Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Sepekan Dihantui Kemunculan Api Tanpa Sebab, Keluarga di Seyegan Sleman Mengungsi

SLEMAN, Cinta-news.com – Bayangkan, selama tujuh hari penuh kalian harus siaga 24 jam tanpa tahu kapan dan di mana bahaya akan muncul. Nah, itulah tepat yang dialami keluarga Agusyani Mujiyanto (61) di Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Kehidupan mereka berubah drastis sejak kemunculan titik api misterius pertama kali pada Jumat (22/5/2026) lalu.

Alih-alih bisa tenang beristirahat di rumah sendiri, selama sepekan terakhir mereka justru dipaksa meningkatkan kewaspadaan ekstra. Mengapa? Karena api nakal itu bisa muncul sewaktu-waktu di berbagai lokasi, baik di dalam rumah maupun di halaman luar. Bahkan hingga Jumat (29/5/2026) kemarin, tim gabungan sudah mencatat titik api telah meledak muncul sebanyak 46 kali! Gila banget, kan?

Akibat fenomena super aneh ini, bukan cuma barang-barang yang hangus terbakar, tapi seluruh penghuni rumah pun akhirnya memilih mengungsi sementara dari tempat tinggal mereka. Mereka benar-benar trauma.

Barang Diamankan, Penghuni Tak Berani Lepas Pantauan

Karena api yang sulit ditebak waktu kemunculannya, rutinitas sehari-hari keluarga korban pun kacau balau. Dalam sehari saja, titik api dilaporkan sanggup muncul hingga lima kali di lokasi yang berbeda-beda. Bisa di dapur, lalu tiba-tiba di ruang tamu, bahkan di loteng!

Untuk meminimalkan risiko, mereka langsung memindahkan barang-barang yang mudah terbakar ke luar rumah. Tak cuma itu, mereka juga menyiagakan alat pemadam api ringan alias APAR di beberapa sudut, plus ember berisi handuk basah yang siap dipakai kapan saja.

Nah, apa saja barang yang sudah menjadi korban amukan api misterius ini? Mulai dari kain, handuk, tikar, kabel-kabel, helm, styrofoam, hingga baskom plastik ikut meleleh. Tak berhenti di situ, api juga sempat melahap tumpukan kayu di halaman belakang rumah! Bikin merinding, kan?

Karena situasi mencekam ini, mereka pun memilih mengungsi ke ruko yang berada tepat di samping rumah demi alasan keselamatan. Meski hanya berjarak beberapa meter, setidaknya mereka bisa tidur lebih tenang tanpa takut tiba-tiba terbakar.

Dinkes Turun Tangan: Trauma Juga Butuh Diobati, Guys!

Tak hanya harta benda, rentetan kejadian selama sepekan ini ternyata juga berdampak berat pada kondisi psikologis keluarga korban. Wajar aja sih, kebayang nggak kalian tiba-tiba melihat api muncul dari lantai atau dinding tanpa sebab?

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, dengan sigap menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti rencana pendampingan psikologis bagi keluarga terdampak.

“Siap untuk pendampingan psikologi, nanti segera kita tindaklanjuti,” tegas Cahya saat ditemui Jumat (29/5/2026). Namun dengan santai tapi tegas ia menambahkan, “Tapi api itu kan energi alam, jadi harus dicari solusi juga bersama DLH (Dinas Lingkungan Hidup). Soalnya logikanya gini, kalau api-nya udah padam, otomatis stresnya juga ikut hilang.”

Nah, selain dukungan psikologis, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui BPBD juga sudah menyalurkan bantuan logistik darurat. Bantuan ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan dasar keluarga selama masa penanganan berlangsung.

Masih Misteri? Tim Gabungan Terus Menggali Penyebab

Sementara itu, upaya mengungkap penyebab munculnya api aneh ini masih terus berjalan tanpa henti. Hasil pemeriksaan awal dari Tim Gegana Satbrimob Polda DIY sempat mengarah pada dugaan akumulasi gas metana. Gas ini diduga berasal dari instalasi pengolahan air limbah rumah tangga yang terperangkap di bawah lantai rumah korban.

Berdasarkan temuan itu, sejumlah langkah penanganan langsung digeber. Mulai dari menguras septic tank, memperbaiki saluran yang bocor, hingga memasang pipa pembuangan gas ke udara luar. Namun apakah itu solusi jangka panjang? Belum ada yang tahu pasti.

Karena penyebab pastinya masih belum ditemukan, pemerintah daerah kemudian menggandeng akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan UPN Veteran Yogyakarta. Mereka diminta melakukan kajian lebih lanjut dan mendalam.

Tak cukup sampai di situ, BPBD Sleman juga berkoordinasi aktif dengan Basarnas dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas). Mereka bersama-sama menelusuri kemungkinan adanya sumber gas lain di sekitar lokasi kejadian.

“Rekan-rekan dari Basarnas sudah menghubungi beberapa teman di Hiswana Migas. Ini untuk menelusuri apakah nanti ada sumber gas di daerah sana,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, Jumat kemarin.

Dengan nada penuh harap, Bambang menjelaskan bahwa hingga kini tim gabungan masih terus berupaya mati-matian mencari jawaban atas fenomena aneh ini. Sebab, sudah puluhan kali kebakaran kecil melanda rumah tersebut, dan keluarga korban berhak untuk bisa kembali tinggal dengan tenang.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *