BANTUL, Cinta-news.com – Kabar baik datang dari Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Pemkab Bantul ternyata tidak main-main dalam menjaga salah satu ikon alam paling unik di daerah ini, yaitu Gumuk Pasir Barchan yang berada di Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek. Bayangkan saja, kawasan seluas sekitar 141 hektare ini terus direstorasi demi menyelamatkan ekosistemnya yang selama ini menjadi daya tarik luar biasa. Namun, di sisi lain, aktivitas wisata jip yang menjadi tulang punggung ekonomi warga setempat juga tidak lantas dimatikan. Justru, pemerintah sedang menyiapkan rute baru yang konon bakal lebih seru dan berbeda dari sebelumnya. Penasaran? Yuk, kita simak cerita lengkapnya!
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul, Isa Budi Hartomo, mengungkapkan bahwa penyiapan rute baru untuk jip wisata ini masih berproses di tahun 2026. Nantinya, zona inti Gumuk Pasir tidak akan lagi dilintasi oleh kendaraan jip wisata. Sebagai gantinya, rute baru akan diarahkan melewati kawasan pertanian hingga tambak udang. Menarik, bukan? “Uji coba sebetulnya sudah mulai dilakukan. Cuma, kan jalannya perlu dibersihkan. Jadi, saat ini kami baru diskusi bersama sejumlah komunitas di sana (kawasan Gumuk Pasir Parangtritis) untuk menyiapkan rute yang baru,” kata Isa, Senin (7/9/2026). Jadi, meskipun masih dalam tahap penjajakan, pemerintah sudah menunjukkan keseriusan mereka.
Rute Baru Ditargetkan Rampung 2027, Siap-Siap Petualangan Baru!
Nah, buat kamu yang suka berwisata menggunakan jip, ada kabar gembira nih. Pemkab Bantul akan mematangkan detail engineering design (DED) rute jip wisata Gumuk Pasir. Fisik DED tersebut akan dimatangkan pada 2027. Penataan rute ini melibatkan lebih dari 200 kendaraan jip wisata dan sejumlah komunitas. Isa mengatakan rute baru nantinya tidak melewati zona inti Gumuk Pasir. Wisatawan akan diajak melintasi area pertanian dan tambak udang yang berada di sekitar kawasan tersebut. “Di sana kan ada area pertanian dan tambak udang.
Nah, rencananya, rute jip wisata ke depan tidak melintasi zona inti Gumuk Pasir. Sebagai gantinya, wisatawan diajak untuk melintasi area pertanian dan tambak udang,” papar Isa. Dengan demikian, penataan rute tersebut diharapkan tidak hanya mempertahankan aktivitas wisata, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Wisatawan yang melintasi kawasan pertanian saat musim panen bawang merah maupun tambak udang saat musim panen diharapkan dapat membeli hasil pertanian dan perikanan tersebut. Jadi, selain berwisata, kamu juga bisa belanja langsung dari petani dan petambak lokal. Keren, kan?
Restorasi dan Wisata Berjalan Bersamaan, Bukti Pemerintah Tak Tinggalkan Warga
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, proses restorasi Gumuk Pasir membutuhkan waktu panjang sehingga tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun. Karena itu, rute alternatif yang telah disurvei dan diuji coba akan dievaluasi secara bertahap. Uji coba pemindahan rute jip wisata telah dimulai secara bertahap sejak Hari Jadi Kabupaten Bantul pada 20 Juli 2026. “Kami selalu berkoordinasi dengan teman komunitas dan sekarang proses restorasi Gumuk Pasir sudah berlangsung.
Kemarin, teman-teman Satuan Polisi Pamong Praja Bantul sudah melanjutkan proses penebangan (penebangan pohon di zona inti Gumuk Pasir),” ungkap Ari. Ari mengatakan restorasi tetap perlu berjalan beriringan dengan aktivitas wisata yang selama ini menjadi sumber manfaat bagi masyarakat, terutama paguyuban dan pelaku jip wisata. “Jadi, intinya restorasi berjalan. Kemudian aktivitas wisata berjalan. Sehingga, masyarakat yang selama ini terutama paguyuban dan pelaku jip wisata bisa tetap mendapatkan manfaat. Intinya seperti itu,” pungkas Ari. Dengan kata lain, pemerintah tidak ingin ada pihak yang dirugikan. Semua elemen, baik lingkungan maupun ekonomi warga, tetap menjadi prioritas.
Zona Inti Disiapkan untuk Wajah Baru, Siap Berjalan Kaki?
Selain penataan rute jip, Pemkab Bantul juga melakukan penebangan pohon dan semak belukar di area zona inti Gumuk Pasir untuk mendukung proses restorasi. Pemkab Bantul menargetkan zona inti Gumuk Pasir Parangtritis sudah memiliki wajah baru pada 2028. Isa menjelaskan restorasi dilakukan untuk melindungi kawasan yang memang seharusnya dilindungi.
Pemkab Bantul juga ingin mengubah paradigma pariwisata dari yang sebelumnya berbasis kuantitas menjadi berbasis kualitas. “Restorasi ini kan memang ingin melindungi tempat yang sudah seharusnya dilindungi yakni zona inti Gumuk Pasir. Kemudian, sebetulnya kami mau mengarahkan adanya perubahan paradigma pariwisata dari berbasis kuantitas menjadi berbasis kualitas,” terang Isa.
Setelah restorasi zona inti selesai, wisatawan yang ingin menikmati kawasan tersebut nantinya harus berjalan kaki. Aktivitas pengambilan gambar atau syuting masih diperbolehkan dengan ketentuan pengunjung juga harus berjalan kaki. Dengan skema tersebut, Pemkab Bantul berupaya menjaga fungsi zona inti Gumuk Pasir sekaligus mempertahankan aktivitas wisata melalui rute alternatif yang berada di luar kawasan inti. Jadi, buat kamu yang ingin merasakan sensasi berbeda, bersiaplah untuk menjelajahi Gumuk Pasir dengan cara yang lebih alami dan ramah lingkungan. Pastinya, pengalaman ini akan menjadi cerita tersendiri bagi setiap pengunjung.
Nah, itulah kabar terbaru tentang restorasi Gumuk Pasir Bantul dan rencana rute baru jip wisata yang bakal hadir pada 2027. Pemerintah terus berupaya menyeimbangkan antara pelestarian alam dan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Jadi, tunggu saja tanggal mainnya, karena petualangan baru di Gumuk Pasir Parangtritis siap menyambutmu dengan pesona yang lebih memukau!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











