Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Harga Melambung Rp6.300 per Liter, Pengguna Setia Pertamax Turbo Ogah Turun Kelas

JAKARTA, Cinta-news.com – Wah, para pengendara dihebohkan dengan kabar terbaru nih! Mulai Sabtu (18/4/2026) kemarin, Pertamina resmi menaikkan harga bahan bakar minyak nonsubsidi. Banyak pengguna yang sampai kaget bukan main karena lonjakannya terbilang gila-gilaan! Kenaikan harga ini menyasar tiga jenis BBM, yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, kabar baiknya, Pertamax dan Pertamax Green 95 masih setia dengan harga lama alias tidak ikut-ikutan naik. Tenang dulu, dompet belum jebol semua!

Kaget Tapi Pasrah: Risiko yang Sudah Diketahui Sejak Awal

Yusuf (33), seorang pengguna setia Pertamax Turbo, mengaku sangat terkejut ketika mendengar kabar kenaikan ini. Menurutnya, lonjakan harganya benar-benar signifikan dan di luar dugaan.

Meskipun kaget, Yusuf dengan bijak menyadari bahwa fluktuasi harga sudah menjadi risiko yang harus diterima sejak pertama kali ia memutuskan menggunakan BBM premium tersebut. Apalagi, situasi global memang lagi panas-panasnya. Konflik di Timur Tengah membuat harga energi dunia ikut melambung tinggi.

Dengan nada sedikit menghela napas, Yusuf mengungkapkan perasaannya saat ditemui di SPBU Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu kemarin.

“Waduh, kenaikannya lumayan tinggi banget sih. Tapi ya gimana lagi, dari awal saya sudah pakai Turbo, jadi saya sudah siap enggak siap dengan risiko harga yang bisa naik turun kapan saja,” ujar Yusuf dengan gaya santai namun penuh kesadaran.

Lebih lanjut, Yusuf mengakui bahwa kenaikan ini jelas berdampak pada pengeluaran bulanannya. Apalagi mobilnya ia gunakan setiap hari untuk aktivitas rutin. Bensin jadi salah satu pos belanja yang paling terasa.

Namun, yang menarik perhatian, Yusuf tetap bersikukuh untuk tidak beralih ke jenis BBM lain yang lebih murah. Lho, kenapa?

“Untuk saat ini saya masih stay pakai Turbo. Soalnya kalau saya hitung-hitungan sendiri, pakai Turbo itu sebenarnya lebih hemat dari sisi konsumsi. Dulu saya mikirnya juga cuma beda tipis sama Pertamax, jadi mending ambil yang lebih bagus sekalian,” tambah Yusuf meyakinkan.

Penyesalan Sesaat, Tapi Hati Tetap di Pertamax Turbo

Cerita berbeda namun senada datang dari Ihsan (28), pengguna Pertamax Turbo lainnya. Ia juga mengaku kaget setengah mati dengan kenaikan harga ini. Bahkan, Ihsan sempat menyesali dirinya sendiri karena tidak mengisi bahan bakar sebelum harga resmi naik.

“Ya ampun, nyesel banget kenapa kemarin enggak ngisi penuh dulu,” keluh Ihsan dengan ekspresi sedikit kesal.

Dampak kenaikan ini ternyata cukup besar bagi kantong Ihsan. Ia mengaku pengeluaran bulanannya bisa membengkak hingga ratusan ribu rupiah. Cukup menguras dompet memang.

Tapi, siapa sangka? Ihsan juga belum berpikir untuk pindah ke BBM yang lebih murah. Kok bisa?

“Untuk sekarang saya masih pakai Turbo dulu, belum kepikiran pindah ke yang lebih murah. Lagian mau pindah ke Shell juga pada tutup semua,” jelas Ihsan dengan nada setengah bercanda.

Ternyata, selain faktor kebiasaan, Ihsan sangat mempertimbangkan kualitas bahan bakar yang ia gunakan. Ia punya alasan kuat mengapa ogah turun ke Pertamax biasa.

“Jujur, kalau ke Pertamax saya masih agak enggak sreg, apalagi sejak ada kasus yang kemarin. Menurut saya pribadi, pembakaran Pertamax itu lebih kotor dibanding Turbo,” ungkap Ihsan dengan penuh keyakinan.

Suasana SPBU: Antrean Mengular di Jalur Murah, Sepi di Jalur Mahal

Berdasarkan pantauan langsung di SPBU Pancoran, arus kendaraan terlihat cukup lancar tanpa kemacetan berarti. Namun, antrean panjang terlihat mengular di jalur pengisian Pertalite dan Pertamax.

Menariknya, antrean kendaraan roda empat tidak sepanjang jalur sepeda motor. Artinya, pengendara mobil masih terlihat lebih santai dibandingkan pemotor yang rela ngantre demi mendapatkan BBM murah.

Pemandangan kontras justru terlihat di jalur pengisian Pertamax Turbo. Jalur ini tampak jauh lebih lengang dibandingkan dua jalur sebelumnya. Hanya beberapa mobil yang terlihat mengantre, dan jarak antarkendaraan pun cukup renggang.

Seolah-olah ada garis pemisah antara pengguna BBM subsidi dan nonsubsidi. Satu sisi penuh sesak, sisi lain lapang dan sepi. Begitulah gambaran nyata di SPBU Pancoran pasca kenaikan harga.

Rincian Kenaikan: Siap-siap Kaget!

Buat yang penasaran seberapa gila kenaikannya, simak rincian berikut ini:

  • Pertamax Turbo melonjak drastis menjadi Rp 19.400 per liter. Angka ini naik Rp 6.300 dari harga sebelumnya yang hanya Rp 13.100 per liter. Bayangkan, sekali isi tangki bisa boncos berkali-kali lipat!
  • Dexlite mengalami kenaikan lebih tinggi lagi! Harganya kini Rp 23.600 per liter, alias melonjak Rp 9.400 dari harga awal Rp 14.200 per liter. Wah, para pengguna Dexlite pasti ikut melonjak jantunge!
  • Pertamina Dex juga tak kalah gila. Harganya naik Rp 9.400, dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter. Hampir tembus Rp 24.000, lho!

Sementara itu, kabar lega datang untuk pengguna Pertamax yang harganya tetap stabil di Rp 12.300 per liter. Begitu pula dengan Pertamax Green 95 yang masih setia di angka Rp 12.900 per liter.

Jadi, apakah Anda termasuk pengguna yang tetap bertahan di BBM nonsubsidi seperti Yusuf dan Ihsan? Atau malah sudah mulai berpikir untuk pindah ke Pertamax biasa? Atau mungkin memilih beralih ke transportasi umum saja?

Yang jelas, satu hal yang pasti: kualitas dan efisiensi masih menjadi alasan utama para pengguna setia Pertamax Turbo untuk tidak pindah meskipun harga terus merangkak naik. Apakah Anda setuju dengan pilihan mereka? Atau justru punya pendapat lain?

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *