kokoh di dalam bilik kamar kapal. Padahal, tadi tim kami sudah berusaha keras menarik beberapa jasad menggunakan perlengkapan tali, namun usaha itu tetap saja gagal membuahkan hasil,” ungkap Putu saat memberikan keterangan pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, pada Selasa (22/9/2026).

“Besar kemungkinan, ada material berat yang mengimpit tubuh para korban di dalam ruangan kapal sehingga memicu hambatan besar tersebut. Maka dari itu, kami terpaksa menunda langkah evakuasi dan akan melanjutkan pergerakan esok hari, seraya berharap penuh agar proses evakuasi pada hari Rabu besok berjalan tanpa kendala berarti,” tambahnya dengan nada penuh kehati-hatian.

Penyelam Sudah Pecahkan Kaca

Demi menembus hambatan fisik yang memblokir jalur evakuasi, para penyelam berani mengambil keputusan ekstrem dengan memecahkan kaca-kaca jendela bilik kapal. Langkah nekat ini sengaja mereka tempuh agar memiliki celah baru untuk menjangkau para korban yang terkunci di dalam.

Aksi kemanusiaan yang sangat berisiko tinggi ini menyatukan kekuatan tempur dan penyelamatan elit, termasuk jajaran elit Basarnas Special Group (BSG), pasukan elit Kopaska beserta Pangkoarmada II TNI AL, tim ahli PT Jasalindo, serta berbagai unsur potensi SAR pendukung lainnya. Kerja sama lintas instansi ini membuktikan betapa seriusnya penanganan tragedi pelayaran tersebut.

Terlebih lagi, pendorongan akses paksa tersebut langsung mereka eksekusi tepat setelah mata telanjang para penyelam menangkap keberadaan jasad-jasad penumpang yang terperangkap pasrah di dalam sekian ruangan. Alhasil, tim tidak punya pilihan lain kecuali menjebol rintangan transparan tersebut secepat mungkin.

Sebelum hambatan berat terjadi, tepat pada Selasa pagi hari, tim rescue gabungan sebenarnya sempat mengukir perkembangan penting dengan membawa keluar tiga jasad korban yang telah meninggal dunia dari dalam bangkai kapal. Keberhasilan awal ini sempat memberikan secercah harapan bagi seluruh tim SAR yang bertugas di lapangan.

Akan tetapi, semangat tinggi para petugas terpaksa membentur dinding kenyataan ketika cuaca alam mendadak memburuk saat waktu mulai menginjak sore hari. Akibatnya, proses pengangkatan jenazah lain yang sebenarnya sudah terpantau jelas terpaksa dihentikan secara mendadak demi keselamatan para personel.

Hal ini terjadi karena tingkat visibilitas air di sekeliling titik karam berubah menjadi sangat keruh dan membahayakan pandangan. Pada saat yang sama, terjadilah kecamuk arus dasar laut yang berembus makin kencang sehingga sangat menyulitkan pergerakan dinamis para penyelam spesialis.

“Jika kami nekat meneruskan proses penarikan korban saat ini, risikonya terlalu besar karena jarak pandang mendadak kabur akibat sapuan arus bawah air yang bergolak amat kencang,” tegas Putu saat membeberkan alasan teknis penundaan tersebut.

“Lantaran situasi membahayakan keselamatan personel, alhasil tim penyelam kami terpaksa tidak dapat mengeksekusi evakuasi terhadap jasad-jasad penumpang yang sebenarnya sudah terlihat jelas di depan mata,” sambung Putu dengan nada berat.

Pencarian Korban Diarahkan ke Kompartemen Kapal

Lebih lanjut, Putu menerangkan bahwa pergerakan besar-besaran bakal kembali meletus pada Rabu (23/9/2026) sejak terbit matahari hingga menjelang petang. Melalui penjadwalan ketat ini, seluruh tim menaruh harapan besar agar cuaca perairan berubah bersahabat serta sapuan arus dasar laut menjadi jauh lebih tenang.

Melalui dukungan cuaca alam yang lebih kondusif tersebut, para personel SAR optimistis bisa bekerja lebih cepat dalam mengeluarkan makin banyak jasad dari dalam jebakan bangkai kapal. Oleh sebab itu, kesiapan fisik dan peralatan telah mereka matangkan secara maksimal sejak malam hari.

Tak sekadar menyisir bilik utama, jangkauan pencarian esok hari pun bakal melebar luas menuju seluruh kompartemen kapal, termasuk menyapu bersih area tempat tidur kelas ekonomi maupun kelas eksekutif. Langkah menyeluruh ini bertujuan memastikan tidak ada satu pun korban yang terlewatkan dari jangkauan petugas.

Selanjutnya, tim penyelam gabungan juga sedang menimbang secara matang rencana penjelajahan ke dek angkutan kendaraan, asalkan situasi medan bawah air benar-benar terjamin aman bagi nyawa para penyelam. Keputusan ini menuntut perhitungan matang mengingat risiko tinggi di area kargo.

“Kondisi susunan kendaraan di dalam dek saat ini sudah saling bertumpuk tidak beraturan akibat posisi kemiringan bangkai kapal yang tidak lagi normal. Meskipun begitu, jika keadaan terbukti aman, kami pasti mengeksekusinya, sebab bagaimanapun juga operasi kemanusiaan ini wajib menjunjung tinggi keselamatan personel,” tegas Putu menekankan prinsip utama SAR.

Sementara itu, berdasarkan data resmi yang dihimpun oleh Basarnas hingga Selasa malam pukul 22.00 WITA, petugas mencatat sebanyak 126 korban berhasil terdata dari total keseluruhan 243 orang yang terdaftar resmi dalam manifes pelayaran KM Virgo Transport 8.

Dari rincian angka mengejutkan tersebut, sebanyak 108 penumpang beruntung ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 18 korban lainnya dikonfirmasi telah meninggal dunia. Kendati demikian, sebanyak 117 orang korban sisanya masih dinyatakan hilang dan terus menjadi fokus pencarian intensif oleh armada SAR gabungan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *