Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Pendaki di Gunung Bawang Tewas Tersambar Petir, 3 Rekan Nyaris Hilang Saat Cari Bantuan!

BENGKAYANG, Cinta-news.com — Sebuah musibah mengerikan mengguncang dunia pendakian Kalimantan Barat! Seorang pendaki tewas setelah tersambar petir saat berkemah di Gunung Bawang, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang, pada Jumat (2/8/2025). Tak hanya itu, enam pendaki lainnya juga mengalami luka bakar akibat cuaca ekstrem yang tiba-tiba menghantam lokasi mereka.

Petir Mematikan di Tengah Cuaca Buruk

Tanpa diduga, cuaca yang awalnya tenang berubah menjadi mimpi buruk. Petir menyambar dengan dahsyat, langsung merenggut nyawa salah satu pendaki. Rekan-rekannya yang panik berusaha membantu, namun kondisi medan yang gelap dan licin membuat situasi semakin kacau.

“Korban langsung tak sadarkan diri setelah tersambar. Kami shock dan bingung harus berbuat apa,” kisah salah satu pendaki yang selamat.

Usaha Mencari Bantuan Berujung Tersesat

Dalam kepanikan, tiga pendaki—Ali, Agil, dan Yolen—memutuskan turun gunung untuk mencari pertolongan. Sayangnya, jalur yang curam dan kabut tebal justru membuat mereka tersesat di tengah hutan!

“Mereka turun tanpa persiapan memadai. Akhirnya, malah hilang arah dan terjebak di area yang sulit,” jelas I Made Junetra, Kepala Kantor SAR Pontianak.

Tim SAR langsung bergerak cepat. Dengan metode Explore Search and Rescue (ESAR), mereka menyisir radius 1,5 km dari lokasi kejadian. Setelah pencarian intensif, ketiga pendaki berhasil ditemukan pada Sabtu (3/8/2025) pagi.

“Alhamdulillah, mereka selamat meski kelelahan dan ada luka ringan,” tambah Junetra.

Evakuasi Cepat oleh Warga dan Tim SAR

Sementara itu, warga setempat lebih dulu mengevakuasi empat pendaki lain yang masih terjebak di atas gunung. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan luka bakar dan trauma.

Total, ada tujuh orang dalam rombongan itu. Sayangnya, satu nyawa tidak bisa diselamatkan.

Peringatan Keras untuk Pendaki!

Kejadian ini jadi pengingat keras bagi para pecinta alam: jangan pernah meremehkan cuaca ekstrem! Apalagi saat musim hujan, risiko petir dan longsor selalu mengintai.

“Selalu cek prakiraan cuaca dan siapkan rencana darurat. Jangan nekat mendaki jika kondisi tidak memungkinkan,” pesan Junetra.

Safety First!

Tragedi Gunung Bawang ini membuktikan betapa alam bisa berubah drastis. Jangan sampai nyawa jadi taruhan hanya karena kurang persiapan.

Dapatkan Berita Terupdate Lainnya di Exposenews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *