BULELENG, Cinta-news.com – Sebuah kabar duka kembali menyelimuti dunia pekerja migran Indonesia. Pekerja migran asal Buleleng, Bali, KAW (23), meninggal dunia di Jepang dalam kondisi yang menyedihkan. Petugas menemukan jenazahnya tergantung di dalam gudang perusahaan tempatnya bekerja di Prefektur Chiba.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng, Putu Arimbawa, langsung mengonfirmasi insiden ini. Dia menerima dokumen resmi dari pemerintah Indonesia yang menyatakan korban meninggal akibat kekurangan oksigen atau tercekik. Namun, sebuah tanda tanya besar masih menggantung. Pihak berwenang belum bisa memastikan apakah ini murni kasus bunuh diri atau justru menyimpan faktor lain di baliknya.
Maka dari itu, penyebab kematian yang sesungguhnya masih menjadi misteri. “Dokumen resmi menyebutkan sebab meninggal adalah kekurangan oksigen akibat tercekik. Akan tetapi, kami masih menunggu kepastian apakah ini benar gantung diri atau bukan dari penyelidikan polisi,” jelas Arimbawa pada Minggu (11/1/2026). Saat ini, kepolisian Togane di Prefektur Chiba masih terus mengusut tuntas kasus ini.
Proses Pemulangan Jenazah yang Tertunda dan Penuh Haru
Di sisi lain, kronologi waktu yang terungkap justru semakin memilukan. KAW ternyata sudah meninggal sejak 21 Desember 2025. Namun sayangnya, proses pemulangan jenazahnya harus tertunda cukup lama. Libur panjang akhir tahun di Jepang menjadi penyebab utama. Baru pada 9 Januari 2026, jenazahnya akhirnya bisa berangkat ke tanah air.
Jenazah korban kemudian menempuh perjalanan terakhirnya dengan kargo Garuda Indonesia GA 881 rute Tokyo–Denpasar. “Jenazah akhirnya tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Jumat (10/1/2026) sekitar pukul 17.30 Wita,” ujar Arimbawa. KBRI Tokyo bersama perusahaan dan agen penyalur tenaga kerja berhasil memfasilitasi proses pemulangan ini dengan baik.
Sesampai di Bali, suasana haru pun tak terelakkan. Keluarga korban dengan dibimbing oleh Dinas Tenaga Kerja Buleleng dan BP3MI Bali segera menjemput jenazah. “Kami turun langsung ke bandara untuk proses serah terima jenazah. Setelah itu, kami juga mendampingi keluarga hingga ke rumah duka,” tambah Arimbawa.
Kemudian, iring-iringan keluarga dan petugas membawa jenazah ke rumah duka di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Mereka tiba pada Jumat malam sekitar pukul 22.00 Wita, mengakhiri perjalanan pulang KAW untuk selamanya.
Dari Peserta Magang Menjadi Pekerja Tetap yang Berakhir Tragis
Mari kita runut perjalanan karier KAW. Menurut Arimbawa, pemuda ini awalnya berangkat ke Jepang sebagai peserta magang di bidang perikanan untuk tiga tahun. Pada September 2025, masa magangnya pun berakhir. Biasanya, para peserta magang akan pulang ke Indonesia dahulu. Namun, KAW memilih jalan yang berbeda.
“Biasanya para PMI pulang dulu ke Bali usai magang. Tapi, dia memutuskan untuk langsung bekerja di Jepang,” ungkap Arimbawa. Keputusan KAW ini kemudian membawanya ke perusahaan baru. Pada Oktober 2025, dia resmi menandatangani kontrak kerja di sana.
Namun, nasib berkata lain. Tragedi justru menyambutnya sebelum tiga bulan masa kerjanya genap. Perusahaan menemukan KAW meninggal di gudang mereka. Dengan demikian, petualangan dan perjuangannya mencari penghidupan lebih baik di negeri orang harus terhenti dalam sebuah insiden yang masih gelap.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











