Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Sungai Mbango di Pati yang Bertahun-tahun Dicemari Limbah Tapioka Bakal Dikeruk DLH

PATI, Cinta-news.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati angkat bicara dan memastikan penanganan pencemaran di Sungai Mbango, Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, bakal segera direalisasikan. Bayangkan, persoalan limbah dari industri tapioka ini sudah berlangsung selama puluhan tahun dan sekarang dampaknya sungguh mengerikan bagi lingkungan sekitar.

Selanjutnya, Kepala DLH Pati, Tulus Budiharjo, mengungkapkan bahwa kondisi aliran Sungai Mbango kian parah dari hari ke hari. Penyebab utamanya, endapan limbah yang menumpuk tebal sehingga menghambat arus air secara signifikan. Untuk mengatasi ini, pihaknya langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan DPUPR Kabupaten Pati dan Balai Besar Wilayah Sungai guna melakukan penanganan teknis di lapangan.

Baca Juga: Tak Cuma 6 Saham Besar, MSCI Juga Hapus 13 Emiten Kecil RI, OJK: Bagian dari Transisi

“DPU sudah mengirimkan alat berat untuk mengeruk alur sungai yang terhambat. Jadi, kami segera melakukan tindakan demi kelancaran aliran sungai,” ujar Tulus dengan tegas, Selasa (12/5/2026).

Sementara itu, menurut penjelasan Tulus, terdapat puluhan pelaku usaha tapioka di wilayah Margoyoso dan sekitarnya yang masih nekat membuang limbah ke Sungai Mbango. Namun yang memprihatinkan, sebagian besar dari mereka merupakan usaha kecil yang belum memiliki sistem pengolahan limbah yang memadai. Oleh karena itu, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan.

HOROR! Limbah Tapioka Bikin Sungai Mbango Mati Suri, DLH Pati Kini Bikin Aturan SUPER KETAT!

Menanggapi hal ini, DLH Pati kini memperketat proses perizinan lingkungan bagi para pengusaha tapioka. Bahkan dengan tegas, mereka menyatakan bahwa izin lingkungan tidak akan diproses apabila pelaku usaha belum memiliki fasilitas pengendapan limbah maupun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Baca Juga: Warga Marunda Keluhkan Aliran Kali Tersumbat Lumpur Diduga dari Proyek Rusunawa

Kami tegaskan, setiap proses perizinan lingkungan tidak akan kami proses jika mereka belum membuat pengendapan,” tegas Tulus dengan nada keras.

Tak hanya itu, pihak DLH bersama pemerintah kecamatan dan desa juga terus mengedukasi para pelaku usaha agar tidak lagi membuang limbah langsung ke sungai. Mereka sadar betul, edukasi ini penting untuk mengubah kebiasaan buruk yang sudah mengakar puluhan tahun.

Untuk menambah wawasan, DLH Pati menjelaskan bahwa limbah organik dari industri tapioka menyebabkan kadar oksigen di air menurun drastis. Akibatnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap organisme air seperti ikan yang selama ini hidup di sungai.

“Limbah organik tapioka dalam proses pembusukan membutuhkan oksigen, sehingga kandungan oksigen di air berkurang dan berdampak pada organisme seperti ikan,” jelas Tulus.

BUKAN Cuma Tapioka! Isu Limbah Udang Juga MENEROR, Tapi Statusnya Biru?

Selanjutnya, terkait dugaan limbah dari perusahaan pengolahan udang, Tulus menegaskan bahwa perusahaan yang bersangkutan berada dalam pengawasan pemerintah pusat. Meski demikian, ia memberikan klarifikasi penting.

“Statusnya biru, artinya perusahaan tersebut taat terhadap pengelolaan lingkungan, baik limbah cair maupun lainnya,” katanya menjelaskan.

KRIMINAL! Limbah Bertahun-tahun Bikin Gagal Panen, Warga Sampai Pasang Spanduk SINDIRAN VIRAL!

Sebelumnya, warga Desa Bulumanis Lor sudah lama mengeluhkan pencemaran limbah yang diduga berasal dari industri tapioka dan pengolahan udang. Bahkan sebagai bentuk protes, mereka memasang spanduk sindiran di pinggir Sungai Mbango yang tulisannya cukup pedas: “Selamat Datang di Wisata Limbah Sungai Mbango (Sungai Bawah Tanah: Indah dan Wangi Sedunia).”

Lalu, salah satu warga bernama Kholid Dian mengatakan bahwa masyarakat sudah bertahun-tahun terdampak limbah cair yang mengalir ke sungai. Dengan nada kesal, ia menceritakan penderitaan mereka.

“Kami ini sudah bertahun-tahun mendapat limbah seperti ini. Baunya sangat menyengat. Akibatnya, sawah, tambak, dan pertanian warga sering gagal panen karena limbah yang mencemari lahan mereka,” ujarnya dengan wajah kecewa.

Sebagai catatan akhir, pengerukan sungai telah dijadwalkan dan alat berat pun sudah disiagakan. Oleh karena itu, warga Bulumanis Lor kini berharap tindakan nyata ini tidak sekadar menjadi janji manis belaka. Pasalnya, mereka sudah terlalu lama hidup berdampingan dengan bau menyengat dan gagal panen yang terus berulang. Kini saatnya, Sungai Mbango kembali bersih tanpa limbah mematikan!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *