BEKASI, Cinta-news.com – Tragedi kebakaran dahsyat yang meluluhlantakkan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Indogas Andalan Kita di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, benar-benar mengguncang warga Bekasi. Setelah dilakukan pendataan menyeluruh, Dinas Kesehatan Kota Bekasi merilis angka yang memilukan: total korban mencapai 22 orang!
Daftar Korban Jiwa dan Pasien Kritis Dirilis
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, dengan suara bergetar menyampaikan kabar duka tersebut. “Dari 22 korban yang tercatat, hingga saat ini enam orang di antaranya masih berjuang keras di rumah sakit,” ungkapnya kepada awak media melalui pesan singkat pada Jumat (17/4/2026).
Lalu, ke mana saja para korban kritis ini dirujuk? Berikut rincian mengejutkannya: tiga pasien tengah dirawat intensif di RSCM Jakarta, dua pasien lainnya berada di RSUD Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi, dan satu pasien masih dirawat di RSUD Bantargebang. Kondisi mereka pun terus dipantau ketat oleh tim medis!
Lebih lanjut, Satia menjelaskan bahwa sebanyak 11 korban lainnya ternyata sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani rawat jalan. Namun, kabar paling memilukan datang dari lima orang yang akhirnya menghembuskan napas terakhir meski sudah mendapat perawatan intensif.
Siapa saja kelima korban yang tak selamat tersebut? Berdasarkan data resmi yang dirilis, mereka adalah Kosasih (meninggal pada Kamis, 16 April 2026), Aulia Putri Budiasti (8 April 2026), Sapta Prihantono (7 April 2026), Suyadi (5 April 2026), dan Djaimun (6 April 2026). Keluarga dan kerabat yang ditinggalkan pun masih diliputi duka yang mendalam.
Polisi Bergerak Cepat Usut Penyebab Kebakaran
Sementara itu, di sisi lain penyelidikan, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, langsung bergerak cepat. “Penyebab kebakaran ini masih kami selidiki secara mendalam,” tegas Kusumo kepada wartawan.
Apa yang sebenarnya memicu ledakan dan kobaran api raksasa itu? Apakah murni kecelakaan teknis atau ada unsur kelalaian? “Sekarang proses pemeriksaan terus berjalan terkait penyebab ataupun kelalaian,” imbuhnya. Pihak kepolisian pun tidak tinggal diam dan berjanji akan mengusut tuntas kasus ini!
Untungnya, proses penyelidikan berjalan tanpa hambatan berarti. Pihak SPBE pun menunjukkan sikap kooperatif yang luar biasa. “Mereka dengan sukarela memberikan semua data-data yang kami butuhkan. Saksi yang sudah kami periksa juga cukup banyak, mulai dari warga masyarakat sekitar hingga karyawan SPBE itu sendiri,” jelas Kusumo.
Namun, jangan coba-coba mendekati lokasi kebakaran! Kusumo menegaskan bahwa area SPBE tersebut masih ditutup total sejak peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam. Tali pengaman pun dipasang di sekeliling lokasi untuk proses olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dampak Luas: Ratusan Warga Terdampak dan Fasilitas Rusak
Mari kita kilas balik peristiwa mematikan itu. Kebakaran hebat pertama kali melanda SPBE Cimuning pada Rabu (1/4/2026) malam. Api dengan cepat menjalar dan melalap hampir seluruh area SPBE tanpa ampun. Akibatnya, bangunan utama hingga peralatan mengalami kerusakan berat yang tak bisa diperbaiki.
Dampak kebakaran ini tidak hanya dirasakan oleh pihak SPBE, lho! Ratusan warga di sekitar lokasi pun ikut terkena imbasnya. Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan pemerintah setempat, tercatat sebanyak 41 kepala keluarga (KK) terdampak langsung oleh musibah ini. Mereka pun saat ini masih berusaha bangkit dari keterpurukan.
Tak hanya korban jiwa, kebakaran ini juga merusak berbagai fasilitas dan bangunan di sekitarnya. Area lahan SPBE yang terbakar seluas sekitar 2.000 meter persegi itu luluh lantak. Selain itu, dua kios milik warga, satu lapak rongsok, satu lapak nasi goreng favorit, satu mushala yang sempat menjadi tempat ibadah, serta satu warung kopi langganan warga pun ikut menjadi korban keganasan si jago merah. Meski mushala hanya mengalami kerusakan ringan, duka tetap menyelimuti.
Pemerintah kota Bekasi bersama berbagai pihak terus berupaya memberikan pendampingan terbaik bagi para korban. Bantuan darurat pun sudah mulai disalurkan untuk meringankan beban mereka. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak tentang pentingnya standar keselamatan yang ketat di fasilitas umum seperti SPBE.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
