Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Modus Penipuan Berkedok TNI, Warga Pasuruan Kehilangan Mobil Gara-gara Transfer Palsu

Cinta-news.com – Waspada! Modus penipuan jual beli kendaraan kembali merajalela dan berhasil menyasar korban di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Seorang warga Desa Bajangan, Kecamatan Gondangwetan, harus gigit jari. Penipu berani mengaku sebagai anggota TNI dan berhasil membawa kabur mobil Honda Brio miliknya. Korban, Jayudi (51), warga Dusun Pekunten, hanya bisa terdiam dengan wajah penuh kesedihan. Ia baru tersadar telah menjadi korban penipuan.

Mobil Brio yang hendak dijualnya itu benar-benar raib. Pelaku dengan licin memanfaatkan bukti transfer fiktif dan kedok TNI gadungan. Saat ini, Jayudi hanya bisa berharap agar polisi segera menemukan pelaku dan mobilnya. Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaedi, membeberkan kronologi kejadian. Awalnya, korban mengunggah iklan penjualan mobilnya di media sosial Facebook.

Kemudian, pada Rabu, 31 Desember 2025, seorang pria misterius menghubungi korban. Pria yang mengaku bernama Andriyanto Kobandana ini dengan percaya diri mengklaim dirinya sebagai anggota TNI. Ia menyebut bertugas di Kodim Surabaya. “Keesokan harinya, pelaku mengirimkan seorang utusan bernama Yayan ke rumah korban. Tujuannya untuk mengecek kondisi fisik kendaraan,” jelas Junaedi pada Sabtu (3/1/2026).

Setelah proses pengecekan unit, kedua belah pihak sepakat pada harga Rp 86 juta. Pelaku lalu mengirimkan screenshot bukti transfer ke rekening rekan korban, Iskandar. Transfer itu sebagai tanda pelunasan. Namun, saat korban mengecek saldo di ATM, rekening tersebut justru dalam kondisi terblokir! Jayudi mulai merasa ada yang tidak beres. Namun, utusan bernama Yayan itu berusaha meyakinkannya. Ia menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI atas nama Andriyanto Kobandana.

Korban akhirnya termakan oleh identitas palsu tersebut. Ia mengira transaksi sudah lunas. Akhirnya, Jayudi menyerahkan kunci mobil beserta seluruh dokumen kendaraan (STNK dan BPKB). Kecurigaan baru terbukti dua hari kemudian, pada Jumat, 2 Januari 2026. Bukannya menerima uang, pelaku justru kembali menghubungi korban. Pelaku mengaku telah melakukan salah transfer sebanyak tiga kali. Parahnya, pelaku bahkan meminta korban mengirimkan uang Rp 6 juta. Dalihnya untuk biaya pengobatan ibunya! Setelah pengecekan mendalam oleh Iskandar, ternyata tidak ada dana yang masuk. Korban pun menanggung kerugian total mencapai Rp 92 juta.

Saat ini, pihak Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan Kota mendalami kasus ini. Mereka telah mengamankan sejumlah barang bukti. Bukti itu termasuk tangkapan layar percakapan WhatsApp dan foto dokumen kendaraan. “Laporan sudah kami terima. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan oleh Satreskrim,” tegas Junaedi. Oleh karena itu, polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam transaksi jual beli online. Jangan mudah percaya pada identitas profesi tertentu sebelum dana benar-benar masuk ke rekening pribadi. Ingat, kejahatan bisa datang dari orang yang mengaku sebagai aparat!

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Respon (5)

  1. **tonic greens**

    tonic greens is a cutting-edge health blend made with a rich fusion of natural botanicals and superfoods, formulated to boost immune resilience and promote daily vitality.

  2. **oradentum**

    oradentum is a comprehensive 21-in-1 oral care formula designed to reinforce enamel, support gum vitality, and neutralize bad breath using a fusion of nature-derived, scientifically validated compounds.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *