MAJALENGKA, Cinta-news.com – Kejadian mengejutkan menyelimuti kawasan industri di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ketika sebuah mess khusus tenaga kerja asing (TKA) yang berada di dalam area pabrik tiba-tiba dibobol oleh komplotan pencuri yang sangat terorganisir. Bukan main, aksi maling yang terjadi pagi buta itu langsung menggasak uang tunai sebesar 3.000 dollar AS atau setara dengan sekitar Rp 53,5 juta, belum lagi barang-barang elektronik lainnya yang turut melayang. Peristiwa berdarah dingin ini sontak membuat pihak perusahaan dan para pekerja asing di sana bergidik ngeri, karena pelaku bergerak begitu lancar tanpa ketahuan siapa pun.
Aksi Dini Hari yang Bikin Merinding, Pelaku Sudah Mengincar Sejak Lama
Peristiwa naas tersebut tepatnya terjadi di PT D yang beralamat di Jalan Lanud Sukani, tepatnya di Desa Jatisura, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 05.30 WIB dini hari. Saat itu, suasana masih lengang dan para penghuni mess pun masih terlelap, sehingga komplotan pencuri dengan leluasa menjalankan aksi bejatnya.
Mereka tidak hanya menyasar uang asing, tetapi juga mengambil satu laptop, satu ponsel pintar, dan sebuah dompet milik TKA yang berada di dalam mess lantai bawah. Tak puas sampai di situ, rupanya para pelaku masih haus akan harta, sehingga mereka melanjutkan pergerakan ke ruang kerja HRD dan menguras uang tunai Rp 5 juta dari meja accounting. Alhasil, total kerugian materil yang diderita PT D akibat pembobolan ini ditaksir mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp 100.000.000.
Kapolres Majalengka, AKBP M Aldy Sulaiman, dengan tegas mengungkapkan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari pihak perusahaan. Dalam hitungan hari, tim kepolisian berhasil mengamankan empat orang yang diduga kuat sebagai bagian dari sindikat ini, namun sayangnya masih ada tiga pelaku lain yang kabur dan kini menjadi buronan. “Kami sudah menangkap empat tersangka, dan dari jumlah itu, tiga di antaranya ternyata residivis yang sudah pernah berurusan dengan polisi pada tahun 2022 lalu,” terang Aldy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/8/2026). Pengakuan ini sekaligus menunjukkan bahwa para pelaku bukanlah maling kaleng-kaleng, melainkan sudah sangat berpengalaman dan punya rekam jejak kejahatan yang cukup panjang.
Modus Profesional: Panjat Pagar, Gunting Kawat, Congkel Jendela
Lebih lanjut, Aldy membeberkan bahwa komplotan ini sudah mengincar pabrik tersebut sejak lama. Mereka dengan cermat memetakan situasi keamanan sebelum akhirnya memutuskan untuk bertindak. Cara masuknya pun sangat ekstrem, karena mereka nekat memanjat pagar tembok pabrik yang tinggi, lalu dengan cekatan menggunting kawat berduri yang sengaja dipasang untuk menghalangi penyusup. Setelah berhasil menembus area pabrik, para pencuri langsung bergerak cepat menuju mess TKA yang berada di lantai bawah, dan dengan mudah mencongkel jendela menggunakan linggis yang sudah mereka siapkan sebelumnya. Semua alat tersebut telah dibawa dari rumah, menunjukkan bahwa aksi ini sudah direncanakan secara matang.
Setelah berhasil menjarah harta di dalam mess, komplotan pencuri itu tidak langsung pergi, tetapi malah terus merambah ke ruang kerja HRD melalui jendela gudang karton yang tidak terlalu terpantau. Di ruangan tersebut, mereka menemukan uang tunai Rp 5 juta yang berserak di atas meja accounting, dan tanpa berpikir panjang, uang itu langsung mereka masukkan ke dalam tas. Sungguh luar biasa, dalam waktu singkat mereka berhasil menggasak total hampir Rp 100 juta dari dua lokasi berbeda, dan semuanya berjalan mulus tanpa meninggalkan banyak jejak. Namun, keberuntungan mereka tidak bertahan lama, karena rekaman CCTV dan penyelidikan intensif akhirnya membawa polisi mencium jejak mereka.
Dalam operasi pengembangan kasus ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti yang sangat krusial untuk menguatkan dakwaan. Barang-barang tersebut meliputi sebilah besi pahat lancip sepanjang 30 sentimeter, satu gunting beo yang biasanya digunakan untuk memotong kawat, satu linggis besi yang cukup berat, serta gunting kawat dan dua buah obeng yang masih terbungkus kain. Semua alat ini diduga kuat digunakan untuk membobol jendela dan merusak gembok di beberapa titik. Tidak hanya itu, polisi juga menyita satu laptop dan empat ponsel berbagai merek yang diduga merupakan hasil kejahatan, yang kini tengah diuji forensik untuk memastikan kepemilikannya.
Tiga Buron Masih Diburu, Polisi Minta Masyarakat Waspada
Yang bikin semakin merinding, berdasarkan hasil pengembangan penyidikan, ternyata komplotan ini merupakan sindikat spesialis pembobolan perusahaan yang sudah beraksi di beberapa tempat. Ternyata pada tahun 2025 lalu, mereka diduga menjadi pelaku utama dalam pembobolan sebuah perusahaan di Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, yang kerugiannya ditaksir mencapai sekitar Rp 10 juta. Hal ini menunjukkan bahwa mereka bukanlah pelaku dadakan, melainkan maling profesional yang sudah terbiasa membongkar brankas dan masuk ke area-area rahasia perusahaan. “Mereka ini spesialis, memang sudah ahli dalam hal bongkar brankas dan targetnya selalu kantor-kantor atau perusahaan-perusahaan besar, khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka,” tegas Aldy dengan nada serius.
Empat tersangka yang kini sudah diamankan terpaksa harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan mereka di hadapan hukum, dan proses penyidikan masih terus berlanjut untuk mengejar tiga orang lainnya yang masih dalam pelarian. Aldy mengirimkan peringatan keras kepada para buronan agar tidak bersembunyi lebih lama, karena polisi sudah mengantongi identitas mereka dan pasti akan menjemput kapan saja. “Kami tegaskan kepada pelaku yang masih berkeliaran, lebih baik datang dan menyerahkan diri secara kooperatif karena kami tidak akan berhenti memburu kalian,” ucap Aldy dengan nada penuh ancaman. Seruan ini diharapkan bisa membuat para pelaku sadar bahwa tidak ada tempat aman bagi mereka di mana pun.
Di sisi lain, Aldy juga mengimbau masyarakat agar lebih aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Menurutnya, peran serta warga sangat penting untuk mencegah aksi kejahatan serupa di masa depan. “Apabila ada warga yang melihat, mendengar, atau mengetahui adanya aktivitas mencurigakan, tolong segera hubungi kami melalui call center 110,” pungkasnya. Polisi pun memastikan akan terus memperketat patroli malam di kawasan industri guna memberikan rasa aman kepada para pekerja asing dan masyarakat sekitar. Sebab, jika lengah sedikit saja, komplotan maling lain bisa saja bermunculan dan mengulangi aksi serupa di tempat yang berbeda.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
