JAKARTA, Cinta-news.com – Wah, geger banget nih warga Kompleks Taman Surya, Kalideres, Jakarta Barat! Bayangkan saja, sebuah tempat yang selama ini mereka kira sebagai pusat permainan biasa, ternyata menyembunyikan praktik perjudian besar-besaran. Tempat bernama Sky Timezone itu sudah beroperasi diam-diam selama empat bulan lamanya, lho!
Tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya akhirnya bergerak cepat dan menggerebek lokasi tersebut pada Rabu (10/6/2026) malam. Sungguh di luar dugaan, tempat yang tampak biasa saja dari luar itu ternyata menjadi sarang judi yang cukup meresahkan warga sekitar.
Beni (42), seorang warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi, langsung angkat bicara. Menurut ceritanya, bangunan tersebut sebenarnya dikontrakkan oleh pemilik aslinya dan sudah berganti-ganti penyewa berkali-kali. “Baru sih sekitar 3-4 bulan, belum ada setahun kayaknya. Dulu itu yang lama di sini tempat showroom motor sama cuci mobil gitu, emang ganti-ganti,” ucap Beni dengan nada heran saat ditemui di lokasi pada Minggu (14/6/2026).
Hebatnya, Beni mengaku sama sekali tidak menyadari bahwa kawasan tempat tinggalnya ternyata dijadikan arena perjudian. Namun, rasa curiganya mulai muncul ketika ia melintas pada malam hari dan melihat keramaian yang tidak biasa. “Yang saya tahu tuh ada tempat permainan kayak billiard sama mesin ding dong gitu, tapi enggak tau lagi sih, enggak pernah ke sana juga, kalau mau main begituan biasanya ke mall kan deket sini ada,” tambah Beni menjelaskan.
Sebagai warga yang peduli lingkungan, Beni pun menyayangkan praktik perjudian tersebut. Padahal, menurut pengakuannya, kawasan Taman Surya selama ini dikenal sebagai tempat favorit bagi warga dari luar kompleks untuk berolahraga. Mulai dari lapangan futsal, tenis, hingga basket, semuanya tersedia lengkap di sini. “Cukup disayangkannya itu kan tempat-tempat seperti itu negatif sekali ya efeknya, setahu saya biasanya orang luar masuk ke sini itu kalau mau olahraga, kalau untuk yang seperti itu (perjudian) takutnya jadi enggak aman di sini,” tuturnya dengan ekspresi khawatir.
Bahkan, Beni mengungkapkan kekhawatiran yang lebih dalam. Ia takut keberadaan tempat judi tersebut justru akan memancing keributan dan berujung pada peningkatan angka kriminalitas. Padahal, selama ini kawasan perumahan mereka dikenal cukup aman dari berbagai aksi kejahatan.
Sementara itu, berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada pagi hari, bangunan Sky Timezone sudah tampak sepi dan tertutup rapat. Garis polisi terpasang melintang dengan tegas di area pintu depan, menandakan bahwa tempat tersebut masih dalam status penyelidikan. Dari luar, tidak terlihat satu pun aktivitas di dalam bangunan satu lantai tersebut.
Pintu besi lipat berwarna kuning di bagian depan pun dihalangi menggunakan garis polisi, sementara spanduk bertuliskan “Sky Timezone” masih terpampang jelas di atasnya. Pemandangan ini tentu sangat kontras dengan suasana malam hari yang biasanya ramai dikunjungi orang.
Uniknya, tempat permainan tersebut berada tepat di tengah-tengah area kompleks perumahan Taman Surya. Lokasinya persis diapit oleh permukiman warga dan beberapa restoran yang berjejer di sisi Jalan Taman Surya Boulevard. Bahkan, tembok bangunan judi tersebut ditemukan menempel langsung dengan rumah di area kanan dan kirinya! Sungguh sangat dekat dan terintegrasi dengan lingkungan warga.
Dari depan bangunan, terlihat bahwa tembok beton tidak menutup seluruh sisi bangunan. Sementara itu, bagian atasnya hanya ditutupi menggunakan seng biasa. Kondisi fisik seperti ini tentu membuat banyak orang tidak menyangka bahwa di dalamnya tersembunyi aktivitas perjudian yang cukup besar.
Jiman (36), seorang pengemudi ojek online yang biasa mangkal di pos dekat Sky Timezone, juga mengaku kaget bukan kepalang. Selama ini, ia sama sekali tidak mengetahui bahwa tempat itu digunakan sebagai arena perjudian. “Biasanya emang kalau malam ramai, sampai tengah malam juga masih banyak orang. Tapi saya kira itu kayak warnet-warnet gitu, kan kalau dulu banyak tuh yang warnet sampai pagi, paket malem,” ucap Jiman sambil menggelengkan kepala.
Menurut cerita Jiman, ia tidak pernah menaruh curiga karena tempat itu beroperasi di tengah permukiman warga. Apalagi jika dilihat dari luar, ia merasa tidak menemukan kejanggalan sama sekali. Kondisi bangunan itu terlihat sangat mirip dengan warnet pada umumnya. Biasanya, orang-orang yang datang dan pergi merupakan pemuda-pemuda hingga orang dewasa. “Biasanya mah orang-orang dewasa (yang datang), suka pada pakai helm berarti dari jauh kali ya, bukan orang sini, kalau anak-anak enggak (ikut bermain) sih,” sambung Jiman menjelaskan.
Menariknya, saat operasi penggerebekan berlangsung, Jiman mengaku sedang tidak berada di pos ojek online tersebut. Ia baru mengetahui bahwa bangunan itu telah disegel oleh polisi pada keesokan harinya. Informasi simpang siur pun sempat ia terima mengenai penutupan tempat permainan itu. “Baru tahu tuh pas siang saya abis nganter ke Bambu Larangan mau makan siang di sini, eh kok ada garis kuningnya, awalnya katanya karena jualan miras, ternyata itu (perjudian),” sambungnya dengan nada terkejut.
Sikat Habis! Polisi Grebek Dua Sarang Judi Sekaligus
Sebelumnya, kabar mengejutkan juga datang dari Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian ternyata tidak hanya menggerebek satu lokasi, melainkan dua tempat sekaligus! Penggerebekan dilakukan di Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada Rabu (10/6/2026) malam.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengungkapkan bahwa praktik perjudian ini dengan cerdiknya menyamar sebagai pusat permainan atau game center. Sungguh modus yang sangat rapi dan sulit terdeteksi oleh masyarakat awam. “Dari voucer tersebut, pemain menukarkan koin untuk bermain pada mesin perjudian, di mana setelah bermain koin dapat ditukarkan kembali menjadi emas maupun uang,” jelas Rahim dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (13/6/2026).
Lokasi pertama yang berhasil digerebek polisi berada di tempat bernama Dissney Time Zone di Penjaringan, Jakarta Utara. Di lokasi ini, petugas berhasil menyita 76 unit mesin perjudian! Jumlah yang sangat fantastis untuk sebuah tempat yang berkedok game center biasa.
Sementara itu, lokasi kedua yang tidak lain adalah Sky Time Zone di Kalideres, Jakarta Barat, polisi mengamankan 58 mesin game yang ternyata merupakan alat perjudian. “Terdapat permainan mickey mouse, roulette, naga putar, bola angin, tembak burung/ ikan/ naga, kartu paman, hingga slot,” ujar Rahim memerinci.
Yang lebih mengejutkan lagi, total 69 orang diamankan dari kedua lokasi tersebut! Seluruhnya langsung digelandang ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Operasi ini menjadi bukti bahwa polisi tidak main-main dalam memberantas praktik perjudian yang meresahkan masyarakat.
Kini, warga Taman Surya pun bisa bernapas lega. Tempat yang selama empat bulan menjadi sumber kekhawatiran mereka akhirnya ditutup paksa oleh aparat. Apakah akan ada penggerebekan lebih lanjut di tempat lain? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
