Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Nekat Mendaki via Jalur Ilegal Gunung Kawi, 9 Orang Dievakuasi usai Satu Anggota Hipotermia

MALANG, Cinta-news.com — Sebuah aksi penterobosan teramat nekat dari sembilan orang pendaki di lereng Gunung Kawi mendadak menjadi perbincangan hangat publik. Pasalnya, rombongan petualang tersebut secara sengaja memaksakan diri melintasi jalur tikus tanpa izin resmi demi menggapai Puncak Batu Tulis yang berlokasi di kawasan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Padahal, otoritas setempat telah mematok garis larangan melintas secara sangat ketat di area rawan tersebut. Alhasil, petualangan terlarang ini justru membentur dinding petaka saat cuaca dingin membeku mendadak menyerang altitude tinggi dan menumbangkan salah satu anggota kelompok hingga mengalami kondisi kritis.

Adapun survivor yang mendadak terjebak dalam kondisi medis teramat gawat tersebut diketahui bernama David. Secara mengejutkan, guncangan gigilan dahsyat serta penurunan suhu inti tubuh secara drastis langsung menghantam fisik survivor sewaktu rombongan sedang beristirahat di pelataran Pos 4 Puncak Batu Tulis, Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tepat pada Selasa (29/9/2026).

Menanggapi situasi yang kian menggentingkan keselamatan jiwa tersebut, Kapolsek Wagir AKP Sigit Kurniawan mengonfirmasi bahwa jajaran kepolisian langsung bersinergi cepat dengan tim penyelamat gabungan. Tanpa membuang waktu sedikit pun, para petugas bergerak merancang taktik evakuasi darurat segera setelah menerima laporan resmi dari lokasi kejadian.

Lebih lanjut, Sigit membeberkan kronologi awal kejadian saat memberikan keterangan pers pada Rabu (30/9/2026). “Sebab pada mulanya, pihak kami menangkap sinyal panggilan bahaya dari Posko Siaga Merkusi mengenai adanya aksi pendakian ilegal oleh sembilan orang pendaki, di mana salah satu di antara mereka terkulai lemas akibat serangan hipotermia berat,” ungkap Sigit secara lugas.

Kronologi Pendakian Ilegal di Gunung Kawi

Berdasarkan hasil penelusuran fakta yang dihimpun oleh pihak kepolisian, kelompok pendaki nekat yang nekat mengabaikan aturan keselamatan ini beranggotakan sembilan orang pria, yang mana masing-masing bernama Puji, Yuli, Kusnan, David, Arijan, Gito, Lasenan, Hari, serta Solekan.

Menurut rekam jejak petualangan mereka, rombongan ini sebenarnya sudah mengawali langkah pertama demi menaklukkan Puncak Batu Tulis Gunung Kawi dengan sengaja menerobos rute tak resmi di wilayah Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, sejak hari Minggu (27/9/2026) kira-kira pukul 07.00 WIB pagi.

Setelah menghabiskan energi menyusuri belantara rute terlarang yang sangat berisiko tinggi tersebut, rombongan akhirnya memutuskan untuk mendirikan tenda dan menginap sementara di sekitar kawasan Pos 4 Puncak Batu Tulis.

Namun demikian, detik-detik mencekam yang sesungguhnya baru benar-benar menghantam rombongan pada Selasa (29/9/2026) tatkala jarum jam menunjukkan pukul 13.00 WIB. Sebab pada momen itulah, terpaan angin dingin dan penurunan stamina drastis langsung merusak sistem imun David, hingga ia menderita hipotermia berat di Pos 4.

Sontak saja, sewaktu menyadari tubuh rekannya membutuhkan pertolongan medis tingkat tinggi secara kilat, rombongan tersebut langsung memutar otak dan mendistribusikan tugas penyelamatan secara terencana.

Mengutip penuturan resmi Sigit mengenai momen krusial tersebut, “Tepat pada pukul 13.15 WIB, sebanyak tujuh orang pendaki bergegas mengambil keputusan untuk turun gunung demi mengabarkan situasi gawat serta mencari bantuan emergency, sedangkan dua pendaki lainnya dengan setia memilih bertahan menemani korban di Pos 4.”

Proses Evakuasi Tim Gabungan

Begitu menyerap informasi darurat tersebut, Kepolisian Sektor Wagir tidak tinggal diam dan langsung menggalang koordinasi lintas instansi guna mematangkan langkah pertolongan medis secara presisi.

Dalam aksi perintisan evakuasi berskala besar ini, otoritas mengerahkan tim gabungan tangguh yang melibatkan personel Muspika Wagir, tim medis profesional Puskesmas Wagir, jajaran Perhutani, skuad SAR berpengalaman, serta deretan relawan dari Posko Siaga Mandiri Merkusi.

Mengenai langkah awal di medan terjal, Sigit kembali membeberkan secara detail, “Pihak kami langsung memberangkatkan empat personel perintis menuju Pos 4 guna menggelar proses evakuasi awal sekaligus menjemput survivor yang terkulai akibat hipotermia.”

Di samping itu, seluruh proses penanganan medis serta evakuasi fisik di lapangan terbukti menyajikan tantangan yang sangat berat, sebab tim penolong harus menembus vegetasi liar di jalur terpencil yang sama sekali tidak terdaftar secara resmi.

Jalur Pendakian Gunung Kawi Masih Ditutup

Atas insiden yang mengancam nyawa ini, AKP Sigit Kurniawan kembali memberikan penegasan keras bahwasanya jalur perlintasan menuju Puncak Batu Tulis Gunung Kawi via Dusun Precet sejatinya masih berstatus ditutup total untuk segala bentuk aktivitas umum.

Langkah tegas penutupan rute pendakian via Wagir ini sebenarnya sudah berlaku secara resmi sejak 4 September 2025 lalu. Kebijakan ini terpaksa diambil oleh pihak berwenang sebagai dampak berantai atas bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar habis vegetasi penting di kawasan tersebut.

Oleh sebab itu, guna membendung aksi nekat susulan dari para pendaki ilegal, pihak kepolisian bersama Perhutani terus menggalakkan sosialisasi larangan melintas, baik lewat patroli tatap muka langsung maupun melalui pembentangan spanduk imbauan di titik-titik rawan penterobosan.

Akhir kata, aparat kepolisian kembali menyuarakan imbauan bernada tegas kepada seluruh pegiat alam bebas dan masyarakat luas agar selalu mematuhi aturan penutupan demi keselamatan jiwa. Sebab selain sangat membahayakan keselamatan diri, aksi pendakian ilegal terbukti sangat menyulitkan pergerakan tim SAR dan tim medis sewaktu harus menjalankan tindakan penanganan darurat di lokasi ekstrem.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *