Cinta-news.com – Masyarakat Kecamatan Bintan Timur baru-baru ini mendadak gempar setelah sebuah peristiwa mengerikan dan penuh tanda tanya menyelimuti wilayah mereka. Pasalnya, warga setempat mendapati makam seorang bayi mungil di areal Kilometer 20, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, telah terbuka lebar dalam kondisi acak-acakan. Lebih mengejutkannya lagi, jasad bayi yang bernama Suga Ibrahim tersebut mendadak hilang dari dalam liang kuburnya tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Oleh karena itu, kabar pembongkaran misterius ini langsung memicu kepanikan luar biasa di tengah permukiman warga sekitar.
Apabila menilik latar belakang keluarganya, bayi mungil Suga Ibrahim merupakan anak bungsu dari empat bersaudara yang lahir dari pasangan suami istri M. Nurul Yakin (45) dan Feri Kusmawati (43). Selain itu, buah hati tercinta mereka tersebut sebenarnya baru saja lahir ke dunia pada tanggal 26 Juni 2026 yang lalu. Namun, takdir berkata lain ketika bayi malang ini harus mendahului kedua orang tuanya dan menjalani pemakaman sekitar dua bulan sebelum peristiwa pembongkaran kubur yang mengerikan ini akhirnya terkuak ke publik.
Di samping kisah pilu tersebut, keluarga almarhum Suga Ibrahim sebenarnya memegang status sebagai warga permukiman yang bermukim di lingkungan RT 001 RW 003, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur. Akan tetapi, Susilawati selaku Ketua RT setempat membeberkan fakta bahwa pasangan suami istri beserta anak-anak mereka tersebut memang belum lama mengantongi status sebagai warga lokal di kawasan permukiman itu. Akibatnya, masyarakat sekitar belum terlalu mengenal dekat sosok seluruh anggota keluarga korban pembongkaran makam ini.
Selanjutnya, Ketua RT 001 Susilawati kembali menegaskan keterangan tersebut ketika ia memberikan konfirmasi secara langsung kepada media pada hari Minggu, 20 September 2026. Dalam kesempatan wawancara tersebut, ia menyampaikan bahwa pihak keluarga almarhum memang tergolong sebagai warga pendatang baru yang belum lama menetap. “Mereka belum terlalu lama tinggal di kawasan RT 001,” ujar Susilawati secara ringkas ketika menceritakan keberadaan keluarga malang tersebut di wilayah kepemimpinannya.
Perjuangan Singkat Sang Bayi Melawan Kelainan Jantung
Sebelum mengembuskan napas terakhirnya dan menghadap Sang Pencipta, bayi mungil Suga memang harus berjuang melawan penderitaan fisik yang cukup berat semenjak hari pertama ia lahir. Bahkan, pihak keluarga beserta orang-orang terdekat mencatat bahwa almarhum bayi ini memegang riwayat kesehatan yang memprihatinkan akibat mengalami kelainan fungsi jantung bawaan. Oleh sebab itu, kondisi medis tersebut terus melemahkan daya tahan tubuh sang bayi hingga akhirnya ia harus menyerah pada takdir.
Mengenai kondisi kesehatan almarhum, Susilawati pun memberikan penegasan lebih lanjut untuk memperjelas informasi medis sang bayi kepada publik. Ia mengungkapkan fakta bahwa gangguan kesehatan berupa penyakit jantung kronis tersebut memang sudah mengintai Suga sejak ia pertama kali menghirup udara di dunia. “Penyakit itu sudah dialami Suga sejak lahir,” kata Susilawati sambil mengonfirmasi riwayat medis pilu yang menyelimuti perjalanan hidup singkat bayi malang tersebut.
Pelangsir Bensin Pertama Kali Temukan Kuburan Kosong
Kemudian, tabir misteri pembongkaran liar ini pertama kali terkuak ketika seorang warga pemutar roda ekonomi lokal yang bekerja sebagai pelangsir bensin kebetulan melintasi area pemakaman umum tersebut. Saat melintas, mata saksi mata ini secara tidak sengaja menangkap kejanggalan pada gundukan tanah makam yang kondisinya sudah tidak utuh lagi. Tanpa berpikir panjang, sang pelangsir bensin langsung meneruskan temuan aneh ini kepada petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Km 20, yang mana informasi tersebut berlanjut ke Ketua RT Susilawati hingga akhirnya diteruskan ke Polsek Bintan Timur. Ditinjau dari kronologi kejadian, peristiwa nekat ini diperkirakan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026, tepat pada waktu sore hari.
Menanggapi laporan gawat tersebut, pihak aparat penegak hukum dari jajaran Polsek Bintan Timur yang berada di bawah kepemimpinan Kapolsek AKP Aang Setiawan segera bergerak cepat menindaklanjuti informasi ganjil ini. Melalui perwakilan Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Iptu Yofi Akbar, pihak kepolisian membenarkan bahwa mereka telah menerima aduan resmi dari warga pada Sabtu sore. Oleh karena itu, para personel kepolisian langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna menggelar proses penyelidikan awal secara intensif.
Begitu tiba di lokasi pemakaman yang menjadi pusat perhatian warga, tim kepolisian langsung melakukan olah TKP secara menyeluruh dan cermat. Dari hasil penelusuran fisik di tempat kejadian, polisi memang mendapati gundukan tanah makam bayi Suga sudah hancur dalam keadaan terbongkar total. Selain kondisi makam yang menganga, aparat kepolisian juga mengonfirmasi fakta mengerikan bahwa jasad bayi malang itu sudah benar-benar hilang dari dasar liang lahad. Maka dari itu, tim penyidik hingga saat ini terus bekerja keras memburu sosok pelaku misterius yang nekat melakukan perbuatan keji tersebut.
Polisi Masih Buru Pelaku dan Usut Motif di Balik Pembongkaran
Di sisi lain, Iptu Yofi Akbar menerangkan bahwa jajarannya hingga saat ini belum bisa menyimpulkan dugaan awal maupun motif utama di balik aksi nekat pembongkaran kubur yang mengejutkan publik ini. Lebih lanjut, pihak kepolisian memilih untuk tidak berspekulasi secara liar terkait alasan sengaja yang melatarbelakangi pengangkatan jasad bayi dari dalam tanah tersebut. Meskipun demikian, aparat berjanji akan mengarahkan seluruh daya dan upaya secara maksimal agar bisa membongkar identitas serta mengamankan sang pelaku secepat mungkin.
Sebagai penutup keterangannya, Iptu Yofi Akbar menegaskan bahwa rincian fakta mengenai motif maupun latar belakang aksi kejahatan ini baru akan mereka paparkan secara terbuka setelah tim penyidik berhasil membekuk sang pelaku. “Kalau motif dan alasan lainnya akan kami sampaikan jika pelaku sudah kita tangkap,” ungkap Yofi dengan nada mantap. Oleh sebab itu, hingga detik ini jajaran kepolisian Polsek Bintan Timur terus menyisir berbagai petunjuk lapangan demi mengungkap misteri hilangnya jasad bayi Suga sekaligus menyeret pelakunya ke ranah hukum.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
