Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Operasi Besar Penggiringan Gajah di Aceh: 50 Petugas Turun Tangan, Warga Diminta Waspada

BENER MERIAH, Cinta-news.com — Situasi mendadak menegangkan menyelimuti kawasan Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, ketika Pemerintah Kabupaten setempat secara resmi menetapkan agenda aksi berskala besar untuk menggiring kawanan gajah liar yang meresahkan pada hari Minggu (8/11/2026).

Oleh sebab itu, demi mengamankan situasi yang mengancam pemukiman warga, tim gabungan beranggotakan tak kurang dari 50 personel bersenjata lengkap dan terlatih siap menerjang medan ekstrem guna mengarahkan mamalia raksasa tersebut menuju kawasan aman.

Musyawarah Darurat dan Pengerahan 50 Pasukan Gabungan

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Ilham Abdi, menegaskan bahwa penetapan jadwal penyisiran ketat ini bukanlah keputusan sembarangan, melainkan hasil akhir dari musyawarah darurat lintas sektor yang berlangsung pada Jumat (6/11/2026).

Di samping itu, pertemuan krusial tersebut sengaja mereka selenggarakan di Aula Kantor Camat Pintu Rime Gayo dengan memanggil seluruh jajaran instansi strategis serta unsur tokoh masyarakat lokal yang memahami lekuk-liku wilayah perlintasan binatang berbelalai panjang tersebut.

Selanjutnya, kekuatan penuh yang melibatkan kolaborasi tangguh antara BPBD, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), lembaga dunia WWF, Tim Pengamanan dan Penggiringan Gajah (TPGL), hingga puluhan aparatur desa serta masyarakat setempat dipastikan menyisir lokasi mulai pukul 08.00 WIB tepat.

Memang, Ilham mengungkapkan bahwa seluruh 50 personel pilihan tersebut bakal langsung menyebar dan memblokade setiap sudut perkampungan di Kecamatan Pintu Rime Gayo demi memuluskan jalannya skenario evakuasi kolosal ini tanpa hambatan.

Bahkan, dalam diskusi pematangan strategi tersebut, para ahli membedah secara mendalam seluruh teknis pergerakan di lapangan, pembagian pos gardu tiap personel, sistem koordinasi nirkabel yang cepat, serta taktik penyelamatan darurat untuk menekan risiko fatal yang bisa mengintai sewaktu-waktu.

Di samping hal itu, Camat setempat bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) mengambil alih komando utama dalam memimpin pergerakan di medan operasi, sedangkan jajaran teknisi BKSDA dan tim ahli memberikan pengawalan serta pendampingan teknis khusus kepada seluruh tim evakuasi.

Selain itu, Ilham kembali menekankan dengan suara lantang bahwa keselamatan jiwa dan raga seluruh warga pemukiman menjadi taruhan tertinggi serta prioritas nomor satu bagi pemerintah daerah selama aksi penggiringan gajah liar berukuran jumbo ini berlangsung.

Peringatan Keras: Warga Dilarang Ke Kebun dan Nyalakan Petasan

Karena alasan ancaman bahaya itulah, pihak berwenang mewajibkan seluruh masyarakat untuk serta-merta menghentikan total segala bentuk kegiatan mata pencaharian di ladang, sawah, maupun kawasan hutan rimba sepanjang proses penyisiran berlangsung di hari Minggu nan mendebarkan tersebut.

Lagipula, BPBD juga mengeluarkan peringatan keras agar para penduduk membatasi gerak-gerik di luar rumah mereka, sekaligus menjauhi titik-titik rawan yang menjadi persembunyian gajah maupun jalur perlintasan alami satwa dilindungi tersebut demi menghindari perjumpaan langsung.

Menariknya, Ilham membeberkan fakta lapangan bahwa naluri serta arah langkah kawanan gajah liar tersebut sanggup berubah drastis hanya dalam hitungan detik, sehingga kebiasaan warga yang gemar berada di sekitar lokasi perlintasan justru sanggup mengundang bahaya maut yang amat mengerikan.

Oleh karena itu, BPBD melarang keras kebiasaan nekat sebagian warga yang suka mendekati kawasan konflik, menonton secara jarak dekat, mengejar binatang tersebut, memberi provokasi suara, atau nekat menggiring kawanan raksasa itu sendirian tanpa didampingi oleh petugas resmi yang berpengalaman.

Tak hanya sampai di situ, komando lapangan membunyikan sinyal bahaya bagi siapa saja yang berani menyalakan petasan berdaya ledak, membuat obor api, atau melakukan aksi konyol lainnya yang berpotensi memicu kepanikan massal serta amukan tak terkendali dari kawanan gajah liar.

Bahkan, para pejabat terkait mengimbau seluruh orang tua agar mengetatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka dan melarang keras buah hati bermain di area terbuka, khususnya di jalur-jalur tradisional yang biasa terlintasi oleh pergerakan kawanan binatang raksasa tersebut.

“Maka dari itu, seandainya masyarakat tak sengaja berpapasan langsung dengan gerombolan gajah ini, warga harus segera berlari menjauh menuju zona aman dan secepatnya memberikan laporan darurat kepada reje kampung atau posko petugas terdekat,” tegas Ilham dengan penuh keseriusan.

Tentu saja, seluruh lapisan warga wajib menaati setiap garis instruksi dari aparat lapangan tanpa sanggahan, termasuk ketika tim gabungan terpaksa memblokir akses jalan utama atau meminta warga menjalani evakuasi sementara demi menyelamatkan nyawa penduduk dari potensi ancaman.

Oleh sebab itu, Ilham menginstruksikan seluruh Reje Kampung agar bergerak cepat menyebarluaskan jadwal operasi dan petunjuk keselamatan ini secara berulang-ulang melalui pengeras suara masjid, meunasah, hingga saluran komunikasi warga demi menjangkau seluruh pelosok desa tanpa terkecuali.

Lagi-lagi, ia mengingatkan agar momentum berbahaya ini jangan pernah masyarakat jadikan arena tontonan hiburan, melainkan warga wajib memberikan ruang gerak selebar-lebarnya kepada puluhan tim penjinak untuk menuntaskan misi kemanusiaan ini secara tenang dan terukur.

“Pada akhirnya, warga masyarakat perlu menempatkan keselamatan nyawa di atas urusan mencari nafkah atau aktivitas ekonomi untuk sementara waktu saja, demi menghindari tragedi membahayakan selama pergerakan kawanan gajah liar ini berlangsung,” kata Ilham mengingatkan.

Pada dasarnya, BPBD sangat berharap seluruh elemen warga lokal dapat mematuhi imbauan resmi ini secara disiplin, meningkatkan kepekaan kewaspadaan, serta menjauhi wilayah penyisiran sampai komando resmi menyatakan bahwa area tersebut benar-benar bersih dan aman.

Kawanan Gajah Merangsek ke Timang Rasa, Sungai Peusangan Jadi Target

Di sisi lain, Reje Kampung Belang Rakal, M. Tuahmi, membocorkan kabar terbaru bahwa kawanan gajah liar tersebut rupanya masih saja berputar-putar melingkari kawasan permukiman warga hingga Sabtu (7/11/2026) sore dengan menyebarkan hawa mencekam di tengah masyarakat.

Meskipun demikian, ia menjelaskan bahwa gerombolan satwa berbadan tegap itu kini telah bergeser merangsek masuk ke area Dusun Timang Rasa, setelah pada hari sebelumnya sempat menerobos dan membuat kegemparan hebat di pemukiman inti Kampung Belang Rakal.

Oleh karena itu, Tuahmi sudah menyiagakan setidaknya 20 anggota pasukan khusus Tim Pengamanan dan Penggiringan Gajah dari kampungnya untuk melebur bersama tim gabungan skala besar pada eksekusi penanganan hari Minggu nanti.

Di samping itu, gabungan relawan desa yang terlatih ini bakal bahu-membahu bersama petugas terpadu untuk memandu kawanan mamalia yang masih berkeliaran di seputar pemukiman warga tersebut keluar menuju bentangan alur habitat yang jauh lebih aman.

Menariknya, Tuahmi mengungkapkan bahwa tim terpadu telah merancang taktik jitu dengan mengarahkan kawanan gajah tersebut menyusuri aliran Sungai Peusangan sebagai bagian utama dari skenario penghentian konflik berkepanjangan antara manusia dan satwa liar ini.

Selaku pemimpin kawasan terdepan, Tuahmi mengaku tak tinggal diam dan telah menyebarkan pengumuman bahaya secara berantai kepada seluruh warganya menggunakan pengeras suara masjid serta meunasah di sepanjang penjuru desa sejak pagi hari.

Karena itulah, ia mendesak para petani agar mengalah untuk tidak menginjakkan kaki di area perkebunan selama aksi penggiringan berlangsung demi mencegah terjadinya kontak fisik fatal atau serangan dadakan yang tidak diinginkan bersama.

Terakhir, Tuahmi mengimbau masyarakat untuk terus berada dalam posisi siap siaga, mematuhi semua perintah aparat penanggulangan, serta langsung menyuarakan laporan cepat kepada aparatur kampung begitu melihat bayangan kawanan gajah liar mendekati kawasan mereka.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version