KULON PROGO, Cinta-news.com – Sebuah peristiwa mengharukan sekaligus mengagetkan melanda kemeriahan karnaval. Tanpa diduga, seorang perempuan berusia 64 tahun berinisial S, warga asal Klaten, Jawa Tengah, menghembuskan napas terakhirnya usai menyaksikan Karnaval Wisata Pesona Mahardika. Peristiwa tragis ini terjadi persis saat karnaval melintas di Jalan Bhayangkara, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (24/8/2025) siang.
Lokasi dan Situasi Kejadian
Lokasi kejadian tepatnya berada di seberang Kantor Kepolisian Sektor Wates. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, suasana sangat ramai dan penuh keceriaan, namun takdir berkata lain bagi Ibu S dan keluarganya.
Korban Tiba-tiba Pingsan
Ibu S sedang asyik menikmati karnaval bersama anggota keluarganya. Mereka menyantap tahu yang mereka beli di sekitar lokasi acara untuk menambah keseruan. Tiba-tiba, tanpa tanda-tanda aneh sebelumnya, keadaan berubah drastis. “Korban tiba-tiba jatuh pingsan saat sedang makan tahu bersama keluarga,” tegas Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, melalui pesan singkat pada hari Minggu. Pernyataan ini menunjukkan betapa kejadiannya sangat mendadak.
Upaya Pertolongan dan Evakuasi
Keluarga langsung panik melihat ibu mereka tak sadarkan diri. Mereka segera melapor kepada petugas Polsek Wates yang sedang berjaga tidak jauh dari tempat kejadian. Petugas kemudian memanggil ambulans dari PMI Kulon Progo untuk memberikan pertolongan pertama. Tim medis segera membawa korban ke RSUD Wates agar mendapat penanganan intensif.
Perjuangan Tim Medis dan Vonis Meninggal
Tim medis langsung bergerak cepat sesampainya di rumah sakit. Mereka melakukan serangkaian tindakan resusitasi maksimal kepada Ibu S. Tindakan tersebut meliputi pemasangan monitor, defibrilasi, pijat jantung, hingga penyuntikan berbagai obat. Sayangnya, meskipun tim sudah berusaha keras, nyawa tidak bisa mereka selamatkan. “Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.54 WIB,” ungkap Sarjoko dengan berat hati. Perjuangan tim medis selama hampir dua jam akhirnya berakhir dengan keputusan menyedihkan.
Penyebab Kematian dan Penyerahan Jenazah
Berdasarkan pemeriksaan dokter, dugaan sementara penyebab kematian Ibu S adalah gangguan irama jantung berat atau aritmia. Gangguan ini menyebabkan henti jantung mendadak. Penting untuk ditekankan, pihak kepolisian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau unsur pidana apa pun dalam peristiwa ini. Keluarga kemudian menerima jenazah untuk segera memakamkannya sesuai tradisi dan kepercayaan mereka.
Meriahnya Karnaval dan Dampak Positifnya
Karnaval Wisata Pesona Mahardika 2025 merupakan hiburan rutin untuk memperingati HUT Republik Indonesia. Pemerintah Kulon Progo melalui Dinas Pariwisata (Dinpar) mengemas karnaval ini dengan sangat apik. Rute karnaval dimulai dari Taman Budaya Kulon Progo, kemudian melewati sejumlah titik strategis di Kota Wates, termasuk Jalan Bhayangkara—tempat kejadian—lalu menuju Alun-alun Wates, dan berakhir di Pertigaan Jogoyudan.
Sebanyak 26 tim dari berbagai latar belakang ikut memeriahkan acara ini. Mereka berasal dari instansi pemerintah, sekolah, karang taruna, komunitas, lembaga, hingga perbankan. Acara berlangsung sangat meriah dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati setiap sudut sepanjang rute karnaval. Suasana keceriaan dan kebersamaan benar-benar terasa di mana-mana.
Selain sebagai hiburan akhir pekan yang dinantikan, karnaval ini juga membawa dampak positif besar bagi perekonomian lokal. Banyak pengunjung yang datang sehingga meningkatkan pendapatan signifikan para pelaku UMKM dan pedagang setempat. Acara ini sukses di banyak sisi, meski harus dibayar dengan satu peristiwa duka yang mendalam.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











