Cinta-news.com – Sebuah pernyataan mengejutkan baru saja dilontarkan oleh megabintang sepak bola Brasil, Neymar Jr. Bukan tentang transfer gila-gilaan atau gaya rambut barunya, melainkan soal gantung sepatu. Piala Dunia 2026, yang akan digelar di Amerika Utara, tiba-tiba berubah wujud. Dari sekadar ajang bergengsi, turnamen ini kini berpotensi menjadi panggung perpisahan yang epik bagi sang juru gedor Tim Samba.
Dalam sebuah wawancara eksklusif yang menghentak jagat maya, Neymar Jr mencurahkan isi hatinya. Bukan kepada media arus utama, melainkan kepada kanal televisi Brasil, CazeTV, dalam suasana yang tampak intim dan reflektif.
“Saya benar-benar tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi setelah masa ini,” ungkap Neymar dengan nada datar namun penuh makna, mengutip pernyataan yang dilansir ESPN dari CazeTV. Pernyataan ini sontak membuat para penggemar bola di seluruh dunia menarik napas dalam.
Kita semua tahu, pelukan terakhir Neymar dengan kostum kuning hijau kebanggaan terjadi pada 18 Oktober 2023. Saat itu, dalam laga sengit melawan Uruguay, mimpi buruk itu datang. Bukan sekadar cedera biasa, melainkan sebuah insiden yang membuat kariernya nyaris terhenti di tempat. Lututnya mengalami kerusakan parah, dan sejak detik itu, ia menghilang dari skuad utama Brasil. Keheningan pun menyelimuti kiprah internasionalnya.
Sialnya, problem cedera ini seperti bayangan yang tak kunjung sirna. Begitu ia memutuskan pulang kampung untuk membela Santos pada Januari 2025, harapan sempat kembali bersemi. Namun, badai cedera lagi-lagi menerpa. Ia seperti berperang melawan tubuhnya sendiri. Demi mempertahankan asa tampil di Piala Dunia 2026, ia bahkan rela menjalani operasi lutut kiri lagi pada Desember lalu. Sebuah operasi minor yang ia harap menjadi titik balik.
“Bisa saja, ketika Desember nanti tiba, saya sudah merasa cukup. Saya hanya ingin pulang dan berhenti,” ujarnya, membuat suasana wawancara semakin terasa dramatis.
“Saat ini, saya menjalani semuanya dengan santai. Saya hitung tahun demi tahun. Kita lihat saja nanti, apa kata hati saya di penghujung tahun. Semua tergantung insting saya saat itu,” tambah pria yang telah mengukir 128 caps dan 79 gol untuk Tim Samba ini. Sebuah statistik fantastis yang mungkin akan segera berhenti bertambah.
Meski digerogoti cedera, api semangat Neymar untuk membela Brasil ternyata belum padam. Ia masih menyimpan ambisi besar untuk berlaga di Piala Dunia 2026, yang rencananya akan ditukangi oleh Carlo Ancelotti. Ia membayangkan momen itu sebagai mahkota terakhir dalam kariernya.
“Tahun ini terasa begitu krusial bagi saya. Bukan hanya untuk Santos, tempat saya dibesarkan, tetapi juga untuk tim nasional. Ini tahun Piala Dunia, teman. Ini juga tahun terpenting dalam hidup saya saat ini. Saya punya tekad baja untuk menjalani musim ini dengan kondisi seratus persen prima,” tekadnya dengan penuh keyakinan.
Setelah melewati masa pemulihan yang melelahkan, Neymar akhirnya kembali merumput. Operasi lutut minor yang ia jalani pada Desember 2025 lalu membuahkan hasil manis. Ia sudah turun ke lapangan hijau lagi, meski hanya sebagai pemain pengganti saat Santos menghancurkan Velo Clubeto dengan skor telak 6-0 di perempat final Campeonato Paulista. Momen itu menjadi oase di tengah gurun penantian panjang.
“Lega luar biasa. Rasanya campur aduk antara senang dan bersyukur karena saya akhirnya bisa kembali merasakan rumput dan sorak-sorai,” aku Neymar dengan senyum tipis penuh arti.
“Saya merasa jauh lebih kuat dari sebelumnya. Tapi jujur, saya sadar ritme permainan saya belum pulih total. Namun, dengan kerja keras dan ketekunan, saya yakin bisa mencapai 100 persen. Saya jalani semuanya step by step. Saya bahkan tidak mau muluk-muluk memikirkan masa depan. Biarlah insting dan perasaan saya yang memandu. Jalani satu hari pada satu waktu,” pungkasnya, menutup wawancara dengan pesan yang membuat kita semua terus menebak-nebak: apakah ini awal dari akhir sebuah legenda?
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











