SUMEDANG, Cinta-news.com – Seorang pedagang telur di Kecamatan Pamulihan harus kehilangan harta bendanya secara tragis. Percaya atau tidak, seorang pria yang dengan pede-nya mengenakan seragam atribut TNI diduga kuat melakukan aksi penipuan kejam! Pelaku dengan mulusnya membawa kabur telur sebanyak 250 kilogram. Akibatnya, pedagang tersebut menderita kerugian mencapai jutaan rupiah yang bikin kantong menangis.
Cerita mencekam ini sontak viral di media sosial, terutama di platform X. Penyebabnya? Foto pelaku dan kendaraan yang digunakannya sudah tersebar luas dan menjadi perbincangan hangat warganet. Mereka ramai-ramai memperingatkan satu sama lain.
“Waspadalah terhadap orang ini! Biar saya ceritakan kronologinya,” tulis akun @papua_muslim95 dengan nada penuh peringatan. “Pelaku datang menemui adik saya. Modusnya sangat rapi: dia pura-pura mau membeli telur sebanyak kurang lebih 250 kg. Total harga yang harus dibayar mencapai Rp7.290.000. Dia berjanji manis akan mentransfer uangnya setelah barang sampai di Kecamatan Pamulihan,” jelas unggahan tersebut.
Saat ini, pihak kepolisian sudah bergerak cepat. Mereka tengah melakukan pengejaran habis-habisan terhadap pelaku licik ini. Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah, secara resmi mengonfirmasi bahwa laporan dari korban sudah masuk. Kasus ini, tegasnya, sedang ditangani secara intensif dan tidak akan ditutup-tutupi.
“Laporannya sudah kami terima di Polsek Pamulihan. Tim kami masih bekerja keras dalam proses penyelidikan,” ujar Tanwin melalui pesan singkat, Jumat (17/4/2026) sore. Kalimat pasif ini disampaikan untuk menegaskan keseriusan pihak berwajib.
Begini Kronologi Mencekik Pedagang Hingga Rugi Jutaan!
Agar Anda tidak tertipu dengan modus serupa, simak baik-baik urutan kejadian yang membuat pedagang telur ini merugi hampir 7,3 juta rupiah. Kami susun kronologinya berdasarkan data yang berhasil dihimpun.
Pertama-tama, peristiwa nahas ini bermula pada Selasa (14/4/2026), tepatnya sekitar pukul 12.00 WIB. Pelaku dengan percaya diri mendatangi korban. Ia langsung menyatakan niatnya untuk membeli telur dalam jumlah super besar, yaitu 250 kilogram. Bayangkan, total nilai transaksinya mencapai angka fantastis, Rp 7.290.000!
Selanjutnya, untuk meluluhkan hati dan meyakinkan korban, pelaku mengucapkan janji manis. Dia berkomitmen bahwa pembayaran akan segera dilakukan melalui transfer bank. Syaratnya? Barang harus tiba dulu di kantor Kecamatan Pamulihan. Karena pelaku dengan gagahnya mengenakan seragam TNI, korban pun merasa tenang dan percaya. Tanpa pikir panjang, korban langsung mengirimkan pesanan telur ke lokasi yang sudah disepakati.
Setibanya di kantor Kecamatan Pamulihan, pelaku langsung mengubah sikap. Dia bertingkah seolah-olah memiliki otoritas tinggi. Sikap arogannya ini bahkan berhasil membuat beberapa pihak di lokasi kecamatan menyambutnya dengan hormat. Sungguh akting yang memukau!
Tak hanya itu, pelaku juga dengan cerdiknya mengelabui pegawai kecamatan. Dia memberikan dalih yang sangat meyakinkan. Menurutnya, seluruh telur tersebut akan digunakan untuk kegiatan bazar sembako. Sebuah alasan yang terdengar mulia dan khas program sosial TNI.
Namun, kejanggalan mulai muncul ke permukaan. Saat telur baru saja diturunkan dari kendaraan pengantar, pelaku tiba-tiba berubah pikiran. Dia dengan santainya meminta semua telur itu dipindahkan kembali. Kemana? Ke dalam mobil pribadinya sendiri. Saat itulah para pegawai mulai merasa ada yang janggal, namun belum bisa berbuat banyak.
Perhatikan detail ini! Pelaku menggunakan mobil mewah jenis Honda CR-V berwarna putih. Nomor polisinya F 1147 QL. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, polisi menduga kuat bahwa pelat nomor tersebut adalah pelat bodong alias palsu. Ini jelas sudah direncanakan dengan matang!
Sebagai bagian dari siasat licik untuk melarikan diri, pelaku kemudian memberikan instruksi terakhir. Dia meminta korban untuk pergi ke Bank BRI Unit Cimanggung. “Kamu temui istri saya, namanya Bu Ida, yang bekerja di bank itu. Dia akan mengambil uang pembayaran untukmu,” kata pelaku berbohong. Korban yang masih percaya pun berangkat ke bank. Dia bahkan ditemani oleh salah seorang pegawai kecamatan yang baik hati.
Sesampainya di Bank BRI Unit Cimanggung, korban dengan polosnya menanyakan keberadaan pegawai bernama Bu Ida. Namun, pihak bank memberikan jawaban yang menghancurkan. Mereka menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada pegawai dengan nama tersebut di bank itu. Dentuman kenyataan pun menghantam korban. Saat itulah dia tersadar bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan. Sementara pelaku sudah kabur melarikan diri bersama 250 kg telur rakyat jelata itu.
Polisi Bergerak Cepat! Pelaku Diduga TNI Gadungan
Kapolsek Pamulihan, Iptu Tri Sunu Suparjianto, dengan tegas membenarkan semua detail kejadian yang memilukan ini. Dia memastikan bahwa pihak kepolisian saat ini sedang mendalami identitas pelaku. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan dugaan kuat bahwa pria tersebut adalah anggota TNI gadungan.
“Benar kejadiannya di Pamulihan. Peristiwanya terjadi pada Selasa (14/4/2026) pukul 12.00 WIB,” kata Tri Sunu dengan nada serius.
Dia menambahkan kabar penting lainnya. Korban sudah resmi melaporkan kejadian ini. Proses hukum pun sudah berjalan. Saat ini, kasus tersebut sudah berada dalam penanganan polisi. Mereka tidak akan tinggal diam.
Sementara itu, polisi juga tengah fokus menelusuri keberadaan mobil Honda CR-V putih. Kendaraan tersebut dijadikan sebagai petunjuk utama untuk memburu pelaku. Di sisi lain, AKP Tanwin Nopiansah menegaskan pentingnya pendalaman kasus ini. Tujuannya jelas: untuk mencegah munculnya korban-korban baru dengan modus serupa di wilayah hukum Sumedang.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
