Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Proyek Tol Jogja-Solo Terjang Lahan UPN Jogja, Patung Perjuangan Direlokasi ke Dalam Kampus

Cinta-news.com – Pembangunan megah megaproyek Jalan Tol Jogja-Solo mendadak bikin geger seluruh civitas akademika karena secara resmi menggerus lahan hijau nan strategis milik Kampus Bela Negara, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta, dengan total luasan area yang terdampak langsung mencapai angka fantastis yakni seluas 3.018 meter persegi.

Dampak dari terkikisnya area tanah milik kampus ini ternyata tidak hanya berhenti pada sebidang lahan kosong semata, sebab pengerjaan konstruksi skala nasional tersebut turut meratakan bangunan vital Markas Komando Resimen Mahasiswa (Menwa) serta gardu utama tempat para pos satpam biasa bersiaga menjaga keamanan harian.

Selain harus merelakan infrastruktur fisik tempat berkumpulnya para organisasi mahasiswa dan gardu penjaga keamanan tersebut, pihak pengelola kampus terpaksa memindahkan Monumen Patung Perjuangan yang selama berpuluh-puluh tahun lamanya sudah berdiri megah menjadi simbol utama serta ikon kebanggaan seluruh keluarga besar Kampus Bela Negara.

Menurut penuturan langsung dari sosok pimpinan tertinggi kampus yaitu Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., hitungan awal luas wilayah milik kampus yang bakal terimbas proyek tol nasional ini sebenarnya hanya berkisar pada angka 3.000 meter persegi saja.

Namun demikian, luasan tanah yang dipatok tersebut mendadak membengkak cukup signifikan setelah tim perencana proyek jalan tol melakukan penambahan ukur area secara mendadak pada sisi bagian sebelah barat komplek pendidikan tinggi yang berlokasi di kawasan Sleman ini.

“Awalnya 3.000 meter, tapi sekarang bagian barat ditambah, jadi total sekitar 3.018 meter. Dan ini yang terkena pembangunan bangunan Menwa dan bangunan satpam,” tegas Rektor Irhas saat memberikan penjelasan resmi kepada awak media pada hari Kamis (22/10/2026) guna meluruskan spekulasi publik terkait dampak pengerjaan proyek nasional tersebut.

Gara-gara Tol, Bangunan Menwa dan Pos Satpam Terpaksa Angkat Kaki!

Akibat gempuran pengerjaan fisik Tol Jogja-Solo yang kian masif dari hari ke hari, jajaran pimpinan UPN “Veteran” Yogyakarta secara sigap merombak ulang penataan fasilitas umum dan merancang tata kelola gerbang akses utama di lingkungan kampus agar kegiatan belajar mengajar harian tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Dalam rencana tata ruang baru yang sudah disusun matang oleh manajemen kampus, pihak pengelola menetapkan bahwa gerbang masuk utama nantinya bakal dipindahkan persis ke area seberang pos satpam lama, sedangkan pintu gerbang khusus jalur keluar akan dialihkan ke titik lokasi baru yang berada di sebelah utara kampus.

Penyesuaian skema lalu lintas serta pergeseran tata letak bangunan ini menjadi langkah mitigasi darurat yang terpaksa diambil oleh otoritas kampus seiring dengan terus meluasnya dampak pengerjaan proyek tol yang menggerus sebagian wajah depan komplek pendidikan Bela Negara tersebut.

Bukan Cuma Digeser! Patung Perjuangan Resmi Pindah ke Dalam Kampus

Di tengah riuhnya perubahan tata ruang akibat dampak pengerjaan proyek tol tersebut, manajemen UPN “Veteran” Yogyakarta akhirnya mengambil keputusan besar dengan memboyong Monumen Patung Perjuangan yang sangat legendaris keluar dari posisi aslinya di gardu depan kampus.

Dalam keterangannya kepada para wartawan, Irhas menyampaikan bahwa keputusan memindahkan patung ikonik tersebut bukan sekadar keputusan darurat belaka, melainkan sebuah rencana strategis demi menempatkan sang ikon di jantung kampus agar menciptakan satu sudut pandang estetika (one vision) yang lebih gagah dan mampu merepresentasikan jiwa Bela Negara secara utuh.

“Jadi Patung Perjuangan ini kita pindahkan ke dalam, dengan satu titik pandang, one vision untuk UPN. Itu esensi kenapa patung kita pindah, yang kedua karena terkena tol,” jelas Irhas saat membeberkan alasan filosofis sekaligus teknis di balik pemindahan monumen kebanggaan seluruh mahasiswa tersebut.

Melalui pemindahan nilai-nilai sejarah ini, jajaran rektorat berupaya keras menyelaraskan proses modernisasi kawasan kampus dengan proyek pembangunan infrastruktur jalan tol tanpa perlu mengorbankan identitas serta nilai-nilai historis yang melekat kuat pada Patung Perjuangan sebagai ikon abadi kampus.

Proses Ganti Rugi Pembebasan Lahan Masih Bikin Penasaran!

Di luar persoalan penataan ulang fasilitas fisik dan pemindahan ikon monumen kampus, proses negosiasi pembayaran ganti rugi terkait pembebasan lahan yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Solo ini ternyata masih terus bergulir dengan alot di meja diskusi para pemangku kepentingan.

Untuk menuntaskan urusan pembebasan lahan ini, Irhas mengaku telah menjadwalkan agenda pertemuan krusial bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Jogja-Solo dan Direktur Utama Jasa Marga, Rivan, dengan harapan besar agar seluruh urusan ganti rugi serta legalitas tanah bisa rampung dalam waktu secepat-cepatnya.

“Saya sebenarnya target di bulan ini sih, tapi bulan ini saya tinggal dua hari (menjabat rektor),” ungkap Irhas sembari melempar senyum penuh kepasrahan mengingat sisa masa jabatannya sebagai pimpinan tertinggi kampus akan segera berakhir dalam hitungan hari saja.

Walaupun masa pengabdian resminya sebagai Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta tinggal menghitung hari, Irhas menegaskan komitmen pribadinya untuk tetap siap sedia mendampingi dan memberikan bantuan terbaik sampai seluruh urusan pembebasan lahan kampus ini benar-benar tuntas sepenuhnya.

“Nah nanti, kapanpun saya berdiri, di manapun, kalau saya dibutuhkan bantuan, tentu saya akan support. Tapi kalau tidak ya, Pak Wakil (Rektor) II atau rektor baru,” tutup Irhas dengan penuh kehangatan saat mengakhiri percakapannya mengenai masa depan kampus yang sangat dicintainya tersebut.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *