Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Proyek Geothermal Telaga Ranu Picu Penolakan dari Masyarakat Adat Sahu

HALMAHERA BARAT, Cinta-news.com – Ribuan warga Adat Sahu turun ke jalan! Mereka mengguncang Kabupaten Halmahera Barat dengan penolakan keras terhadap proyek geothermal di tanah leluhur. Forum Masyarakat Peduli Telaga Ranu (FMPT) memimpin gelombang protes ini. Warga beberapa kali menggelar aksi di kawasan keramat Telaga Ranu.

Mengapa kemarahan ini meledak? Proyek raksasa PT Ormat Geothermal Indonesia mengancam ruang hidup masyarakat. Simon Beno, Koordinator FMPT, membuka fakta mengejutkan. Proyek seluas 16.650 hektare itu merambah wilayah pertanian adat Sahu. Lahan ini selama menjadi nadi utama penghidupan mereka.

“Wilayah 16.650 hektare itu bukan lahan kosong!” teriak Simon dalam rilis Jumat (6/3/2026). “Di sana terbentang kebun subur dan lahan produktif. Ruang sakral leluhur juga ada di sana. Kami mengelolanya turun-temurun selama bergenerasi,” jelasnya dengan nada berapi-api.

Simon membeberkan dampak dahsyat proyek tersebut. Ekonomi dan budaya masyarakat adat terancam punah. Lahan pertanian sebagai sumber pangan akan lenyap jika proyek dipaksakan. Ia juga menegaskan pengabaian hak masyarakat. “Tidak ada persetujuan dari kami. Tidak ada keterlibatan dalam perencanaan. Pemerintah mengabaikan hak-hak kami begitu saja,” ujar Simon dengan wajah kesal.

Paulus Suwatalbessy, Tokoh Adat Sahu yang disegani, menyuarakan harapannya. Ia meminta pemerintah pusat segera turun tangan. “Kami hidup dari generasi ke generasi di sini dan bergantung pada pertanian. Kami hidup harmonis dengan Telaga Ranu. Jangan rusak semuanya!” pintanya dengan suara bergetar.

Tiklas Babua, pemuda adat Sahu, menambahkan dimensi baru. Ia adalah aktivis lingkungan yang vokal. Ia mengingatkan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Negara wajib melindungi tradisi lisan, adat istiadat, ritus, dan pengetahuan tradisional. “UU ini menempatkan kebudayaan sebagai investasi masa depan. Tapi praktik kebijakan justru paradoks,” ungkap Tiklas lugas. “Semangat perlindungan budaya berbenturan dengan izin industri ekstraktif. Ekspansi tambang dan energi kerap mematikan ruang hidup masyarakat adat,” imbuhnya.

Tiklas juga menyoroti dampak lingkungan yang mengerikan. Proyek geothermal akan merusak ekosistem Telaga Ranu. Kawasan ini rumah bagi hewan endemik tak ternilai. Burung Bidadari Halmahera, Burung Nuri, Kakatua Putih, dan Cendrawasih Gagak hidup di sana. “Keindahan dan kekayaan hayati ini akan musnah,” katanya.

Warga adat Sahu melayangkan tiga tuntutan tegas. Pertama, mereka meminta Presiden Prabowo Subianto mencabut izin PT Ormat. Kedua, mereka mendesak pemerintah daerah dan pusat menetapkan Telaga Ranu sebagai objek wisata. Ketiga, mereka ingin kawasan ini menjadi wilayah konservasi hutan raya. “Kami ingin cagar alam dan budaya, bukan lokasi industri,” tegas Tiklas.

Di sisi lain, Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal EBTKE punya keputusan berbeda. PT Ormat Geothermal Indonesia resmi jadi pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi Telaga Ranu. Pengumuman Nomor 5.Pm/EK.04/DJE.P/2026 tertanggal 12 Januari 2026 mengonfirmasi hal ini.

“Menteri ESDM menetapkan Pemenang Lelang WKP Telaga Ranu melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 8.K/EK.04/MEM.E/2026 tanggal 8 Januari 2026,” bunyi surat pengumuman tersebut. “Nama Badan Usaha: PT Ormat Geothermal Indonesia (TRU-01),” lanjutnya. Warga mengutip informasi ini pada Jumat (6/3/2026).

Ironisnya, keputusan pemerintah justru memicu perlawanan sengit. Masyarakat adat mengaku sebagai pemilik sah tanah leluhur. Mereka tidak akan menyerah begitu saja. Proyek ini bagi mereka bukan sekadar investasi. Ini menyangkut harga diri, identitas, dan masa depan generasi Sahu.

Warga berjanji akan terus berjuang. Mereka akan menjaga Telaga Ranu dengan nyawa sekalipun. Leluhur mereka menitipkan tanah ini. Kini giliran mereka mewariskannya kepada anak cucu. Proyek geothermal boleh datang dan pergi. Tapi masyarakat adat Sahu akan tetap berdiri tegak di tanahnya sendiri.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *