Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Cristiano Ronaldo Resmi Gantung Sepatu dari Timnas Portugal Usai 23 Tahun Pengabdian

Cinta-news.com – Pelatih kondang AC Milan yang juga juru taktik berkebangsaan Portugal, Ruben Amorim, secara mengejutkan memberikan penilaian menohok terkait keputusan Cristiano Ronaldo yang memilih mengakhiri perjalanan karier internasionalnya dengan skenario yang dinilai sangat jauh dari kata sempurna.

Bahkan, pengamatan tajam tersebut disampaikan oleh Amorim tepat setelah publik sepak bola dunia dihebohkan oleh pengumuman resmi pensiunnya sang megabintang dari skuad utama tim nasional Portugal pada Kamis manis, 5 November 2026.

Selanjutnya, sosok ikonik tersebut secara mendadak menyampaikan keputusan terbesarnya melalui sebuah unggahan video emosional yang ia bagikan secara langsung di akun Instagram pribadinya.

Alhasil, penyerang legendaris yang kini telah menginjak usia 41 tahun itu resmi menyudahi pengabdian panjangnya selama 23 tahun membela panji Portugal, di mana ia sukses memahat rekor fantastis dengan mencatatkan 234 penampilan serta menggelontorkan 146 gol di pentas internasional.

Malahan, di tengah suasana haru dalam video pengumuman tersebut, Ronaldo secara lapang dada mengungkapkan kata-kata perpisahan dengan berkata, “telah tiba saatnya bagi saya untuk menyerahkan kembali seragam bernomor punggung tujuh yang sangat saya cintai.”

Di balik momentum emosional tersebut, langkah drastis ini rupanya berawal dari aksi nekat Ronaldo yang memilih angkat kaki lebih awal dari pemusatan latihan timnas Portugal pada medio September 2026 lalu.

Sebab, ia merasa sangat kecewa lantaran tim pelatih sama sekali tidak memainkannya dalam duel sengit kontra Norwegia, ditambah lagi ia memperoleh bocoran bahwa namanya bakal disingkirkan dari daftar starting eleven untuk laga krusial melawan Denmark.

Amorim Buka Kartu! Ronaldo Sangat Layak Memperoleh Acara Perpisahan yang Jauh Lebih Menghormati Jasa Besarnya

Lebih lanjut, Amorim secara jujur menganggap bahwa keputusan Ronaldo untuk menyudahi perjalanannya bersama tim nasional dengan cara penuh kontroversi ini sama sekali tidak mencerminkan dedikasi spektakuler yang telah diukirnya sepanjang karier membela tanah air.

Meskipun begitu, juru taktik berusia muda tersebut tetap menegaskan bahwa sumbangsih serta pengorbanan tak terhingga dari Ronaldo untuk memajukan sepak bola Portugal sudah diakui dan dihormati secara luas oleh publik global.

“Tentu saja itu bukan cara terbaik untuk menyudahi pengabdian di tim nasional, namun apa yang telah ia berikan dengan sepenuh jiwa untuk negara kita sudah terlihat sangat jelas oleh semua orang di dunia,” tutur Amorim saat memberikan pernyataan kepada wartawan Sky Sport tepat menjelang pertarungan panas UEFA Europa League antara AC Milan melawan Ferencvaros, sebagaimana dikutip dari TNT Sports pada Jumat, 6 November 2026.

“Bahkan, seluruh pasang mata di berbagai pelosok bumi sangat mengenalnya, sebab sepak bola merupakan sebuah jendela besar; di mana jutaan orang mulai mengenal nama Portugal justru berkat sosok luar biasa seperti CR7. Lagipula, ia pernah berbagi lapangan bersama sederet pemain hebat dunia, dan saya sangat yakin ia akan terus memberikan kontribusi berharga bagi bangsa kita di luar lapangan hijau,” tambah Amorim dengan nada penuh kekaguman.

Di sisi lain, fakta menarik mencatat bahwa Amorim dan Ronaldo sejatinya pernah berjuang bahu-membahu dalam delapan pertandingan resmi bersama timnas Portugal pada rentang waktu tahun 2010 hingga 2014 silam.

Padahal pada masa-masa keemasan tersebut, Ronaldo masih berstatus sebagai superstar utama yang membela Manchester United, sebelum ia akhirnya memutuskan untuk kembali menjalani masa pengabdian periode kedua di klub raksasa Inggris itu.

Skandal Panas! Perseteruan Sengit dengan Pelatih Jorge Jesus Jadi Pemicu Utama Kepergian Tragis Ronaldo

Jika ditarik garis lurus, keputusan mendadak Ronaldo untuk hengkang dari kem latihan Portugal pada bulan September tersebut berawal dari rasa sakit hati saat dirinya hanya menduduki kursi cadangan sewaktu timnya berlaga menghadapi Norwegia.

Oleh karena itu, begitu peluit panjang tanda berakhirnya laga dibunyikan di Oslo, sang kapten justru langsung nyelonong berjalan menuju ruang ganti tanpa sudi memberikan salam atau menyapa para suporter Portugal yang telah memadati stadion.

Malahan, Ronaldo kabarnya merasa amat kecewa lantaran tim medis dan pelatih sempat memintanya melakukan pemanasan di tepi lapangan pada babak kedua, namun pada akhirnya ia sama sekali tidak diturunkan untuk merumput.

Kondisi tidak menyenangkan tersebut lantas menjadi pengalamannya yang paling menyakitkan sejak tahun 2008, di mana ia harus menderita menjadi pemain cadangan murni tanpa mendapatkan menit bertanding dalam laga kompetitif Portugal.

Bukan hanya berhenti di situ, tensi perselisihan kian memuncak saat pelatih kepala Timnas Portugal, Jorge Jesus, secara terbuka menyampaikan keputusan tegas bahwa Ronaldo tidak akan dimasukkan ke dalam daftar pemain utama sewaktu menjamu Denmark.

Alhasil, Ronaldo mengambil tindakan drastis dengan langsung meninggalkan tempat latihan lebih cepat sembari melayangkan tuduhan tajam bahwa sang juru taktik Jorge Jesus telah “mengingkari janji manis yang pernah disepakati.”

Akibat dari tindakan indisipliner tersebut, sanksi tegas berupa denda finansial senilai 215 pounds beserta hukuman larangan bertanding selama 30 hari langsung dijatuhkan kepada sang megabintang.

Kendati sanksi pembekuan tersebut tidak memengaruhi kiprahnya di ajang internasional dan bahkan Jorge Jesus masih membuka kesempatan untuk memanggilnya lagi, namun Ronaldo pada akhirnya mantap memilih jalur untuk gantung sepatu.

Bikin Haru! Ronaldo Kenang Perjalanan Panjang 23 Tahun yang Penuh Gelombang Bersama Portugal

Uniknya, dalam rekaman video pengumuman pensiun yang menyentuh hati tersebut, Ronaldo sama sekali tidak ingin memperkeruh suasana dan memilih untuk tidak menyinggung perseteruan panasnya dengan Jorge Jesus.

Malahan, ia justru memanfaatkan momen tersebut untuk merenungkan kembali perjalanan panjangnya yang berwarna selama membela Portugal, termasuk mengingat momen kemenangan manis, kekalahan yang menyayat hati, hingga kekhilafan pribadi yang pernah dilakukannya.

“Memang ada sore dan malam yang terasa begitu indah, di mana kemenangan-kemenangan fantastis tidak akan pernah saya lupakan sepanjang hidup. Namun di sisi lain, ada pula kekalahan pahit yang hingga kini masih terasa menyakitkan ketika saya ingat kembali, bahkan saya sadar pernah melakukan kesalahan dan merasa menderita,” ungkap Ronaldo dengan nada yang sangat emosional.

“Bahkan, ada kalanya saya merasa tidak mampu memberikan hasil terbaik yang sangat diidamkan oleh seluruh rakyat Portugal. Meskipun begitu, saya tidak pernah terlintas untuk menyerah sedikit pun, dan yang paling utama, saya tidak pernah berhenti merasa bangga bisa mengemban tugas mewakili Portugal di panggung dunia,” tuturnya membagikan keteguhan hatinya.

Selain itu, ikon sepak bola dunia ini juga menegaskan betapa besarnya rasa bangga yang menyelimuti dadanya karena berkesempatan mengenakan jersey kebanggaan negara tercintanya sepanjang perjalanan karier profesionalnya.

“Pada akhirnya, saya telah menghabiskan seluruh jalan hidup saya demi berjuang menjadi pesepak bola terbaik di dunia. Namun hari ini saya menyadari bahwa pencapaian serta kemenangan terbesar dalam hidup saya adalah saat memperoleh kehormatan tiada tara untuk mewakili negara terbaik di dunia,” pungkasi Ronaldo mengakhiri pesan perpisahannya yang sangat berkesan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version