LHOKSUKON, Cinta-news.com – Akhirnya, setelah sekian lama merasakan dinginnya malam tanpa secercah cahaya, senyum lebar kini menghiasi wajah warga di dua desa terpencil. Ya, suplai listrik di Desa Geudumbak dan Desa Bukit Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, sudah kembali normal. Bayangkan, kondisi ini sempat terganggu total pascabanjir bandang yang melanda enam bulan lalu. Namun, kini terangnya lampu-lampu itu kembali menghangatkan setiap sudut rumah mereka.
Desakan Bupati dan Titik Terlemah Pemulihan
Sebelum listrik pulih, suasana haru sempat mewarnai pertemuan. Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa, dengan tegas meminta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memastikan pasokan listrik mencukupi wilayah pedalaman tersebut. Jujur saja, kawasan ini menjadi daerah yang paling lama merasakan pahitnya pemulihan pascabanjir di seluruh Aceh Utara. Akibatnya, semua mata pun tertuju pada kerja keras tim di lapangan.
Baca Juga: Kasus Campak Rubela Meningkat di Jember, 119 Suspek dan 40 Positif Didominasi Balita
Camat Langkahan, T Reza Ichwan, dengan penuh kegembiraan mengonfirmasi kabar baik ini. Menurut penjelasannya, tim PLN telah berhasil melakukan pemulihan di dua desa yang sempat terisolir tersebut. “Saya sudah cek ulang secara langsung, dan alhamdulillah, kedua desa itu sudah menikmati arus listrik yang normal. Dengan begitu, suplai listrik kini kembali pulih di seluruh Kecamatan Langkahan,” ujar Reza dengan nada lega.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kondisi di lapangan. Masyarakat, kata dia, kini kembali menikmati aliran listrik yang stabil, baik di rumah-rumah permanen mereka maupun di hunian sementara yang tersebar di kawasan pedalaman tersebut. “Kawasan ini sebelumnya lima bulan lamanya tidak tersentuh suplai listrik. Masalah utamanya ada di akses jalan yang rusak parah dan sulitnya mengangkut material ke lokasi. Nah, hari ini kita semua patut bersyukur karena semuanya sudah pulih seluruhnya,” tambahnya bersemangat.
Kabar Gembira dari Sawang, Listrik Kini Stabil
Beralih ke wilayah lain, kabar serupa juga terdengar dari Kecamatan Sawang. Sementara itu, Camat Sawang, Mazinuddin, turut angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya arus listrik di Desa Riseh Tunong dan Desa Kubu sempat tidak stabil akibat dampak buruk banjir bandang tersebut. Keluhan warga tentang lampu yang redup dan sering mati pun sempat menjadi makanan sehari-hari.
Namun, semua keluhan itu kini tinggal kenangan. Menurut Mazinuddin, suplai di wilayah tersebut juga sudah kembali normal total. “Sekarang sudah normal kembali, masya Allah. Arus listriknya juga stabil. Kami tentu merasa sangat senang karena arus yang stabil ini akan sangat menunjang kebutuhan dan aktivitas warga sehari-hari,” ujarnya dengan nada ceria.
Ia pun tidak lupa menjelaskan akar masalah di balik lambatnya pemulihan. Hal itu, menurutnya, disebabkan akses jalan yang masih sulit dilalui hingga beberapa bulan pascabanjir, sehingga sangat menyulitkan proses distribusi material untuk perbaikan jaringan listrik. “Namun, syukur alhamdulillah, saya pastikan sudah pulih di Sawang seluruhnya tanpa terkecuali,” tegasnya penuh keyakinan.
Klaim Resmi PLN dan Kilas Balik Bencana
Dari pihak pengelola kelistrikan, pernyataan resmi pun dilontarkan. Hal senada langsung disampaikan oleh Manajer PLN UP3 Lhokseumawe, Husni. Dengan penuh otoritas, ia memastikan suplai listrik di Aceh Utara kini telah pulih sepenuhnya disertai dengan kondisi arus yang stabil. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras tim lapangan yang tidak kenal lelah. Sekarang, sudah 100 persen pulih listrik di Aceh Utara dengan arus yang stabil,” pungkasnya bangga. Pernyataan ini pun disambut lega oleh seluruh pihak yang terlibat.
Diketahui bersama, ada dua kecamatan yang sebelumnya paling memprihatinkan. Kecamatan Sawang dan Kecamatan Langkahan merupakan dua wilayah pedalaman di Kabupaten Aceh Utara yang paling terdampak banjir pada 26 November 2025 silam. Saat kejadian, banjir bandang itu dengan kejam merusak sejumlah infrastruktur vital dan merendam permukiman warga hingga mengalami kerusakan parah. Kini, semuanya sudah perlahan kembali ke jalur normal, dan gelap gulita panjang itu pun resmi berakhir.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











